Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDEKATAN TRIPLE HELIX DALAM MEWUJUDKAN WAKANDA DITINJAU DARI NILAI-NILAI DASAR EKONOMI ISLAM Adhi Purba, Ilyas
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3, No 1 (2023): Januari (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v3i1.3085

Abstract

ABSTRAKPengembangan ekonomi kreatif diperlukan peran dari semua pihak yang dapat terlibat didalamnya. Untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif dapat dilakukan dengan inovasi, atau memunculkan kreativitas baru agar dapat bersaing. Terlebih dengan perkembangan teknologi saat ini yang begitu pesat, maka sektor ekonomi kreatif harus dapat menyesuaikan diri. Oleh karenanya pendekatan triple helix sangat relevan untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis knowledge atau pengetahuan. Dengan sinergi tiga aktor didalamnya untuk menciptakan perekonomian yang berkembang dengan baik. Tulisan ini ingin mewujudkan WAKANDA (Wirausahawan Kreatif dan Berdaya Saing) melalui pendekatan triple helix yang ditinjau dari nilai-nilai dasar ekonomi islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan mendeskripsikan pemecahan dari permasalahan yang ada. Hasil karya tulis ini menunjukan bahwa untuk pengembangan ekonomi kreatif dapat menggunakan pendekatan triple helix yang diimplementasikan pada kegiatan usaha UMKM. Selain itu melalui pendekatan triple helix dapat mewujudkan potensi wirausahawan yang kreatif dan berdaya saing serta tetap berpedoman pada nilai-nilai dasar ekonomi islam untuk implikasinya.ABSTRACTCreative economy development requires the role of all parties involved in it. To develop the creative economy sector can be done with innovation, or bring out new creativity in order to be competitive. Especially with today's rapid technological developments, the creative economy sector must be able to adapt. Therefore the triple helix approach is very relevant for developing a knowledge-based creative economy. With the synergy of the three actors in it to create a well-developed economy. This paper aims to realize WAKANDA (creative and competitive entrepreneur) through the triple helix approach in terms of the basic values of Islamic economics. Research uses qualitative methods, by describing solutions to existing problems. The results of this paper show that the development of the creative economy can use the triple helix approach which is implemented in MSME business activities. In addition, the triple helix approach can realize the potential of entrepreneurs who are creative and competitive and still guided by the basic values of Islamic economics for their implications
Kontribusi Bank Wakaf Mikro Pada Akses Keuangan Syariah: Potensi Pengembangan UMKM Kota Kediri Adhi Purba, Ilyas
Indonesian Proceedings and Annual Conference of Islamic Law And Sharia Economic (IPACILSE) Vol. 1 No. 1 (2023): Indonesian Proceedings and Annual Conference of Islamic Law And Sharia Economic
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank Wakaf Mikro is a sharia financial institution that helps developt the micro business sector. Kediri City has two Bank Wakaf Mikro wich have been inaugurated. The purpose of this study to show the contribution of Bank Wakaf Mikro in sharia financial and explore the potential for UMKM with existence Bank Wakaf Mikro in Kediri city. This research is qualitative type that obtains secondary data. The analysis with descriptive approach based on associated with existing theory. The results of this study explain that Bank Wakaf Mikro have contribution to access sharia financial in terms of literacy through pre-financial provision and halaqah mingguan also the inclusion through qardhul hasan financing. The potential of development UMKM in Kediri trough projections of community that get benefited from financing
Kontribusi Sistem Tanggung Renteng dalam Mewujudkan Zero Bad Debt dan Perilaku Nasabah BWM Lirboyo Adhi Purba, Ilyas; Andriani
Jurnal Ilmu Perbankan dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jipsya.v5i1.200.83-100

