Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYEBAB KEKALAHAN UMAT MUSLIM DALAM PERANG UHUD TAHUN 625 M Dunggio, Rahmat
Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Vol 1 No 1 (2022): Historia Islamica
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.936 KB)

Abstract

This article examines the history of the Uhud war which took place in 3 H/625 AD. In this war the Muslims suffered their first defeat in battle, previously the Muslims won the battle of Badr. In this article the author uses the historical method which consists of four stages, namely heuristics or data collection, the second is source criticism, the third is interpreting data, and the last is historiography or historical writing. The results of this study found three main causes of the defeat of Muslims in the Uhud war. The first cause of the change in the motivation for war which was originally to protect the Islamic religion but turned into a motivation to enrich oneself with spoils of war, besides that the second cause was the lack of discipline in the ranks of the Muslims, and the last cause was the presence of intruders in the ranks of the Muslims at that time.
Penguatan Nasionalisme Melalui Pembelajaran Pancasila dan Metode Repetisi bagi Siswa di Sanggar Bimbingan Rawang Selangor, Malaysia Makmur, Sitti Magfirah; Dunggio, Rahmat; Pilomonu, Moh. Ziad; Maulana, Rizki
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22671

Abstract

Sanggar Bimbingan (SB) adalah sekolah alternatif utama bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Bukan hanya lemah dalam hal statusnya sebagai lembaga pendidikan non-formal, dalam hal fasilitas dan sumber daya tenaga pendidik masih banyak SB masih tergolong sangat rendah. Salah satu SB yang kondisinya cukup memprihatinkan adalah SB Rawang. Kondisi yang serba kekurangan di SB Rawang ini menyebabkan suntikan motivasi menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Motivasi ini bukan saja hanya untuk para siswanya, melainkan juga penting untuk guru atau pembimbingnya. Selain masalah motivasi,  tingkat pengajaran dan penanaman nasionalisme juga menjadi hal yang sangat urgen untuk menjadi perhatian. Maka dari itu Pengabdian di SB Rawang melalui PkM-KI Angkatan ke-6 ini difokuskan pada program motivasi bagi siswa dan guru pembimbingnya serta penguatan nasionalisme khususnya pengenalan Pancasila sebagai Dasar Negara. Metode yang digunakan adalah Metode Repetisi. Sedangkan untuk penguatan motivasi bagi siswa dan guru pembimbing dengan cara memanfaatkan fasilitas multimedia yang tersedia. Hasil dari program ini memberikan dampak yang sangat signifikan. Dalam 3 hari pelaksanaan program, suasana pembelajaran di SB Rawang menjadi sangat ceria dan penuh semangat. Para siswa juga telah dapat menghafal dengan lancar serta memberikan contoh sederhana mengenai nilai-nilai Pancasila.
Penguatan Nasionalisme Melalui Pembelajaran Pancasila dan Metode Repetisi bagi Siswa di Sanggar Bimbingan Rawang Selangor, Malaysia Makmur, Sitti Magfirah; Dunggio, Rahmat; Pilomonu, Moh. Ziad; Maulana, Rizki
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22671

Abstract

Sanggar Bimbingan (SB) adalah sekolah alternatif utama bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Bukan hanya lemah dalam hal statusnya sebagai lembaga pendidikan non-formal, dalam hal fasilitas dan sumber daya tenaga pendidik masih banyak SB masih tergolong sangat rendah. Salah satu SB yang kondisinya cukup memprihatinkan adalah SB Rawang. Kondisi yang serba kekurangan di SB Rawang ini menyebabkan suntikan motivasi menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Motivasi ini bukan saja hanya untuk para siswanya, melainkan juga penting untuk guru atau pembimbingnya. Selain masalah motivasi,  tingkat pengajaran dan penanaman nasionalisme juga menjadi hal yang sangat urgen untuk menjadi perhatian. Maka dari itu Pengabdian di SB Rawang melalui PkM-KI Angkatan ke-6 ini difokuskan pada program motivasi bagi siswa dan guru pembimbingnya serta penguatan nasionalisme khususnya pengenalan Pancasila sebagai Dasar Negara. Metode yang digunakan adalah Metode Repetisi. Sedangkan untuk penguatan motivasi bagi siswa dan guru pembimbing dengan cara memanfaatkan fasilitas multimedia yang tersedia. Hasil dari program ini memberikan dampak yang sangat signifikan. Dalam 3 hari pelaksanaan program, suasana pembelajaran di SB Rawang menjadi sangat ceria dan penuh semangat. Para siswa juga telah dapat menghafal dengan lancar serta memberikan contoh sederhana mengenai nilai-nilai Pancasila.
Analisis Sintaktis dan Retoris Struktur Taqdim al-Khabar dalam Juz ke-28 Al-Qur’an Dunggio, Rahmat; R. Saleh, Sriwahyuningsih; Pakaya, Nurul Aini; Arsyad, Berti
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.612-621.2025

Abstract

Struktur jumlah ismiyyah dalam bahasa Arab klasik ditandai oleh kehadiran mubtada’ (subjek) dan khabar (predikat), dengan susunan standar berupa subjek mendahului predikat. Namun, dalam Al-Qur’an ditemukan berbagai ayat yang membalik urutan ini, dikenal sebagai taqdīm al-khabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk, distribusi, serta fungsi semantik dan retoris dari taqdīm al-khabar dalam Juz ke-28. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis kajian pustaka terhadap ayat-ayat dalam juz tersebut. Hasil analisis menunjukkan terdapat 32 ayat dengan struktur taqdīm al-khabar, terdiri atas 19 ayat dengan bentuk jar wa majrūr, 11 ayat dengan ẓarf, dan 2 ayat dengan bentuk istifhām. Klasifikasi struktur ini terbagi menjadi dua: wajib dan Jaiz, bergantung pada bentuk mubtada’ dan jenis khabar. Struktur ini digunakan untuk memperkuat pesan ayat, memberikan penekanan makna, dan meningkatkan aspek estetika serta retoris wahyu. Studi ini menunjukkan bahwa taqdīm al-khabar tidak hanya merupakan fenomena sintaksis, melainkan juga perangkat ekspresif yang esensial dalam komunikasi ilahiah. Implikasinya penting bagi studi linguistik Arab, tafsir tematik, dan pengajaran nahwu. Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan ke juz lain atau konteks lintas bahasa.