Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Abstrak: Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Unmet Need di Kampung KB Deppasawi Kota Makassar Sa'ban, Zikrul; Stang, Stang; Abdullah, M. Tahir; Utami, Wulan Aprilia; Aqida, Dyah Furnama; Syahrani, Zalsah Puteri Annisa; Malolo, Heldi Anjelina; Rajab, Nur Afifah Basrani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15087

Abstract

Unmet needmengacu pada Pasangan Usia Subur (PUS) yang aktif secara seksual dan ingin menunda atau menghindari memiliki anak lagi tetapi tidak menggunakan kontrasepsi yang aman dan efektif, sehingga menimbulkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, kematian ibu dan anak, serta risiko terkait lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need di Kampung KB Deppasawi Makassar, dengan menggunakan desain cross-sectional observasional-analitik. Dari populasi 1.874 PUS, diambil sampel melalui simple random sampling sebanyak 104 PUS. Analisis data meliputi distribusi frekuensi dan uji chi-square yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 104 sampel, 37 (35,58%) masuk dalam kategori unmet need. Analisis lebih lanjut dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara unmet need dengan pengetahuan (p = 0,015), dukungan suami (p < 0,001), dan kunjungan petugas KB (p = 0,033). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan usia (p = 0,886), pendidikan (p = 0,348), paritas (p = 0,740), agama atau kepercayaan (p = 0,068), penerimaan informasi KB (p = 0,589), dan kualitas pelayanan KB (p = 0,640). Kesimpulannya, pengetahuan, dukungan suami, dan kunjungan petugas KB berhubungan signifikan dengan kejadian unmet need di Kampung KB Deppasawi. Disarankan kepada petugas lapangan KB untuk meningkatkan upaya pemberian edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri pasangan dalam menggunakan metode kontrasepsi.
Non-adherence to pulmonary tuberculosis treatment: prevalence and associated factors in an urban community health center in Makassar, Indonesia Syahrani, Zalsah Puteri Annisa; Amiruddin, Ridwan; Wijaya, Eri; Sequeira, Octavio; Wiratama, Bayu Satria
Berita Kedokteran Masyarakat Vol 42 No 03 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v42i03.28079

Abstract

Purpose: Non-adherence to tuberculosis (TB) treatment remains a major public health concern, contributing to drug resistance, ongoing trans- mission, and increased morbidity and mortality. This study aimed to determine the prevalence and determinants of treatment non-adherence among pulmonary TB patients at the Tamalate Public Health Center, Makassar City, Indonesia, focusing on sociodemographic, behavioral, and health-related factors. Methods: A cross-sectional study was conducted from April 2024 among 110 pulmonary TB patients selected through exhaustive sampling. Treatment adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data were collected via structured interviews using KoboCollect and analyzed in Stata 14.0 using univariate and bivariate analyses (Chi-square and odds ratio). Results: Among 110 respondents, 30.0% were non-adherent. Most demonstrated poor TB-related knowledge (77.3%), low income (65.4%), and low education levels (42.7%). More than half experienced adverse drug effects (55.4%) and reported high family support (54.6%). In multivariate analysis, poor knowledge about tuberculosis remained independently associated with treatment non-adherence (aOR = 7.3; 95% CI: 2.13–25.30). Other factors, including adverse drug effects, household income, educational level, employment status, health insurance type, and family support, were not independently associated with non-adherence after adjustment. Conclusion: Treatment non-adherence in urban TB patients was primarily driven by poor tuberculosis-related knowledge, underscoring the need for strengthened, structured patient education within TB control programs.