Aris Handayani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro Novie Dyah Sulistya; Sutio Rahardjo; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.99

Abstract

Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Personal hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 92 responden. Variabel independent adalah pengetahuan dan personal hygiene remaja putri, sedangkan variabel dependent adalah fluor albus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji chi square dengan tingkat koefisien ρ=0,05. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa lebih dari sebagian remaja putri memiliki pengetahuan kurang tentang fluor albus 61 (66,3%), sebagian besar remaja putri personal hygienenya negatif 72 orang (78,3%), sebagian besar remaja putri mengalami kejadian fluor albus yaitu sebanyak 79 orang (85,9%). Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan, personal hygiene dengan kejadian fluor albus diperoleh nilai p=0,000. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian fluor albus. Sehingga diharapkan pada institusi kesehatan terdekat agar memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, PHBS dan membentuk kader husada di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro serta bagi remaja putri hendaknya selalu mencari informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang personal hygiene dengan kejadian flour albus agar tidak mendapatkan resiko yang dapat membahayakan kesehatan diri sendiri. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, personal hygiene, kejadian fluor albus.
Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro: The Relationship between Knowledge and Personal Hygiene of Adolescent Girls and the Incidence of Fluoride albus at Al-Falah Islamic Boarding School, Pacul Village, Bojonegoro Regency Novie Dyah Sulistya; Sutio Rahardjo; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.99

Abstract

Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Personal hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 92 responden. Variabel independent adalah pengetahuan dan personal hygiene remaja putri, sedangkan variabel dependent adalah fluor albus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji chi square dengan tingkat koefisien ρ=0,05. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa lebih dari sebagian remaja putri memiliki pengetahuan kurang tentang fluor albus 61 (66,3%), sebagian besar remaja putri personal hygienenya negatif 72 orang (78,3%), sebagian besar remaja putri mengalami kejadian fluor albus yaitu sebanyak 79 orang (85,9%). Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan, personal hygiene dengan kejadian fluor albus diperoleh nilai p=0,000. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian fluor albus. Sehingga diharapkan pada institusi kesehatan terdekat agar memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, PHBS dan membentuk kader husada di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro serta bagi remaja putri hendaknya selalu mencari informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang personal hygiene dengan kejadian flour albus agar tidak mendapatkan resiko yang dapat membahayakan kesehatan diri sendiri. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, personal hygiene, kejadian fluor albus.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Kebiasaan Mencuci Tangan Ibu Batita terhadap Kejadian Diare di Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro: The Relationship of Knowledge, Attitudes and Habits of Washing Hands of Toddlers to The Incidence of Diarrhea at The Tambakrejo Bojonegoro Health Center Selvi Desi Lufianti; Aris Handayani; Abdul Latip
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.127

Abstract

Diare merupakan penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan menjadi penyebab kedua kematian balita di seluruh dunia setelah pneumonia. Menurut Riskesdes tahun 2018 prevalensi diare pada balita berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan menurut kelompok umur dengan prevalensi diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi yaitu pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5%, pada bayi sebesar 9%, dan kelompok umur 75 keatas sebesar juga merupakan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 7%.Penderita diare di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 yaitu pada tahun 2019 terdapat 11.081 kasus sedangkan pada tahun 2020 adalah 10.944 kasus. Di Puskesmas Tambakrejo kasus diare Berdasarkan data Laporan tahunan Puskesmas Tambakrejo pada tahun 2020 terdapat 571 dari 3164 balita kasus diare pada batita dengan prevalensi 18,04% Sedangkan pada tahun 2021 terdapat 550 dari 3117 kasus diare pada batita dengan prevalensi 17,64%. Kejadian Diare dari tahun ke tahun selalu melebihi prevalensi yaitu 6,54% pada tahun 2020 dan 6,14 % pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan batita usia 12 – 36 bulan dengan teknik System Cluster Random Sampling dengan responden sejumlah 102 responden. Variabel independen adalah pengetahuan ibu, sifat ibu, dan kebiasaan mencuci tangan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tabel observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar ibu batita berpengetahuan baik sebanyak 79 responden (77,5%). Hasil analisis hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare p = 0,07 yang mana t = 0,005 < α (0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan sikap dan kebiasaan