Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Media Video Plus Leaflet Dan Leaflet Dalam Meningkatkan Pengatahuan Dan Sikap Tentang Penggunaan Jamban Sehat Rumah Tangga Di Kelurahan Kebonwaru Lolan, Yosef; Somantri, Ucu Wandi; Sinaga, Yakobus Lau De Yung
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.15126

Abstract

Perbedaan Media Video Plus Leaflet Dan Leaflet Dalam Meningkatkan Pengatahuan Dan  Sikap Tentang Penggunaan Jamban Sehat Rumah Tangga Di Kelurahan Kebonwaru. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak pendidikan kesehatan menggunakan media video dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap mengenai penggunaan jamban sehat di Desa Kebonwaru. Dengan menggunakan desain Eksperimen Kuasi dengan pendekatan pretest-posttest dua kelompok, para peneliti memberikan perlakuan kepada dua kelompok eksperimen dalam masyarakat. Satu kelompok menerima kedua media video dan leaflet, sementara kelompok lainnya hanya menerima leaflet. Subyek penelitian tidak dipilih secara acak dari masyarakat Kebonwaru dan Batununggal. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan rata-rata setelah intervensi video + leaflet, ditandai dengan nilai p sebesar 0,000, yang lebih rendah dari ambang batas 0,05. Demikian pula, terdapat perbedaan yang signifikan dalam skor sikap rata-rata sebelum dan sesudah intervensi, seperti yang ditunjukkan oleh nilai t sebesar 4,850, melampaui nilai kritis 0,423. Hal ini mengakibatkan penolakan hipotesis nol, menunjukkan perubahan yang berarti dalam skor sikap setelah intervensi. Sebagai kesimpulan, studi ini menunjukkan dampak positif terhadap pengetahuan dan sikap mengenai penggunaan jamban sehat setelah intervensi, menandakan bahwa responden mendapat manfaat dari informasi yang diberikan, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan dan pergeseran sikap yang menguntungkan.
HEALTH BELIEF MODEL APPROACH TO MOSQUITO NEST ERADICATION BEHAVIOUR (PSN) IN DHF INCIDENCE IN CIPAMOKOLAN HEALTH CENTRE ENVIRONMENT Lolan, Yosef Pandai; Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Somantri, Ucu Wandi
HEARTY Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i3.20072

Abstract

Indonesia until July 2020 reached 17,700 cases. There are 10 provinces that reported the highest number of cases, namely in West Java 10,772 cases, Bali 8,930 cases, East Java 5,948 cases, NTT 5,539 cases, Lampung 5,135 cases, DKI Jakarta 4,227 cases, NTB 3,796 cases, Central Java 2,846 cases, Yogyakarta 2,720 cases, and Riau 2,255 cases. Meanwhile, in 2019 the number of cases was very high at 112,954. In addition, the number of deaths throughout Indonesia reached 459. However, the number of cases and number of deaths in 2020 is still low when compared to 2019. In 2019 the incidence of Dengue Fever (DHF) in West Java was high at 23,296 people, with 145 deaths. In 2019 the incidence of Dengue Fever (DHF) was still a problem in Bandung City, it could potentially cause an Extraordinary Event (KLB). This study aims to determine the relationship between the Health Belief Model (Vulnerability, Frailty, Cues to Action, Benefits and Barriers) with Mosquito Nest Eradication Behaviour. This research was conducted with quantitative research using Cross Sectional, the sampling technique used was Stratified random sampling technique. In the results of this study, one variable was found to be related, namely the benefit variable with the results of chi square analysis obtained a p value of 0.000 (P value ≥ 0.05). The conclusion of this study is that most people in the cipamokolan puskesmas environment have vulnerable, severe, perform actions, are not useful and are hampered by PSN behaviour.
“Dismenore Bukan Hambatan” Aksi Inovasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri Rofiasari, Linda; Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Yusita, Intan; Valiani, Cici; Fauziah, Diah Adni; Suherdin, Suherdin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qssk4972

Abstract

Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dengan prevalensi mencapai 64,25% di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap produktivitas akademik, menyebabkan absensi sekolah dan penurunan konsentrasi belajar, namun tingkat pengetahuan remaja tentang penanganan dismenore masih rendah dengan 8 dari 10 remaja putri tidak mengetahui cara penanganan yang tepat. Program "Dismenore bukan Hambatan" bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam memahami serta melakukan upaya pengurangan nyeri dismenore secara mandiri, aman, dan efektif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Mekar Arum dengan 42 peserta melalui tiga tahapan: (1) pre-test, pemaparan materi oleh pakar, dan pembentukan grup konseling; (2) demonstrasi praktik penanganan non-farmakologis termasuk pembuatan minuman JESOMA, kompres hangat, massage, dan pemeriksaan hemoglobin; (3) layanan konseling berkelanjutan dan post-test dengan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari pretest (Mean=17,24; SD=1,61) ke posttest (Mean=18,14; SD=1,76) dengan Z=-3,07, p=0,002, dan effect size r=0,47 (kategori medium). Program edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan terstruktur, demonstrasi praktik, dan konseling berkelanjutan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dan penanganannya, sehingga memberdayakan mereka untuk mengelola dismenore secara mandiri dan tidak menjadikannya hambatan dalam aktivitas akademik.
Peningkatan Literasi Gizi Untuk Mengurangi Konsumsi Sugar Sweetened Beverages pada Siswa SMA Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Susilawati, Elis; Pratama, Reza; Yulianie, Rany; Silviana, Neneng
Karya Kesehatan Siwalima Vol 2, No 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i1.965

