Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH SLOT ROTOR TERHADAP EFISIENSI, TORSI, DAN ARUS RMS PADA MOTOR INDUKSI 6 KW Dhimas Pratama; Ilham Rizq Fauzan; Muhammad Hasbi
JUTEKS Vol 8 No 1 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i1.15882

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan jenis motor listrik yang didasarkan pada arus induksi, Motor induksi dibagi menjadi dua berdasarkan jumlah fasanya, yaitu motor induksi satu fasa dan motor induksi tiga fasa. Motor induksi 3 fasa sudah banyak digunakan di industri karena memiliki kontruksi yang baik, stabil ketika berbeban, memiliki efesiensi yang tinggi, dan perawatan yang mudah. Pada penelitian ini fokus pada simulasi desain motor induksi 3 fasa, perhitungan nilai-nilai yang diperlukan untuk mendesain motor induksi 3 fasa yaitu: perhitungan stack height, lilitan perfasa, number of turn, tooth width, diameter luar motor, memperhitungan jumlah slot rotor dan stator, membuat desain motor, dan simulasi desain yang di rancang. proses simuasi dengan menginput nilai yang sudah diperhitungan sebelumnya ke dalam software sumulasi agar terlihat gambaran motor induksi 3 fasanya. Dengan simulasi dari software Simcenter Motorsolve 2019.1 dengan memasukkan desain motor induksi 3 fasa dengan jumlah slot stator tidak berubah yaitu 36 slot, dan jumlah slot rotor yang bervariasi yaitu 36, 48, dan 60, maka didapatkan grafik hasil yang berisi informasi mengenai, torsi, effisiensi, daya keluaran, arus RMS, dan faktor daya. Dari serangkaian percobaan melalui tahap perhitungan, perancangan dan simulasi dapat disimpulkan bahwa dari ketiga desain dengan slot rotor yang berbeda beda yaitu 36 slot, 48 slot dan 60 slot. Yang merupakan desain paling optimal ialah slot rotor yang berjumlah 36 dengan perbandingan yang didapat yaitu efisiensi 91,1%, torsi 40,6 N.m, dan arus nominal sebesar 11,8 A, akan tetapi desain ini memiliki torsi lebih kecil dibandingkan dua desain lainnya. Dengan catatan untuk slot stator pada ketiga desain disamakan yaitu 36 slot.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM OTOMASI PENCAMPURAN BIJI KOPI BERBASIS IOT PADA PRODUKSI COFFEE BASE Fithri Muliawati; Dhimas Pratama; Sarah Chairul Annisa
JUTEKS Vol 12 No 1 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini industri kopi di Indonesia sedang mengalami peningkatan yang pesat. Namun di tengah meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadapat minuman kopi, masih banyak aktifitas produksi yang dilakukan secara manual termasuk di PT. Sebastian Citra Indonesia. PT. Sebastian Citra Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Retail Food And Beverage. Pada PT. Sebastian Citra Indonesia terdapat divisi coffee base yang bertugas memperoduksi bahan dasar kopi dengan menggunakan biji kopi yang sudah di roasting sebanyak 300 gram dengan takaran kopi berjenis robusta 70% dan arabika 30% yang bertujuan menciptakan cita rasa khas sesuai dengan yang di inginkan perusahaan. Dalam proses produksi coffee base, operator melakukan penimbangan satu persatu jenis kopi secara manual dengan takaran yang sudah di tetapkan. Hal tersebut menyebabkan pekerjaan operator berjalan lambat dan menyebabkan target produksi tidak tercapai. Untuk itu, sistem prototype di rancang sebagai alat bantu pencampuran biji berbasis Internet Of Things (IoT). Sistem yang dibangun pada mikrokontroller Nodemcu Esp8266 akan memberi perintah untuk mencampurkan biji kopi dan memberi notifikasi jika penampungan biji kopi sudah mau kosong. Hasil dari penelitian ini didapat akurasi sensor berat load cell sebesar 99%,. Sehingga hasil pencampuran kopi dan waktu proses produksi menjadi lebih cepat dan tepat hal ini menandakan bahwa sistem prototype ini membuat produksi lebih efektif dan efisien. Kata Kunci: Sistem Pencampuran Biji Kopi, Internet of Thing dan Mikrokontroler.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM OTOMASI PENCAMPURAN BIJI KOPI BERBASIS IOT PADA PRODUKSI COFFEE BASE Fithri Muliawati; Dhimas Pratama; Sarah Chairul Annisa
