Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Flexible Role of Middlemen in the Nutmeg Distribution Scheme in Maluku baso, avryana; Dana, I Gusti Ngurah Krisna; Syamsuri, Ulfa Aulia
PCD Journal Vol 10 No 2 (2022): PCD Journal Volume 10 No. 2 2022
Publisher : PCD Press, Department of Politics and Government - Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/pcd.v10i2.7565

Abstract

Nutmeg cultivation in Banda Neira integrally involves middlemen, brokers who connect nutmeg farmers with the global market. Studies of such middlemen tend to emphasise the negative effects of their relationship with farmers. However, some research on their positive impact has also been conducted. This study seeks to explain the positive effects of middlemen by describing the flexibility of the brokered system. This descriptive-qualitative research, using data sourced from a study of the literature as well as interviews with resource persons, finds that flexibility has been created with the support of a communal social system that has carefully been maintained by middlemen in the nutmeg distribution scheme and supply chain. In the nutmeg distribution scheme, farmers have the option to sell nutmeg to a private actor—PT Kamboti —, but this option is not accessible to all smallholders because of the company’s profit-oriented (market) logic. This study concludes that middlemen play a flexible role, one which is positively and highly related to the social context that they have helped create and maintain. These middlemen tend to present themselves as the brothers, or at least relatives, of the farmers. As these middlemen prioritise social approaches to increase social bonding, there is no resistance to their involvement in the nutmeg distribution scheme in Maluku.
Collaborative Governance Berbasis Tri Hita Karana Pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar Suacana, I Wayan Gede; Sudana, I Wayan; Dana, I Gusti Ngurah Krisna
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 9 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/8xp11z73

Abstract

Collaborative Governance Berbasis Tri Hita Karana di Desa Sayan merupakan langkah strategis untuk mengatasi kompleksitas hubungan antara Desa Dinas dan Desa Adat Sayan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa secara kolaboratif dengan berlandaskan prinsip Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan antar manusia), dan Palemahan (hubungan dengan lingkungan). Melalui pendekatan andragogi, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi partisipatif untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep collaborative governance antara Desa Dinas dan Desa Adat. Peserta diberikan materi tentang tata kelola kolaboratif berbasis Tri Hita Karana serta kesempatan mendiskusikan isu-isu aktual yang dihadapi dalam sinergi kedua lembaga tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat di Desa Sayan, Ubud, telah terwujud dalam beberapa aspek penting. Pertama, musyawarah bersama dilakukan untuk pengambilan keputusan strategis yang mengikat pemerintah dan masyarakat desa. Kedua, kerja sama diwujudkan dalam pengelolaan sumber daya alam dan keuangan desa. Ketiga, kolaborasi juga terjadi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa. Adapun model governance yang diterapkan mencerminkan dua pendekatan: desentralistik pada Desa Dinas, di mana kewenangan pemerintah desa bersifat dominan, dan centripetal pada Desa Adat, di mana lembaga adat berperan sentral. Dengan demikian, implementasi Collaborative Governance berbasis Tri Hita Karana di Desa Sayan mampu meningkatkan efektivitas pemerintahan desa sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.