This study examines the mission and growth of Pentecostal-Charismatic churches in Tarutung District, North Tapanuli, through a theological praxis reflection framework. Using qualitative descriptive-sociological methods with data gathered through observation, interviews, and literature study, the research produces three interconnected findings. First, Pentecostal-Charismatic expansion in Tarutung rests on a pneumatological foundation of missio Dei, in which the Holy Spirit functions as the primary agent of mission. Second, the apostolic praxis of these churches operates integratively through a missional triad: Revival Services (RS) as pneumatological proclamation, diakonia as holistic social engagement, and discipleship as ongoing ecclesial consolidation. Third, the significant growth of these churches amid Batak denominational plurality calls for a missional ecumenism that transcends institutional competition toward genuine collaboration in God's mission. This study contributes to Indonesian contextual missiology and offers a theological praxis framework for churches responding to the dynamics of denominational growth in the historically Lutheran Batak Christian territory of North Tapanuli. Abstrak Penelitian ini mengkaji misi dan pertumbuhan gereja Pentakostal-Karismatik di Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, melalui kerangka refleksi teologis praksis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif sosiologis dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta studi literatur, penelitian ini menghasilkan tiga temuan yang saling berkaitan. Pertama, ekspansi Pentakostal-Karismatik di Tarutung bertumpu pada fondasi missio Dei yang pneumatologis, di mana Roh Kudus berperan sebagai agen misi yang utama dan aktif. Kedua, praksis kerasulan Gereja-gereja ini berlangsung secara integratif melalui triad misional: Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) sebagai proklamasi pneumatologis, diakonia sebagai keterlibatan sosial holistik, dan pemuridan sebagai konsolidasi eklesial yang berkelanjutan. Ketiga, pertumbuhan signifikan Gereja-gereja ini di tengah pluralitas denominasional Batak menuntut ekumene misional yang melampaui kompetisi institusional menuju kolaborasi sejati dalam misi Allah. Penelitian ini berkontribusi pada misiologi kontekstual Indonesia, serta menawarkan kerangka teologis praktis bagi Gereja-gereja dalam merespons dinamika pertumbuhan denominasional di wilayah Tapanuli Utara yang secara historis merupakan basis kekristenan Batak Lutheran