Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Retention Pond Planning for Flood Management Using Epa SWMM in Sayung Village Demak Regency Ari Sentani; Moh Faiqun Niam
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.6.2.81-89

Abstract

The area of Sayung Village, Sayung District, and Demak Regency is an area that is often hit by annual floods. According to the Sayung Village Government, floods in 2019 resulted in 5,884 residents of Sayung Village being displaced and 1,471 houses being flooded. The area of submerged rice fields is 300 hectares, with the number of farmers who failed to harvest reaching 436. Comprehensive handling is needed to deal with the flood. For flood management, a simulation of a flood management system was made with EPA SWMM (Environmental Protection Agency Storm Water Management Model) software. The selection of handling concepts is obtained through re-simulation of the capacity of drainage channels in order to accommodate planned discharge. To be able to perform simulations, hydrological data and measurements of existing channels are needed. Flood discharge obtained from the calculation results is Q2 of 110.1 m3 per second, Q5 of 134.9 m3 per second, and Q10 of 147.8 m3 per second. The handling concept obtained from this study is the creation of retention ponds in Dukuh Sayung Kidul and Dukuh Sayung Wetan.
Analisis Debit Banjir dan Perencanaan Tanggul Menggunakan Aplikasi HEC-RAS (Studi Kasus Sungai Banjir Kanal Timur Kota Semarang) Diar Nilam Kamilia Setiyono; Ari Sentani; Eko Muliawan Satrio
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.771

Abstract

Sungai Banjir Kanal Timur di Kota Semarang, Indonesia, memiliki peran krusial sebagai saluran drainase utama, namun sering kali mengalami luapan yang mengakibatkan banjir saat musim hujan. Fenomena ini terjadi karena debit banjir yang melebihi kapasitas tampung saluran, sehingga diperlukan penanganan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir menggunakan metode hidrologi rasional dan HSS Gama 1, serta merencanakan dimensi tanggul menggunakan pemodelan hidrolika dua dimensi dengan aplikasi HEC-RAS. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data numerik berupa curah hujan, debit air, dan tata letak Sungai Banjir Kanal Timur dari Sta 2+000 hingga Sta 4+000. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir Q_50 yang diperoleh adalah sebesar 243.51 m3/detik menggunakan analisis metode HSS Gama 1. Berdasarkan hasil tersebut, dimensi tanggul yang direncanakan memiliki tinggi 3 meter dari dasar sungai dan lebar 3 meter, yang diharapkan mampu mengatasi luapan air.
Analisis Perubahan Garis Pantai dan Kenaikan Muka Air Laut di Desa Bedono dan Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Bintang Aona Nur Saputra; Dega Adi Prabowo; Ari Sentani; Moh Faiqun Niam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12331

Abstract

Pesisir Kecamatan Sayung, Demak, mengalami degradasi parah akibat abrasi, banjir rob, dan penurunan tanah yang mengganggu sistem drainase. Penelitian ini menganalisis perubahan garis pantai (2005–2025), kenaikan muka air laut (SLR), penurunan tanah, serta dampaknya pada kapasitas hidraulik saluran. Metode mencakup interpretasi citra satelit multitemporal dengan indeks MNDWI dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk menghitung Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR), analisis data pasang surut Badan Informasi Geospasial, sintesis laju subsiden dari berbagai studi InSAR (DInSAR, PS-InSAR, SBAS) dan GNSS, serta survei lapangan dimensi saluran dan genangan yang dianalisis dengan persamaan Manning. Hasil menunjukkan dominasi abrasi seluas 286,94 ha berbanding akresi 8,86 ha (rasio 32:1), dengan rata-rata mundur garis pantai 32,5 m/tahun dan total 650 m, serta laju tertinggi -44 m/tahun (2015–2020). HAT aktual +0,554 m, tipe pasut campuran dominan harian tunggal. Laju SLR absolut 4,4 mm/tahun, RSLR 7,9 mm/tahun, akumulasi 2005–2025 sebesar 15,8 cm; proyeksi 2050 mencapai 73,8–82,5 cm. Laju penurunan tanah rata-rata 12,07 cm/tahun (maksimum 21 cm/tahun) atau 32–40 kali SLR global, menjadikan 81,2% area tergenang permanen (data JRC). Saluran drainase meluap 15–29 cm saat HAT, menunjukkan kegagalan sistem gravitasi. Disimpulkan subsidensi sebagai faktor dominan kerusakan. Diperlukan pengendalian penurunan tanah, infrastruktur pengendali rob, dan rehabilitasi drainase adaptif dan pemantauan jangka panjang berbasis data satelit serta model hidraulik.