Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kasih Sayang Guru Dan Penerapannya Perspektif Al-Quran Dan Hadis Rahmati ati; Syabuddin; Syahminan
Al-Mu'tabar Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explores the Qur'anic and Hadith's perspective on teaching, emphasizing the principles of tawhid and Ilahiyah in shaping children's character. By embracing the natural potential of children as knowledge and skills, teachers are expected to be able to direct students to answer life's questions. This research uses qualitative methods with the type of library research that is descriptive of the meaning of Rahmah in the Quran which is integrated with teacher competence in managing learning. The results of this study found that teacher affection is important for an educator, not just as a conveyor of information or science. The teacher's compassion, as presented in the Qur'an and Hadith, contains such important elements as patience. The compassionate aspect of teacher compassion creates a learning environment full of warmth and support because the teacher's actions can have a big impact on the formation of student character.
Kasih Sayang Guru Dan Penerapannya Perspektif Al-Quran Dan Hadis Rahmati ati; Syabuddin; Syahminan
Al-Mu'tabar Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2024.v3i2/1531/5

Abstract

This paper explores the Qur'anic and Hadith's perspective on teaching, emphasizing the principles of tawhid and Ilahiyah in shaping children's character. By embracing the natural potential of children as knowledge and skills, teachers are expected to be able to direct students to answer life's questions. This research uses qualitative methods with the type of library research that is descriptive of the meaning of Rahmah in the Quran which is integrated with teacher competence in managing learning. The results of this study found that teacher affection is important for an educator, not just as a conveyor of information or science. The teacher's compassion, as presented in the Qur'an and Hadith, contains such important elements as patience. The compassionate aspect of teacher compassion creates a learning environment full of warmth and support because the teacher's actions can have a big impact on the formation of student character.
Signifikasi Tafsir Bil Ra’yi Di Era Modern Fauzan Azhima; Syabuddin
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.175

Abstract

Dalam studi tafsir Al-Qur'an, berbagai metode dan pendekatan telah dikembangkan untuk menggali makna yang terkandung dalam ayat-ayat suci. Salah satu metode yang cukup menonjol adalah Tafsir bil Ra'yi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi Tafsir bil Ra'yi di era modern dengan menyoroti kontribusi serta perannya dalam perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi signifikasi Tafsir bil Ra'yi di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi yang mendalam mengenai Tafsir bil Ra'yi berdasarkan literatur yang ada. Menjembatani tradisi modernitas, menghadapi tantangan zaman, meningkatkan dialog antaragama, memperkuat intelektualisme islam, merespons isu sosial kontemporer dan mendorong reformasi dalam penafsiran merupakan hasil penelitian yang terdapat dalam artikel ini. Di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi era modern, Tafsir bil Ra'yi memainkan peran penting dalam memastikan ajaran Al-Qur'an tetap relevan dengan kehidupan kontemporer. Pendekatan ini, yang berbasis pada rasionalitas, memungkinkan penafsiran yang lebih inklusif dan fleksibel, sehingga dapat menjembatani nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan zaman modern. Melalui Tafsir bil Ra'yi, para ulama dan pemikir mampu menawarkan solusi kontekstual untuk berbagai isu, seperti keadilan gender, etika teknologi, hak asasi manusia, keadilan sosial-ekonomi, pelestarian lingkungan, dan dialog antaragama. Selain itu, penerapan Tafsir bil Ra'yi turut mendorong pengembangan intelektualisme dalam Islam, memperkuat landasan berpikir ilmiah dan kritis umat dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan ini, Tafsir bil Ra'yi tidak hanya memperkaya wacana keilmuan Islam, tetapi juga memberikan kontribusi konkret dalam menyikapi perubahan sosial dan merumuskan kebijakan modern.
METODE PENGULANGAN DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI DAN IMPLEMENTASINYA DI PESANTREN BABUSSALAM ACEH SINGKIL Yunita Sari Yunita Sari; Syabuddin; Zubaidah
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pengulangan (takrār) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad ﷺ serta mengkaji penerapannya dalam tradisi pembelajaran di pesantren sebagai bentuk aktualisasi pendidikan profetik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa metode pengulangan yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ sering kali hanya dikaji secara tekstual, tanpa melihat penerapannya dalam sistem pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang diperkaya dengan refleksi empiris terhadap praktik pendidikan pesantren. Sumber data utama berasal dari hadis-hadis sahih yang ditelusuri melalui proses takhrij dari kitab hadis mu‘tabarah yang menggambarkan pengulangan sabda dan tindakan Nabi ﷺ dalam proses pembelajaran, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur pendidikan Islam dan hasil observasi kegiatan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengulangan memiliki relevansi pedagogis yang kuat dalam tiga ranah pendidikan: kognitif, psikomotor, dan afektif. Pengulangan berperan tidak hanya sebagai strategi mengingat pelajaran, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan profetik berbasis hadis, serta kontribusi praktis bagi penguatan sistem pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembiasaan dan keteladanan. Kata kunci: hadis Nabi, metode pengulangan, pendidikan profetik, pesantren, pendidikan Islam