Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pengulangan (takrār) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad ﷺ serta mengkaji penerapannya dalam tradisi pembelajaran di pesantren sebagai bentuk aktualisasi pendidikan profetik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa metode pengulangan yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ sering kali hanya dikaji secara tekstual, tanpa melihat penerapannya dalam sistem pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang diperkaya dengan refleksi empiris terhadap praktik pendidikan pesantren. Sumber data utama berasal dari hadis-hadis sahih yang ditelusuri melalui proses takhrij dari kitab hadis mu‘tabarah yang menggambarkan pengulangan sabda dan tindakan Nabi ﷺ dalam proses pembelajaran, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur pendidikan Islam dan hasil observasi kegiatan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengulangan memiliki relevansi pedagogis yang kuat dalam tiga ranah pendidikan: kognitif, psikomotor, dan afektif. Pengulangan berperan tidak hanya sebagai strategi mengingat pelajaran, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan profetik berbasis hadis, serta kontribusi praktis bagi penguatan sistem pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembiasaan dan keteladanan. Kata kunci: hadis Nabi, metode pengulangan, pendidikan profetik, pesantren, pendidikan Islam
Copyrights © 2026