Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling Individu Terhadap Siswa yang Kesulitan Komunikasi Wahyu, Maulana Nur; Nur Hermatasiyah; Muhammad Fauzan Muttaqin
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/gy4sy021

Abstract

This research aims to evaluate the communication challenges faced by fifth grade students in elementary schools through a case study approach. The research method used is qualitative with a focus on case studies. Data collection was carried out through observing the student counseling process, interviews with 5th grade elementary school teachers, and documenting the results of individual counseling assessments. Research subjects were selected using a purposive sampling method. Data validation uses triangulation of sources and techniques. Data analysis is carried out through interactive analysis which includes data collection, reduction, data display and drawing conclusions. The research results show that individual student counseling is carried out through an initial stage which includes relationship building and counseling principles, a core stage which includes problem exploration and reassessment, and a final stage which includes action planning and evaluation of the counseling process and results. Students experience gradual changes in communication skills, so they can interact with other students better and more confidently. The counseling approach applied by teachers has a key role in helping students overcome barriers to communication. The implication is that teachers can develop better communication skills and increase students' self-confidence in interacting in the school environment and outside the classroom.
Peran Konseling Individu Berbasis Feminis dalam Penguatan Diri Mahasiswi dengan Peran Ganda sebagai Ibu Bekerja Rita Handayani; Nur Hermatasiyah; Desi Setiyadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8323

Abstract

Mahasiswi yang menjalankan peran ganda sebagai ibu bekerja tidak hanya menghadapi tekanan akademik dan tuntutan pekerjaan, tetapi juga beban emosional yang muncul dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersamaan. Kondisi tersebut seringkali memunculkan kelelahan fisik, konflik peran, serta perasaan tertekan dan bersalah ketika mereka belum mampu menjalankan seluruh perannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling individu berbasis feminis dalam penguatan diri mahasiswi dengan peran ganda sebagai ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penerapan konseling individu berbasis feminis sebagai bagian dari proses penggalian data, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada salah satu perguruan tinggi di Kota Tangerang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, semua partisipan mengalami kelelahan emosional, konflik peran, tekanan sosial, dan kecenderungan untuk memendam perasaan mereka. Proses konseling feminis yang dilakukan dalam dua sesi per partisipan menggunakan tiga mekanisme utama: membingkai ulang pengalaman negatif, memvalidasi perasaan partisipan, dan memperkuat identitas pribadi mereka. Setelah sesi konseling, partisipan menunjukkan peningkatan dalam tiga dimensi penguatan diri: intrapersonal (peningkatan kesadaran diri dan kepercayaan diri), interaksional (pemahaman kritis tentang peran gender dan dinamika hubungan sosial), dan perilaku (peningkatan kapasitas untuk pengambilan keputusan dan negosiasi peran yang lebih sehat). Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual berbasis feminis merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan penguatan diri mahasiswi yang menjalani peran ganda sebagai ibu bekerja.