Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi Rekomendasi Pemupukan dan Pembuatan Nematisida Nabati dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kopi di Desa Campakamulya Arifin, Mahfud; Solihin, Muhammad Amir; Devnita, Rina; Rosniawaty, Santi; Putri, Noviani; Ramadhan, Ilmi
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.46125

Abstract

Kopi Arabika Puntang menjadi salah satu produk unggulan pertanian di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Cita rasa dan aroma yang khas menjadikan kopi ini banyak peminat, namun produktivitas kopi arabika ini terus menurun. Pengabdian pada masyarakat (PPM) ini berupaya mendongkrak produksi kopi Arabika Puntang di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bukit Amanah di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Produktivitas kopi yang rendah di wilayah ini disebabkan oleh kondisi fisik lingkungan dan tanah yang kurang baik. Selain itu, setidaknya terdapat 17 spesies nematoda parasit yang berbeda ditemukan di tanah perkebunan kopi dengan tegakkan hutan pinus, yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, pematangan buah tidak merata, dan hasil panen rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, PPM ini mengusulkan beberapa solusi yaitu perbaikan kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, dan praktik konservasi tanah. Seminar dan lokakarya dengan tema "Peningkatan Produktivitas Lahan Perkebunan Kopi Berbasis Karakteristik Tanah dan Lingkungan" juga menjadi bagian dari program PPM ini. Penerapan metode ini diharapkan mampu meningkatkan produksi kopi Arabika Puntang dan membantu memenuhi permintaan dunia akan kopi berkualitas tinggi ini. Petani juga mendapat manfaat dari program ini, karena meningkatkan pemahaman mereka tentang tingkat kesuburan tanah dan cara menjaga kesuburan tanah.
PENGARUH KONDISI TOPOGRAFI TERHADAP SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAHAN: Studi Kasus di Hulu Sub DAS Cikapundung, Jawa Barat Noviani Putri; Muhammad Amir Solihin
Majalah Ilmiah Globe Vol. 25 No. 1 (2023): GLOBE VOL 25 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wilayah hulu daerah aliran sungan (DAS) merupakan area resapan air yang penting dalam siklus hidrologi. Sebaran suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST) dapat menjadi prediktor perubahan kondisi hidrologi. Sebaran vegetasi dan kondisi topografi di Hulu Sub-DAS Cikapundung dapat mempengaruhi sebaran LST. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan LST dengan kondisi topografi berupa elevasi, slope dan aspek melalui data penginderaan jauh. Nilai LST diperoleh dengan metode Mono Window Algorithm menggunakan citra multispektral Landsat 8 OLI, sedangkan sebaran vegetasi menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dari pengolahan citra Sentinel 2A-MSI. Kondisi topografi dianalisis menggunakan DEMNAS. Analisis statistik korelasi dan regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan LST dan kondisi topografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran LST berkorelasi negatif signifikan dengan NDVI, elevasi dan slope. Namun, LST tidak signifikan berkorelasi dengan aspek. Pengaruh elevasi terhadap LST pada bulan basah dan kering yaitu 41-45%, sedangkan pengaruh slope sebesar 26-31%. Karakteristik tutupan lahan melalui nilai NDVI juga mempengaruhi hubungan antara LST dan kondisi topografi. Elevasi rendah dan slope yang datar memperbesar ruang penerimaan radiasi matahari sehingga LST lebih tinggi. Tutupan lahan tegalan dan permukiman pada wilayah hulu DAS menyebabkan evapotranspirasi dan LST yang tinggi sehingga mengganggu fungsi hidrologi. Oleh karena itu, pemantauan LST dengan mempertimbangkan kondisi topografi sangat penting dilakukan terutama terhadap wilayah yang mengalami perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai basis data pemantauan kondisi hidrologi, perencanaan tata ruang dan antisipasi perubahan iklim di wilayah hulu DAS.
Analisis Terrain Pada Lahan Berlereng Melalui Interpretasi Foto Udara Drone Solihin, Muhammad Amir; Siswanto, Shantosa Yudha; Kencana, Dika
Soilrens Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v21i2.53452

Abstract

Terrain analysis on land can be done through field activities or remote sensing. The development of aerial photography technology through drones can be used to identify land conditions, especially on narrow land, and requires large-scale maps. Terrain characterization can use a Digital Elevation Model (DEM) generated through aerial photography with drone vehicles. This study aimed to determine the research location's topographic characteristics, scale, and class of map geometry accuracy. The research location is in the Eastern Region of Padjadjaran Jatinangor University, Hegarmanah Village, Jatinangor District, part of the Cikeruh Sub Das. The method used is a descriptive survey method and quantitative data analysis. The results showed that the topographic characteristics of the study location had an elevation of 715 – 747 m above sea level and a flat slope class (0 – 3%) – steep (>60%), which was dominated by a steep slope class (26 – 40%) on 55 land units. The aerial photography used meets the standard of map accuracy class at a scale of 1:2,500 class 3
Combination Effect of NK and P Fertilizers on Soil Available-K, K Absorption, and Sweet Corn Productivity in Inceptisols Emma Trinurani Sofyan; Muhammad Amir Solihin; Oviyanti Mulyani; Annisya Salsabilla; Asty Nesya; Irwandhi, Irwandhi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.1.187