JUTEKS Vol 12 No 1 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini industri kopi di Indonesia sedang mengalami peningkatan yang pesat. Namun di tengah meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadapat minuman kopi, masih banyak aktifitas produksi yang dilakukan secara manual termasuk di PT. Sebastian Citra Indonesia. PT. Sebastian Citra Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Retail Food And Beverage. Pada PT. Sebastian Citra Indonesia terdapat divisi coffee base yang bertugas memperoduksi bahan dasar kopi dengan menggunakan biji kopi yang sudah di roasting sebanyak 300 gram dengan takaran kopi berjenis robusta 70% dan arabika 30% yang bertujuan menciptakan cita rasa khas sesuai dengan yang di inginkan perusahaan. Dalam proses produksi coffee base, operator melakukan penimbangan satu persatu jenis kopi secara manual dengan takaran yang sudah di tetapkan. Hal tersebut menyebabkan pekerjaan operator berjalan lambat dan menyebabkan target produksi tidak tercapai. Untuk itu, sistem prototype di rancang sebagai alat bantu pencampuran biji berbasis Internet Of Things (IoT). Sistem yang dibangun pada mikrokontroller Nodemcu Esp8266 akan memberi perintah untuk mencampurkan biji kopi dan memberi notifikasi jika penampungan biji kopi sudah mau kosong. Hasil dari penelitian ini didapat akurasi sensor berat load cell sebesar 99%,. Sehingga hasil pencampuran kopi dan waktu proses produksi menjadi lebih cepat dan tepat hal ini menandakan bahwa sistem prototype ini membuat produksi lebih efektif dan efisien. Kata Kunci: Sistem Pencampuran Biji Kopi, Internet of Thing dan Mikrokontroler.
PENGARUH JUMLAH SLOT ROTOR TERHADAP EFISIENSI, TORSI, DAN ARUS RMS PADA MOTOR INDUKSI 6 KW Dhimas Pratama; Ilham Rizq Fauzan; Muhammad Hasbi
JUTEKS Vol 8 No 1 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i1.15882

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan jenis motor listrik yang didasarkan pada arus induksi, Motor induksi dibagi menjadi dua berdasarkan jumlah fasanya, yaitu motor induksi satu fasa dan motor induksi tiga fasa. Motor induksi 3 fasa sudah banyak digunakan di industri karena memiliki kontruksi yang baik, stabil ketika berbeban, memiliki efesiensi yang tinggi, dan perawatan yang mudah. Pada penelitian ini fokus pada simulasi desain motor induksi 3 fasa, perhitungan nilai-nilai yang diperlukan untuk mendesain motor induksi 3 fasa yaitu: perhitungan stack height, lilitan perfasa, number of turn, tooth width, diameter luar motor, memperhitungan jumlah slot rotor dan stator, membuat desain motor, dan simulasi desain yang di rancang. proses simuasi dengan menginput nilai yang sudah diperhitungan sebelumnya ke dalam software sumulasi agar terlihat gambaran motor induksi 3 fasanya. Dengan simulasi dari software Simcenter Motorsolve 2019.1 dengan memasukkan desain motor induksi 3 fasa dengan jumlah slot stator tidak berubah yaitu 36 slot, dan jumlah slot rotor yang bervariasi yaitu 36, 48, dan 60, maka didapatkan grafik hasil yang berisi informasi mengenai, torsi, effisiensi, daya keluaran, arus RMS, dan faktor daya. Dari serangkaian percobaan melalui tahap perhitungan, perancangan dan simulasi dapat disimpulkan bahwa dari ketiga desain dengan slot rotor yang berbeda beda yaitu 36 slot, 48 slot dan 60 slot. Yang merupakan desain paling optimal ialah slot rotor yang berjumlah 36 dengan perbandingan yang didapat yaitu efisiensi 91,1%, torsi 40,6 N.m, dan arus nominal sebesar 11,8 A, akan tetapi desain ini memiliki torsi lebih kecil dibandingkan dua desain lainnya. Dengan catatan untuk slot stator pada ketiga desain disamakan yaitu 36 slot.