Rendra Arjita
Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik melalui LMS Moodle pada Materi Dasar-Dasar Pemetaan Rendra Arjita; I Komang Astina; Syamsul Bachri; Tuti Mutia
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.1025

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan literasi numerasi peserta didik di kelas X.4 SMA Negeri Pesanggaran tahun pelajaran 2022/2023 melalui pemanfaatan LMS berbasis Moodle pada materi dasar-dasar pemetaan mata pelajaran Geografi. Penelitian ini diselenggarakan untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan litarasi numerasi peserta didik yang dilaksanakan dalam beberapa siklus. Jumlah peserta didik yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X.4 dengan jumlah 35 peserta didik. Penelitian ini silakukan pada setiap siklus dengan langkah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes sesuai dengan indikator kemampuan literasi numerasi serta observasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran oleh observer. Dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik melalui pemanfaatan LMS berbasis Moodle. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik kategori tinggi pada sebelum siklus dan siklus I sejumlah 1 (3%) peserta didik. Setelah diberlakukan tindakan, berdasarkan hasil observasi dan refleksi pada siklus II meningkat menjadi 19 (54%) peserta didik. Dengan demikian peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik di kelas X.4 dapat disimpulkan telah memenuhi indikator keberhasilan pada siklus II, sehingga penelitian tidak perlu dilakjutkan ke siklus III.