Abstract

Sekitar 49,5% dari Siswa SMA di Kota Bandung memiliki tingkat literasi gizi yang rendah. Di sisi lain, ditemukan juga bahwa pada kebanyakan siswa/i memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSB) atau minuman dengan kandungan gula yang tinggi. Kedua hal ini dapat merupakan faktor resiko yang dapat menuntun kepada banyak penyakit kronis di masa depan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berkolaborasi dengan SMA Advent Naripan dan SMA 4 Muhammadiyah untuk meningkatkan literasi gizi dan mengurangi konsumsi SSB. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan Penyuluhan. Kegiatan ini telah dilakukan di kedua sekolah tersebut pada tanggal 14 dan 18 November diikuti oleh total 352 siswa. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan posttest melalui kuesioner yang diberikan kepada partisipan diketahui bahwa siswa/i memiliki peningkatan yang signifikan dalam hal nilai literasi gizi (t319 = 17,727, p 0.01). Di sisi lain, konsumsi SSB para peserta kegiatan ini memiliki perubahan yang signifikan (Z = -3,508; p 0,01) dimana 41,9% siswa/i sudah mengurangi konsumsi SSB setiap minggunya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah meningkatkan literasi gizi dan juga mengurangi konsumsi SSB pada partisipan yang hadir. Oleh karena itu disarankan juga agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan pada sekolah-sekolah lain agar dapat mendidik siswa/i kepada pola makan yang jauh lebih sehat.
Analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di puskesmas Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Fauziah, Diah Adni; Lolan, Yosef Pandai; Apriliani, Fitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1965

Abstract

Background: The free health check program is a government preventive measure to improve early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs). However, community participation in this program varies, and research specifically examining factors influencing participation in the free health check program at the community health center level is limited. Purpose: To analyze the level of community participation in the free health check program at the community health center level. Method: This study used a cross-sectional design involving 100 respondents selected through stratified proportional random sampling. The instrument, a closed-ended questionnaire, was developed by the researcher and tested for validity (corrected item-total correlation > 0.30) and reliability (Cronbach's alpha: knowledge = 0.81; attitude = 0.86; social support = 0.79). Data analysis was performed using the chi-square test. Results: A total of 62% of respondents participated in the free health check program. There was no significant relationship between knowledge (p = 0.992) and attitude (p = 0.410) and community participation. Social support was significantly associated with participation (p = 0.034). Respondents who received social support were 2.43 times more likely to participate in the program than those without support (POR = 2.428; 95% CI: 1.062–5.552). Conclusion: Social support was the most important determinant of community participation in the CKG program, while knowledge and attitudes did not significantly influence it. This indicates that social dynamics play a more dominant role in shaping preventive health behaviors. Therefore, community health centers need to strengthen community involvement, increase family participation, and empower health cadres to increase participation in preventive health programs.   Keywords: Attitudes; Community Participation; Free Health Checks; Knowledge; Social Support.   Pendahuluan: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan upaya preventif pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Namun, tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini masih beragam dan penelitian yang secara spesifik mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keikutsertaan dalam program CKG di tingkat puskesmas masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di puskesmas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui stratified proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup yang disusun sendiri oleh peneliti dan telah diuji validitas (corrected item-total correlation > 0.30) dan reliabilitas (cronbach’s alpha pengetahuan = 0.81; sikap = 0.86; dukungan sosial = 0.79). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 62% responden berpartisipasi dalam program CKG. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0.992) maupun sikap (p = 0.410) dengan partisipasi masyarakat. Dukungan sosial memiliki hubungan bermakna dengan keikutsertaan (p = 0.034), responden yang memperoleh dukungan sosial memiliki peluang 2.43 kali lebih besar untuk mengikuti program, dibandingkan yang tidak didukung (POR = 2.428; 95% CI: 1.062–5.552). Simpulan: Dukungan sosial merupakan faktor yang paling menentukan dalam partisipasi masyarakat pada program CKG, sementara pengetahuan dan sikap tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa, dinamika sosial memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk perilaku kesehatan preventif. Oleh karena itu, puskesmas perlu memperkuat keterlibatan masyarakat, meningkatkan peran serta keluarga, dan memberdayakan kader kesehatan untuk meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan preventif   Kata Kunci: Cek Kesehatan Gratis; Dukungan Sosial; Partisipasi Masyarakat; Pengetahuan; Sikap.