Abstract

One factor affecting sweet corn's (Zea mays saccharata Sturt.) productivity refers to soil fertility and proper fertilization. This study aimed to determine the optimal combination of NK and P fertilizer doses to enhance the growth and yield of corn grown on Inceptisols. This research was conducted at the Soil Chemistry and Plant Nutrition Experimental Field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The Randomized Block Design consisted of 10 treatments with three replicates each. The treatments included: A, control; B, standard NPK; C, ¼ dose NK + 1 P + ½ N; D, ½ dose NK + 1 P + ½ N; E, ¾ dose NK + 1 P + ½ N; F, 1 dose NK + 1 P + ½ N; G, 1¼ dose NK + 1 P; H, 1 dose NK; I, ½ dose NK + ½ single N,P,K; and J, ¾ dose NK + ¼ single N,P,K. The results showed that the combination of NK and P fertilizers significantly affected the growth and yield of sweet corn. The treatment with ¾ NK + 1 P + ½ N had a notable impact on cob weight (0.33 kg/cob), cob diameter (5.05 cm), and cob length (21.2 cm). This treatment also increased K absorption to 34.49, available soil K to 2.45 cmol kg-1, and the sweetness level of corn to 13.56%. This study provides new recommendations for corn fertilization to improve the growth and yield on Inceptisols. Keywords: optimal fertilizer dosage, corn growth, corn productivity, nutrient uptake
Land Suitability and Economic Feasibility Analysis of Peanuts (Arachis hypogaea) in Jatinangor Subdistrict, West Java Province Devnita, Rina; Solihin, Muhammad Amir; Sandrawati, Apong; Sitorus, Hasnan Pratama
Soilrens Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v22i2.61720

Abstract

Jatinangor Subdistrict in West Java Province has potentiality to be grown by peanuts (Arachishypogaea) due to the proper climate and the quite spacious availabity land. The farmers in this areaare also used to grow this legume and the demand for this commodity increases by years. The objectiveof this study was to evaluate actual land suitability classes and economic feasibility of peanuts inJatinangor Subdistrict. The methodology using survey method following by sampling and laboratoryanalyses to evaluate land suitability. The assessment used matching table considering the limitingfactor for evaluating land suitability. The economic feasibility using R/C ratio (Revenue Cost Ratio).The results showed that the actual land suitability class for peanuts class S3 (Marginal Suitable) withthe limiting factors of water availability, organic carbon content and slope. Non suitable also foundwith limiting factors of coarse material and slope. The R/C ratio for peanuts was 1.52, indicating thatpeanuts were feasible and profitable to cultivate in Jatinangor Subdistrict.
Analisis Tingkat Kerawanan Longsor di Sub Daerah Aliran Sungai Cisangkuy, Citarum Hulu Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Skoring Julaeha, Siti; Kendarto, Dwi Rustam; Solihin, Muhammad Amir
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 5 No. 2 (2022): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v5i2.25022

Abstract

Sub DAS Cisangkuy memiliki bentuk lahan berupa perbukitan hingga pegunungan, didominasi oleh kemiringan lereng agak curam dan curam. Karakteristik wilayah tersebut menyebabkan Sub DAS Cisangkuy termasuk daerah yang rawan terjadi bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wilayah melalui parameter kerawanan longsor dan memetakan sebaran tingkat kerawanan longsor di Sub DAS Cisangkuy memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial berupa tumpang susun atau overlay, skoring dan pembobotan. Model yang digunakan merujuk pada pendugaan Puslittanak tahun 2004 dengan parameter berupa curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan penyusun (geologi), dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cisangkuy didominasi oleh macam tanah andosol eutrik, jenis batuan vulkanik, kemiringan lereng 16-25%, penggunaan lahan hutan, dan intensitas curah hujan rata-rata tahunan 2001-2500 mm/tahun. Terdapat 3 tingkat kerawanan longsor di Sub DAS Cisangkuy diantaranya tingkat kerawanan rendah seluas 1293,91 ha (4,54%), kerawanan sedang seluas 6698,59 ha (23,48%), dan kerawanan tinggi seluas 20537,5 ha (71,99%).