Abstract

Bank Wakaf Mikro (BWM) memberikan pembiayaan bagi masyarakat pelaku usaha mikro. Melalui kegiatan pembiayaan ini tentu dapat menimbulkan suatu risiko. Adanya kemungkinan risiko pembiayaan bermasalah berkaitan dengan bad debt atau itikad debitur yang buruk dalam pengembalian pembiayaan. Bank Wakaf Mikro memiliki pengelolaan risiko berupa sistem tanggung renteng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sistem tanggung renteng Bank Wakaf Mikro Berkah Rizqi Lirboyo dalam mewujudkan zero bad debt. Selain itu juga menunjukan kontribusi dalam perubahan perilaku nasabah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis ini digunakan untuk memberikan deskripsi atau gambaran mengenai subjek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dari kelompok subjek tertentu. Data yang diambil adalah data sekunder, yakni data-data yang telah ada. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kontribusi sistem tanggung renteng mewujudkan zero bad debt melalui nilai rasio NPF sebesar 0%. Kontribusi ini diasumsikan dengan adanya nasabah yang tertib membayar karena usaha lancar dan nasabah yang tidak tertib sehingga dibantu anggota kelompoknya. Kemudian kontribusi sistem tanggung renteng dalam perubahan perilaku nasabah menciptakan sikap kedisiplinan dan tanggung jawab, tolong menolong atau ta’awun serta persaudaraan atau ukhuwwah. Penelitian ini menunjukan bahwa sistem tanggung renteng pada Bank Wakaf Mikro Lirboyo berhasil meniadakan nasabah bermasalah. Selain itu perilaku nasabah dapat mewujudkan nilai-nilai keislaman khususnya terkait ta’awun dan ukhuwwah. Bagi LKS lain dapat pula menerapkan sistem tanggung renteng bagi pembiayaan kelompok pada nasabah. Namun untuk BWM cabang lain juga perlu memperhatikan optimalisasi sistem tanggung renteng, agar dapat pula mewujudkan zero bad debt.
Green BMT dan Mobile UGT: Perspektif Eco-Theology Sulistyowati, Sulistyowati; Adhi Purba, Ilyas
Jurnal Ekonomika dan Bisnis Islam Vol 6 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jekobi.v6n3.p63-78

Abstract

Human activities are the main factor in natural imbalance. Climate change will indirectly affect the business activities of every company, including the financial industry. The emergence of the term green economy concept was motivated by increasingly deteriorating environmental conditions. BMT UGT Sidogiri provides digital services via Mobile UGT for members. This service is to reduce paper consumption at branch offices. The paperless concept is a form of activity to reduce paper consumption for a company. The aim of this research is to realize Green BMT through Mobile UGT as a form of paperless service. Based on an Eco-Theology perspective to show the Al-Quran's view of environmental conservation efforts. This research method is a qualitative type. The analysis was carried out descriptively by describing the condition of the object and relying on existing theory. Data obtained secondaryly from various existing sources. The results of this research explain that through Mobile UGT various transactions do not require physical evidence from paper materials. All transaction processes are carried out through the application on member gadgets. Mobile UGT is an example of the contribution of financial institutions in the digital era. Apart from that, realizing green BMT with paperless services. From the perspective of Eco-Theology, there are three things in protecting the environment, firstly understanding human duties as caliphs, secondly using available natural resources wisely and thirdly preserving nature.
FENOMENA JASTIP DALAM PANDANGAN EKONOMI ISLAM: STUDI PADA JASTIP SOP BUAH IRINE Adhi Purba, Ilyas
Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EK&BI) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37600/ek&bi.v8i1.2383

Abstract

The phenomenon of entrustment services (jastip) is a practice that is growing rapidly in modern society, especially in the digital era and social media. Jastip allows someone to buy goods entrusted to them from a certain place and receive compensation for these services. This research aims to examine the practice of jastip irine fruit soup in Gresik, East Java. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observations and supporting documentation from social media and transactions carried out. The results of this research explain that in the Islamic economic view it is categorized as wakalah bil ujrah (wage representation). This practice is legal as long as it meets sharia principles, such as consent (ridha), clarity of contract, price transparency and does not contain gharar (unclarity), usury or tadlis (fraud).
Carbonless Service: Suatu Telaah Mewujudkan Green Economy Pada Industri Perbankan Syariah Indonesia Adhi Purba, Ilyas; Zuraidah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol. 5 No. 1 (2023): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/at.v5i1.764

Abstract

Saat ini permasalahan besar yang terjadi pada alam terkait kondisi pencemaran lingkungan. Pemanasan global merupakan salah satu wujud adanya perubahan iklim di dunia ini. Kegiatan manusia merupakan faktor utama terhadap ketidakseimbangan alam, termasuk terjadinya kerusakan lingkungan. Banyak sekali aktivitas ekonomi yang menghasilkan emisi karbon dalam praktiknya sehari-hari. Salah satunya pada industri keuangan seperti Perbankan Syariah. Penelitian ini ingin menunjukkan strategi dalam mewujudkannya carbonless service bagi industri perbankan syariah di Indonesia sebagai dukungan atas konsep green economy. Penelitian termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif, melalui pembahasan permasalahannya secara induktif. Analisis dilakukan menggunakan studi literatur baik dari data, teori buku, ataupun dari hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa beberapa langkah dalam upaya mewujudkan carbonless service antara lain pertama menciptakan konsep paperless service dengan pemanfaatan teknologi digital perbankan seperti mobile banking. Kedua perhatian kepada aspek pembangunan gedung kantor yang menggunakan prinsip green building. Ketiga konsep reuse dalam mengurangkan sampah plastik yang dapat meningkatkan emisi karbon. Keempat penghematan energi atas kegiatan operasional di kantor demi mengurangi timbul nya karbon seperti dari AC.