Desy Lusiyana
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: SATU DEKADE PENELITIAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN ICT Desy Lusiyana; Nurjanah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3692

Abstract

Kemampuan spasial merupakan kemampuan untuk memanipulasi, memutar, membalik, atau memutar secara mental stimuli yang disajikan secara gambaran. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri metode penelitian yang sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial dan teknologi yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan spasial. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review dengan langkah prisma yang menggunakan aplikasi covidence. Langkah yang dilakukan yaitu mencari sumber literatur. Pada penelitian ini sumber literatur yang digunakan yaitu artikel dengan terindeks Scopus. Diperoleh 138 artikel terindeks scopus yang diperoleh dengan kata kunci spatial ability, ICT dan geometri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan covidence menggunakan langkah PRISMA. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu identification, screen, dan Included. Terdapat 47 artikel dengan kriteria terdapat kemampuan spasial pada materi geometri. Populasi/sampelnya pada siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Hasil analisis data diperoleh selama 10 tahun terdapat 33 artikel yang mengkaji kemampuan spasial pada pembelajaran matematika dengan artikel terpublish terbanyak yaitu pada tahun 2021 sebanyak 7 artikel dan media pembelajaran yang sering digunakan yaitu Augmented RealityKemampuan spasial merupakan kemampuan untuk memanipulasi, memutar, membalik, atau memutar secara mental stimuli yang disajikan secara gambaran. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri metode penelitian yang sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial dan teknologi yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan spasial. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review dengan langkah prisma yang menggunakan aplikasi covidence. Langkah yang dilakukan yaitu mencari sumber literatur. Pada penelitian ini sumber literatur yang digunakan yaitu artikel dengan terindeks Scopus. Diperoleh 138 artikel terindeks scopus yang diperoleh dengan kata kunci spatial ability, ICT dan geometri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan covidence menggunakan langkah PRISMA. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu identification, screen, dan Included. Terdapat 47 artikel dengan kriteria terdapat kemampuan spasial pada materi geometri. Populasi/sampelnya pada siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Hasil analisis data diperoleh selama 10 tahun terdapat 33 artikel yang mengkaji kemampuan spasial pada pembelajaran matematika dengan artikel terpublish terbanyak yaitu pada tahun 2021 sebanyak 7 artikel dan media pembelajaran yang sering digunakan yaitu Augmented Reality.
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: SATU DEKADE PENELITIAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN ICT Desy Lusiyana; Nurjanah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3692

Abstract

Kemampuan spasial merupakan kemampuan untuk memanipulasi, memutar, membalik, atau memutar secara mental stimuli yang disajikan secara gambaran. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri metode penelitian yang sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial dan teknologi yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan spasial. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review dengan langkah prisma yang menggunakan aplikasi covidence. Langkah yang dilakukan yaitu mencari sumber literatur. Pada penelitian ini sumber literatur yang digunakan yaitu artikel dengan terindeks Scopus. Diperoleh 138 artikel terindeks scopus yang diperoleh dengan kata kunci spatial ability, ICT dan geometri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan covidence menggunakan langkah PRISMA. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu identification, screen, dan Included. Terdapat 47 artikel dengan kriteria terdapat kemampuan spasial pada materi geometri. Populasi/sampelnya pada siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Hasil analisis data diperoleh selama 10 tahun terdapat 33 artikel yang mengkaji kemampuan spasial pada pembelajaran matematika dengan artikel terpublish terbanyak yaitu pada tahun 2021 sebanyak 7 artikel dan media pembelajaran yang sering digunakan yaitu Augmented RealityKemampuan spasial merupakan kemampuan untuk memanipulasi, memutar, membalik, atau memutar secara mental stimuli yang disajikan secara gambaran. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri metode penelitian yang sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan spasial dan teknologi yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan spasial. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review dengan langkah prisma yang menggunakan aplikasi covidence. Langkah yang dilakukan yaitu mencari sumber literatur. Pada penelitian ini sumber literatur yang digunakan yaitu artikel dengan terindeks Scopus. Diperoleh 138 artikel terindeks scopus yang diperoleh dengan kata kunci spatial ability, ICT dan geometri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan covidence menggunakan langkah PRISMA. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu identification, screen, dan Included. Terdapat 47 artikel dengan kriteria terdapat kemampuan spasial pada materi geometri. Populasi/sampelnya pada siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi. Hasil analisis data diperoleh selama 10 tahun terdapat 33 artikel yang mengkaji kemampuan spasial pada pembelajaran matematika dengan artikel terpublish terbanyak yaitu pada tahun 2021 sebanyak 7 artikel dan media pembelajaran yang sering digunakan yaitu Augmented Reality.
Pendampingan Modifikasi Modul Ajar Matematika dan Non Matematika Bagi Guru: Integrasi Keterampilan Numerasi David Nurfiqih; Milah Nurkamilah; Andika Putra R; Citra Utami; Desy Lusiyana; Lucky Heryanti Jufri; Nova Nurhanifah; Siti Zakiyah; Tatang Herman; Sufyani Prabawanto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28283

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan salah satu keterampilan penting karena membantu manusia dalam memahami dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan terhadap keterampilan literasi dan numerasi yang dilakukan mulai dari sejak dini termasuk melalui proses pembelajaran di sekolah, baik dasar maupun perguruan tinggi. Meskipun begitu, penanaman numerasi di sekolah bukan berarti bahwa semua guru mengajarkan matematika, tetapi bagaimana guru mengintegrasikan numerasi dalam kurikulum melalui pembelajaran lintas mata Pelajaran. Guru masih kesulitan dalam mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan literasi numerasi. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman guru terkait konsep literasi numerasi dan meningkatkan kemampuan guru lintas mata pelajaran dalam mengidentifikasi konten matematika untuk merancang modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan numerasi. Metode pelatihan dan pendampingan dilakukan secara synchronous dan asynchonous di SMPN 6 Garut dengan peserta dari berbagai guru mata pelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat penguatan pemahaman konsep literasi numerasi dengan capaian > 80% untuk masing-masing aspek, dan 8 kelompok guru mata pelajaran (100%) mampu mengidentifikasi konten matematika yang tepat untuk diintegrasikan pada modul ajar dengan capaian konten numerasi yang teridentifikasi sebesar 80 % (4 dari 5 domain matematika), selain itu guru mampu mengidentifikasi konteks personal, sosial budaya maupun saintifik dalam bidang ilmu yang diampuĀ  sebagai konteksĀ  masalah pada modifikasi modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan numerasi. Domain bilangan menjadi tututan numerasi paling dominan dibandingkan domain matematika lainnya seperti aljabar, pengukuran, data dan ketidakpastian serta geometri. Kegiatan pengabdian berimplikasi juga terhadap peningkatan literasi digital guru dalam berkolaborasi dengan memanfaatkan spreadsheet dan google document.