Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Potensi Sektor Jasa Perhotelan dan Pariwisata di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014: Perspektif Ekonomi Secara Makro Anggreini Restika Santi; Veny Anindya Puspitasari
Jurnal Hospitality dan Pariwisata Vol 2, No 01 (2016): Hospitality dan Pariwisata
Publisher : Program Studi Hospitality dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.904 KB) | DOI: 10.30813/jhp.v2i01.46

Abstract

Hospitality and tourism companies have been growth very fast. Many people from foreign country have an interest to visit Indonesia. Tourism growth in Indonesia reach 9,39% in 2014, exceeding economic growth rate 5,7%. This high number has influenced hospitality sector. In 2014, investment value on hospitality and tourism sector has achieved US$ 130,13 million consisting of foreign investment US$ 117,24 million and domestic investment US$ 12,86 million. In this paper we examine how hospitality and tourism sector in the BEI from the macro economy perspective. Macro variable used in this research are exchange rate, inflation rate, interest rate, and systematic risk. These variables will be related with the stock price of the hospitality and tourism companies listed in BEI. Keywords: exchange rate, inflation rate, interest rate, systematic risk, stock price, hospitality and tourism sector
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INITIAL RETURN SETELAH INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) Antono Gautama; Lanang Diayudha; Veny Anindya Puspitasari
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Administrasi Kantor Bina Insani
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.413 KB)

