Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja: Membongkar Mitos dan Meninjau Realitas Mahardika, Amadea Prajna Putra; Tanjung, Leo Perkasa
Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol. 5 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53396/media.v5i2.301

Abstract

This paper aims to investigate history, analyze concrete cases, and provide an in-depth look at whether and how women can play leadership roles in the Church. The method used in this research is a literature study. The case study method was also used with Sr Ann Rose Nu Tawng from Myanmar as the subject. The important result of this research is that women's leadership in the Church has a very vital function. In fact, women's leadership has various characteristics and advantages that cannot be replaced by men. Church history has proven that. Finally, the conclusion of this paper is that women should be given more opportunities and trust to take on leadership roles in the Church for the good of the Church itself.  
Antara Impunitas dan Impotensi: Pemaknaan atas Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Mahardika, Amadea Prajna Putra
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.294

Abstract

Makalah ini mengeksplorasi kritik Eka Kurniawan dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas terhadap impunitas dalam sistem hukum Indonesia. Melalui tokoh Ajo Kawir, yang menderita impotensi akibat trauma kekerasan, Eka menggambarkan bagaimana ketidakadilan dan kekebalan hukum merusak individu dan masyarakat. Impotensi Ajo Kawir menjadi simbol dari ketidakberdayaan rakyat kecil di hadapan otoritas yang kebal hukum. Dengan pendekatan analisis naratif, penulis mengeksplorasi tema ketidakadilan struktural, sublimasi agresi, dan dampak impunitas. Penelitian ini menemukan bahwa Eka Kurniawan memanfaatkan simbol-simbol dalam ceritanya untuk mengkritik impunitas yang melanggengkan kekerasan sistemik dan ketidakadilan. Novel ini memperingatkan bahwa tanpa penegakan hukum yang adil, masyarakat terjebak dalam lingkaran kekerasan dan penderitaan, serta menyerukan pentingnya keadilan yang menyeluruh dan tegas.
ORANG MUDA BELAJAR BERBELA RASA DI PINGIT, YOGYAKARTA Mahardika, Amadea Prajna Putra
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4352-4368

Abstract

Tulisan ini hendak mencari tahu motivasi dan tujuan beberapa orang muda menjadi relawan di Perkampungan Sosial Pingit di Yogyakarta. Penelitian ini menyoroti keterlibatan relawan Pingit, hubungan dorongan afeksi dengan bela rasa, dan dampak keterlibatan sosial terhadap agama dan teologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain wawancara mendalam dan focus group discussion. Sementara itu, analisis atas data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan studi pustaka. Kerelawanan di Pingit menunjukkan keterlibatan konkret orang-orang muda dalam karya sosial. Penelitian ini menunjukkan bagaimana aktivisme sosial dan agama (teologi) mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain, serta memberikan inspirasi bagi keterlibatan kaum muda dalam karya sosial. Meskipun demikian, kerap kali alasan utama orang muda terjun menjadi relawan sosial ternyata bukan karena ajaran agama, melainkan motivasi psikologis dan kemanusiaan. Hal ini belum akan menjadi persoalan sampai suatu saat mereka mengalami hambatan dalam keterlibatan sosial. Untuk itu diperlukan komunitas dan pendampingan yang tepat untuk membantu mereka mengolah dan memaknai aktivisme sosial yang mereka libati.