Eddy Yusuf
Jakarta Global University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kualitas dan Keamanan PIRT UMKM Berbasis Buah Salak di Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang Eddy Yusuf; Onki Alexander
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12525

Abstract

Abstract. Salak Bongkok is a specialty of Bongkok Village, Paseh District, Sumedang Regency. MSMEs engaged in salak fruit processing have several obstacles, including inadequate processing equipment, marketing difficulties, and not understanding the flow of business legality documents. This has an impact on the quality and safety issues of "Home Industry Food" or Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The purpose of this mentoring activity is to provide guidance in the preparation of requirements and implementation of business legality fulfillment. The training consisted of several topics: processed food distribution permit, halal certification, product expiration determination, and design. The results of the activity show that there is an increase in salak fruit production by 50%, MSME players get equipment assistance so that the processing process becomes faster, and get a PIRT certificate. Abstrak. Salak Bongkok merupakan ciri khas Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan salak memiliki beberapa kendala antara lain alat pengolahan masih belum memadai, masih sulit pemasaran, dan belum paham alur pengurusan dokumen legalitas usaha. Hal tersebut berdampak pada permasalahan kualitas dan keamanan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memberikan bimbingan dalam persiapan persyaratan dan implementasi pemenuhan legalitas usaha. Pelatihan terdiri dari beberapa topik: izin edar pangan olahan, sertifikasi halal, penentuan kadaluarsa produk, dan perancangan desain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan produksi buah salak sebanyak 50%, pelaku UMKM mendapatkan bantuan peralatan sehingga prose pengolahan menjadi lebih cepat, dan mendapatkan sertifikat PIRT.
Edukasi Pewarna Makanan Aman Berbasis Poster pada Siswa SDN Kalimulya 1 Depok Alhara Yuwanda; Amelia Amelia; Nopratilova Nopratilova; Rayhan Akbar; Szalszabilla Rahayu; Anna Uswatun Hasanah Rochjana; Rina Adriany; Agus Rusdin Rusdin; Regina Aulia Putri; Eddy Yusuf
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/cce76c31

Abstract

Pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang digunakan untuk meningkatkan daya tarik produk pangan, terutama bagi anak-anak. Namun, penggunaan pewarna yang tidak sesuai dengan ketentuan keamanan pangan serta keterbatasan pengetahuan anak dalam membedakan pewarna makanan yang aman dan berbahaya masih menjadi permasalahan yang dapat meningkatkan risiko konsumsi pangan tidak aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SDN Kalimulya 1 Depok mengenai pemilihan dan penggunaan pewarna makanan yang aman melalui edukasi berbasis poster. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi menggunakan poster edukatif, diskusi interaktif, dan permainan edukatif. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan edukasi. Materi mencakup pengertian dan fungsi pewarna makanan, jenis pewarna alami, dan sintetis, penyalahgunaan pewarna pada pangan, serta potensi dampaknya terhadap kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, terutama dalam mengidentifikasi jenis pewarna makanan serta membedakan pewarna yang aman dan berbahaya. Siswa juga menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan edukasi. Berdasarkan hasil tersebut, edukasi berbasis poster dapat digunakan sebagai media pembelajaran sederhana untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai keamanan pewarna makanan dan mendukung pemilihan pangan yang lebih aman sejak dini.