Abstract

Terdapat dua fenomena yang terjadi pada harga saham setelah IPO yaitu underpricing dan overpricing. Fenomena underpricing merupakan kejadian dimana harga saham perusahaan melonjak pada hari pertama perdagangan di pasar sekunder. Underpricing sering dikaitkan dengan initial return yang akan diterima oleh investor atau pemegang saham. Initial return merupakan keuntungan yang diterima oleh investor yang berasal dari selisih antara harga perdana suatu saham dengan harga pada saat di pasar sekunder. Sementara itu overpricing merupakan kejadian dimana harga saham menurun pada hari pertama pedagangan di pasar sekunder. Penelitian bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing saham-saham setelah IPO. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Data mengenai harga penawaran atau H-1 di dapat dari e-bursa.com. Data mengenai underwriter, umur perusahaan, dan ukuran perusahaan diambil dari prospektus yang didapat dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan data-data mengenai keuangan perusahaan di ambil dari laporan keuangan perusahaan yang didapat dari BEI. Sampel perusahaan ini adalah perusahaan yang melakukan IPO pada tahun 2011-2013, memiliki rasio-rasio keuangan yang lengkap, dan perusahaan yang menggunakan mata uang Rupiah dalam laporan keuangannya. Untuk menganalisis perusahaan dalam penelitian ini menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, ROA, reputasi underwriter, EPS, DER, umur perusahaan tidak terbukti berpengaruh terhadap initial return baik secara parsial maupun secara simultan.
Faktor Yang Mempengaruhi Loan Performance Di Perusahaan Peer-to-Peer Lending Veny Anindya Puspitasari; Ferdian Chandra
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 8 No 1 (2020): Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Administrasi Kantor (Juni 2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perkembangan perbankan Peer-to-Peer Lending di Indonesia semakin marak penggunaannya karena bisa mencakup pinjaman pinjaman yang ditolak oleh bank konvensional. Namun pinjaman yang diberikan oleh perusahaan Peer-to-Peer Lending lebih memiliki resiko yang lebih tinggi dari bank konvensional karena peminjam di Peer-to-Peer Lending kadang ditolak oleh bank konvensional karena credit score yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi loan performance secara parsial dan simultan. Penelitian mengambil dua objek penelitian yaitu tingkat bunga pinjaman, jangka waktu pinjaman. Penelitian menggunakan analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan tetapi tidak berpengaruh positif jika tingkat bunga pinjaman secara parsial, jangka waktu pinjaman secara parsial, dan tingkat bunga pinjaman dan jangka waktu pinjaman secara simultan terhadap loan performance. Kata Kunci: Peer-to-peer lending, loan performance, tingkat bunga pinjaman, jangka waktu pinjaman. Abstract: The development of Peer-to-Peer Lending banking in Indonesia is increasingly being used because it can include loans rejected by conventional banks. However, loans provided by Peer-to-Peer Lending companies have a higher risk than conventional banks because borrowers in Peer-to-Peer Lending are sometimes rejected by conventional banks because of their low credit score. This study aims to analyze the factors that influence loan performance partially and simultaneously. The study took two research objects, namely the loan interest rate, the loan period. This research uses simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that there was a significant difference but it had no positive effect if the loan interest rate was partially, the loan period was partially, and the loan interest rate and loan term were simultaneously on loan performance. Keywords: Peer-to-peer lending, loan performance, loan interest rate, loan period.
Perputaran Modal Kerja dan Financial Distress Terhadap Harga Saham Pada Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar DI BEI Tahun 2012-2014 Veny Anindya Puspitasari; Angelina Angelina
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Administrasi Kantor (Juni 2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peranan perusahaan semakin besar di era keterbukaan saat ini. Besarnya peranan perusahaan diikuti dengan persaingan yang luar biasa ketat di antara mereka. Terlebih lagi dengan semakin berkembangnya perdagangan internasional beserta jenis-jenisnya. Industri yang bergantung pada bahan baku impor harus berhati-hati dalam menjalankan usahanya karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja mereka. Salah satu industri yang menggantungkan hidup pada bahan baku impor adalah makanan dan minuman. Pengambil keputusan dalam perusahaan penting untuk melihat bagaimana perputaran modal kerja mereka dan memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan mereka. Penelitian ini akan melihat bagaimana perputaran modal kerja dan financial distress dapat mempengaruhi harga saham perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2012 sampai 2014. Perputaran modal kerja akan diwakili oleh rasio WCTO sedangkan financial distress akan menggunakan metode Altman Z-Score. Metode analisis linier berganda dengan data panel akan digunakan dalam penelitian. Kata kunci: Altman Z-Score, harga saham, WCTO Abstract: The role of company is more increasing in this era. It’s followed by tight competition. Moreover, the international trade and its types also get more increasing. The Industries that rely on imported raw materials had to be careful in conducting its business due to many factors that can affect their performance. One of the industries that rely on imported raw materials is food and beverages. The decision makers in the companies must see how their working capital turnover and the potential bankruptcy of their company. This study looked at how the working capital turnover and financial distress could affect the stock price of food and beverage companies that listed on the Stock Exchange in 2012 until 2014. The working capital turnover used the WCTO ratio while the financial distress used the Altman Z-Score method. This research used multiple linear analysis with panel data. Keywords: Altman Z-Score, stock price, WCTO
BINA DESA: PENINGKATAN LITERASI BISNIS DENGAN MODAL DIBAWAH SEPULUH JUTA BAGI MASYARAKAT DESA CIKANDE Simatupang, Apriani; Panjaitan, Andry; Puspitasari, Veny Anindya; Solihin, Riyad; Naibaho, Eduard Ary Binsar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i1.1954

