Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM PENJUALAN KONSINYASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK LIGHTWEIGHT RATIONAL UNIFIED PROCESS: ANALYSIS AND DESIGN OF CONSIGNMENT SALES SYSTEM USING AN OBJECT ORIENTED LIGHTWEIGHT RATIONAL UNIFIED PROCESS APPROACH Mohammad Fajar; Richla Rahmatika; Afifah Afifah
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 9 No 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v9i2.4735

Abstract

The aim of this study is to apply Lightweight Rational Unified Process (RUP) approach in modeling consignment sales information systems. Data collection is performed through literature studies, interviews and evaluation of modeling results systems. The application of the Lightweight RUP method in this research is carried out by following each stage of the approach, starting from requirements stage, analysis stage, then design stage, and the implementation stage where the connection between one stage and another can be maintained through the artifacts produced. In the requirements stage, usecase is made based on the requirements table which contains system features based on literature studies related to sales information systems and through interviews of the potential users. Furthermore, the usecase is the basis for making a number of diagrams at the analysis stage, namely activity diagrams and sequence diagrams. At the design stage, platform selection needs to be done first, so that the class diagram that will be designed to adjust to the platform chosen. In addition, at the final stage of the design, the author adds the evaluation process to the completeness of the class diagram before translated them into program code. Evaluation at the final stage of the design shows that the created class diagram has fulfilled all aspects of completeness so that it is possible to be mapped to the final target platform selected, namely the Java programming language. While the evaluation of generated program code on the Java platform shows that the cashier will able to use the desktop application to make sales transactions. As for the Android platform-based application can be used by the consignor to see the information on the status of the sold items (cakes).
Pengaruh Digital Marketing dan Inovasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada UMKM Kuliner dengan Electronic Word of Mouth sebagai Variabel Moderasi Renny Renny; Afifah Afifah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12163

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing dan inovasi produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada UMKM kuliner serta menguji electronic word of mouth (E-WOM) sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui survei terhadap konsumen yang pernah membeli produk UMKM kuliner, memperoleh informasi produk melalui kanal digital, dan membaca ulasan pelanggan. Model dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan memasukkan pengaruh langsung digital marketing, inovasi produk, dan E-WOM, serta interaksi digital marketing dengan E-WOM dan inovasi produk dengan E-WOM. Simulasi data terhadap 250 responden menghasilkan nilai R² keputusan pembelian sebesar 0,580. Digital marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan koefisien 0,323, inovasi produk sebesar 0,401, dan E-WOM sebesar 0,233. Interaksi digital marketing dan E-WOM menghasilkan koefisien 0,155, sedangkan interaksi inovasi produk dan E-WOM menghasilkan koefisien 0,201. Hasil tersebut menunjukkan bahwa E-WOM yang positif dan kredibel memperkuat pengaruh digital marketing maupun inovasi produk terhadap keputusan pembelian, dengan efek moderasi yang lebih kuat pada hubungan inovasi produk. Penelitian ini mengintegrasikan komunikasi pemasaran, penciptaan nilai produk, dan validasi sosial dalam satu model. Pendekatan tersebut juga menempatkan ulasan konsumen sebagai sumber informasi pasar bagi perbaikan produk. Secara praktis, UMKM kuliner perlu menyelaraskan pengembangan produk, komunikasi digital, pengalaman konsumen, pengelolaan ulasan, dan pemantauan kinerja untuk meningkatkan konversi pembelian dan pembelian ulang.
Pengaruh Work-Life Balance dan Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z pada Perusahaan Sektor Jasa Renny Renny; Afifah Afifah; Yeni Saharaeni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1758

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh work-life balance dan employee engagement terhadap kinerja karyawan Generasi Z pada perusahaan sektor jasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan pengumpulan data secara cross-sectional. Model penelitian melibatkan 180 responden Generasi Z yang diasumsikan memenuhi kriteria penelitian dan dipilih melalui purposive sampling dari beberapa subsektor jasa. Work-life balance diukur melalui work interference with personal life, personal life interference with work, dan work-personal life enhancement. Employee engagement diukur melalui vigor, dedication, dan absorption, sedangkan kinerja karyawan mencakup task performance, contextual performance, dan counterproductive work behavior. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares untuk mengevaluasi model pengukuran dan model struktural. Berdasarkan data simulasi, work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan koefisien jalur 0,294, sedangkan employee engagement berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,563. Nilai R-square sebesar 0,617 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 61,7% variasi kinerja karyawan. Employee engagement memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan work-life balance. Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja berperan dalam menjaga kapasitas fisik dan psikologis karyawan, sedangkan keterikatan kerja mengarahkan kapasitas tersebut menjadi perilaku kerja produktif. Perusahaan sektor jasa perlu mengintegrasikan fleksibilitas kerja, pengelolaan beban kerja, dukungan atasan, pengakuan kontribusi, umpan balik, dan pengembangan karier untuk memperkuat kinerja karyawan Generasi Z secara berkelanjutan.