p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Batakarang
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SELAMA PANDEMI COVID-19: STUDENT LEARNING ACTIVITIES USING THE BLENDED LEARNING MODEL DURING COVID_19 PANDEMIC Indriani Rambu; Tety Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 1a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) untuk mengetahui permasalahan aktivitas belajar mahasiswa menggunakan model pembelajaran blended learning selama pandemi Covid-19; 2. untuk mengetahui permasalahan aktivitas apa saja yang dilakukan mahasiswa jika mengalami kesulitan belajar menggunakan model pembelajaran blended learning selama pandemi Covid-19; dan 3) untuk mengetahui permasalahan pengaruh aktivitas belajar mahasiswa terhadap pembelajaran belajar blended learning pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Analisis Regresi Linear Sederhana. Penelitian ini dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana dengan jumlah sampel mahasiswa dari angkatan 2018 - 2021 jumlah sampel 91 mahasiswa, Pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner yang dikembangkan dari variabel Aktivitas Belajar (X) dan Pembelajaran Blended Learning (Y); 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan aktivitas belajar mahasiswa menjadi menurun disebabkan kurang semangat dalam belajar, malas mengerjakan tugas, kurangnya aktivitas bertanya dan menjawab pertanyaan, kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana, dan kondisi lingkungan yang kurang bagus sehingga mahasiswa dengan dosen mau tidak mau harus berjuang agar proses perkuliahan tetap berjalan, mahasiswa dituntut untuk tetap mempunyai semangat dalam menjalani aktivitas belajar; 2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran blended learning, segala pengetahuan itu harus di peroleh dengan pengamatan sendiri, penyelidikan sendiri, dengan bekerja sendiri, dengan fasilitas yang diciptakan sendiri, baik rohani maupun teknis. 3) Hasil penelitian ini menunjukkan hasil pengujian analisis regresi linear sederhana dengan rumus Y = 29,657 + 0,275 X sehingga dapat diketahui bahwa Jika Nilai konstanta sebesar 29,657 artinya bahwa variabel aktivitas belajar terhadap pembelajaran blended learning meningkat sebesar 29,657, dan Jika Nilai koefisien Aktivitas Belajar (X) sebesar 0,275. Hal ini berarti bahwa jika variabel aktivitas belajar mahasiswa meningkat sebesar 1 kali. Maka pembelajaran blended learning meningkat sebesar 0,275. dengan uji t Pengaruh Aktivitas Belajar Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Blended Learning adalah sebesar 0,000> 0,05 dan t hitung 4,787 > t tabel 1,667 dapat disimpulkan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN DI MASA PANDEMI COVID-19: FACTORS THAT INFLUENCE THE LEARNING DIFFICULTIES OF BUILDING ENGINEERING EDUCATION STUDENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Meity U. Nomate; Tety Setiawaty; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 1a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui faktor-faktor internal apa saja yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa PTB, 2) faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa PTB, 3) bagaimana perengkingan faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa PTB di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis faktor. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Populasi yang dipilih adalah mahasiswa PTB angkatan 2016-2021, sampel yang digunakan dalam analisis faktor berjumlah 135 mahasiswa. Pengujian analisis faktor menunjukkan: 1) nilai KMO sebesar 0,761 dan Bartlett Test sebesar 137,462 sudah memenuhi persyaratan signifikasi, hasil uji MSA dari 9 faktor menunjukkan 9 faktor tersebut dapat dianalisis, 2) hasil uji Comunalities terdapat 1 Faktor yaitu Faktor ketersediaan sarana dan prasarana (F7) nilai extractionnya tidak dapat menjelaskan faktor dan ke-8 faktor nilai extractionnya dapat menjelaskan factor, 3) hasil Uji Total Variance Explained faktor bersama dengan nilai initial eigenvalue total yang ≥ 1, maka maka nilai total yang akan diambil adalah yang memiliki nilai lebih dari 1, yakni component 1 dan 2, 4) hasil uji Scree Plot menunjukkan 2 titik yang memiliki nilai eigenvalues > 1, artinya terdapat 2 faktor yang terbentuk, 5) hasil uji Component Matrix menunjukkan nilai korelasi masing-masing indikator terhadap faktor yang terbentuk yaitu faktor 1 korelasi dan faktor 2 korelasi, 6) hasil uji Rotated Component Matrix menunjukkan faktor yang memiliki korelasi yang kuat dengan component 1 dan component 2, 7) hasil uji Component Transformation Matrix bahwa terdapat 2 faktor yang terbentuk yaitu faktor Motivasi (F1) dan faktor Kebiasaan Belajar (F2), 8) hasil perengkingan data menunjukkan faktor Motivasi (F1) dan faktor kebiasaan belajar (F2) berpengaruh terhadap 7 faktor lainnya yaitu faktor tidak memahami materi (F3), kurang berkonsentrasi (F4), tidak aktif bertanya dan diskusi (F5), cara mengajar dosen (F6), ketersediaan sarana dan prasarana (F7) dan aktifitas di luar perkuliahan (F8) dan kondisi ekonomi keluarga (F9).