Abstract

ABSTRACTThis activity provides solutions to the problems of the Cikande village communit. These problems include several communities affected by Covid 19 in terms of termination of employment (PHK). Another problem is that in one family, the breadwinner is only the head of the family. This results in a lack of residents' income to meet household consumption. If the source of income is only the head of the family and has an income below or equal to the UMR (Regional Minimum Wage), then the income is not enough to meet the needs of each family. Therefore, this activity is carried out to increase community business literacy so that homewives who do not work can increase family income. This activity is carried out in the form of counseling by providing business ideas that homewives can run with a business capital of less than Rp. 10,000,000.00. The benefits of this activity add to the public's insight into running a business that can be done with capital that is not too large. 31  housewives participated in this activity, and 6 fathers took part. Of all participants, 58% run a business from the business idea submitted. Business ideas run mostly as Dropshippers.sKeywords: Business idea, dropshipper, business, welfareABSTRAKKegiatan ini memberikan solusi atas permasalahan masyarakat desa Cikande. Permasalahan tersebut antara lain: beberapa masyarakat terkena dampak Covid 19 dalam hal pemutusan hubungan kerja (PHK). Permasalahan lain, dalam satu keluarga pencari nafkah hanya kepala keluarga. Hal ini mengakibatkan kurangnya pendapatan warga dalam memenuhi konsumsi rumah tangga.  Jika sumber pendapatan hanya kepala keluarga dan memiliki pendapatan dibawah atau setara dengan UMR (Upah Minimum Regional) maka pendapatan yang dimiliki kurang untuk memenuhi kebutuhan setiap keluarga. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan literasi bisnis masyarakat sehingga ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja dapat mengambil bagian dalam menambah pendapatan keluarga. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan, dengan memberikan ide-ide bisnis yang dapat dijalankan ibu rumah tangga dengan modal bisnis dibawah Rp 10.000.000,00. Manfaat kegiatan ini menambah wawasan masyarakat untuk menjalankan bisnis yang dapat dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar. Ibu rumah tangga yang menjadi peserta dalam kegiatan ini ada 31 orang dan ada 6 bapak-bapak yang ikut serta. Dari seluruh peserta 58% yang menjalankan bisnis dari ide bisnis yang disampaikan. Ide bisnis yang dijalankan sebagian besar sebagai Dropshipper.Kata Kunci:  Ide bisnis, dropshipper, bisnis, sejahtera.
Analisis Forecasting Harga Saham Perbankan Blue Chip Periode Maret 2019 – Maret 2021 Menggunakan Model ARCH-GARCH Manurung, Adler Haymans; Simatupang, Apriani; Puspitasari, Veny Anindya
Eligible : Journal of Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): ELIGIBLE : Journal of Social Sciences
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/eligible.v1i1.17

Abstract

Pengambilan keputusan pembelian dan penjualan saham dilakukan beberapa analisis. Salah satu analisis yang digunakan sebelum membeli atau menjual saham adalah forecasting (peramalan). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan harga saham perbankan yang termasuk ke dalam saham-saham bluechip dengan menggunakan model ARCH-GARCH. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan hasil perhitungan forecasting yang dilakukan. Saham perbankan blue chip yang dimaksud terdiri dari saham BBCA, BBNI, BBRI dan BMRI. Penelitian ini mengungkapkan ramalan saham pilihan jika terjadi fenomena anomali pasar dalam hal ini pandemic covid 19 di hari Rabu. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan standar deviasi, investor risk averse lebih sesuai memilih BBRI sedangkan investor risk taker lebih sesuai memilih BBCA. Berdasarkan perhitungan RMSE, MAE dan MAPE, maka saham BBRI dan BMRI dapat menjadi saham pilihan karena risikonya lebih rendah selain itu berdasarkan hasil analisis forecasting yang dilakukan harga penutupan saham BBRI memiliki kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan saham perbakan bluechip lainnya.
PERAN LEMBAGA PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN PROFESIONALISME PASAR MODAL: STUDI KUALITATIF PADA PRAKTISI EDUKASI KEUANGAN Silalahi, Ronald Maraden Parlindungan; Puspitasari, Veny Anindya
Jurnal Penelitian Akuntansi (JPA) Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan strategi manajemen sebuah lembaga pelatihan pasar modal dalam meningkatkan literasi keuangan dan profesionalisme peserta, serta mengkaji peran aspek bahasa dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus tunggal digunakan, dengan fokus pada seorang informan kunci yang merupakan pemilik dan pelatih di sebuah lembaga pelatihan pasar modal di Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan model analisis tematik Braun dan Clarke (2006). Temuan menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan bersifat personal dan adaptif, dengan menggunakan metode yang beragam seperti kuliah interaktif, studi kasus, dan aplikasi simulasi pasar. Aspek bahasa dan komunikasi sangat penting untuk keberhasilan, di mana penggunaan bahasa yang tepat dan efektif dapat memfasilitasi pemahaman peserta dari berbagai latar belakang. Tantangan utama yang dihadapi termasuk promosi dan regenerasi peserta, yang diatasi melalui pendekatan individual dan pemanfaatan teknologi digital. Studi ini menawarkan kontribusi praktis dan akademis untuk pengembangan sumber daya manusia di pasar modal dengan menyediakan pelatihan yang efektif dan relevan serta menyoroti pentingnya komunikasi yang tepat dalam edukasi keuangan.