Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : WIDYANATA

ANALISIS PROSES PENYUSUNAN RENCANA KERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI BENGKULU Permata Sari, Cindy Nur; ., Suratman; Yogopriyatno, Jatmiko; Artayasa, I Made
Widyanata Vol 20 No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54836/widyanata.v20i2.1149

Abstract

Perencanaan pembangunan perlu dibuat agar cita-cita dari suatu daerah dapat tercapai dengan baik. Untuk itu penelitian ini kemudian bertujuan mengetahui proses penyusunan rencana kerja pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Aspek penelitian berpedoman pada teori proses perencanaan yang dikemukakan oleh Handoko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan diketahui dalam menetapkan keputusan tentang keinginan dinas, hal yang dilakukan adalah mengajukan usulan kepada pemerintah. Kemudian dalam menetapkan keputusan terkait kebutuhan organisasi dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah serta surat keputusan gubernur. Pada aspek merumuskan keadaan saat ini diketahui identifikasi pemahaman akan posisi organisasi saat ini dari tujuan yang hendak dicapai dilakukan dengan cara memahami dengan baik peraturan pemerintah, visi dan misi dinas, melakukan tugas dan fungsi bidang. Kemudian mengenai identifikasi pemahaman dinas akan posisi organisasi dan sumber daya yang tersedia diketahui bahwa saat ini sumber daya manusia serta fasilitas yang ada di dinas rata-rata sudah cukup baik. Pada aspek mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, diketahui bahwa pada faktor lingkungan internal kemudahan yang dimiliki dinas adalah SDM yang baik, kemudian hambatan yang dimiliki dapat diatasi dengan. Kemudian pada faktor lingkungan eksternal yang menjadi kemudahan serta hambatan adalah antusiasme masyarakat. Pada aspek mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan, dalam melakukan pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan dilakukan berdasarkan dengan visi, misi dan juga strategi yang sudah disusun oleh dinas. Pihak yang terlibat dalam pembuatan perencanaan adalah Bappeda, biro keuangan dan biro administrasi. Lalu, dalam melakukan penilaian alternatif kegiatan didasarkan pada kegiatan yang bersifat memajukan serta mensejahterakan masyarakat. Lalu, melakukan pemilihan alternatif terbaik dilakukan berdasarkan pada anggaran serta prioritas yang ada pada tahun tersebut.
EVALUASI PROGRAM REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA DI KABUPATEN KEPAHIANG Al-Zuhdi, Muhammad Rifqi; Hakim, Kahar; Yogopriyatno, Jatmiko; Artayasa, I Made
Widyanata Vol 20 No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54836/widyanata.v20i2.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Kepahiang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Aspek penelitian diadopsi dari Wayne Parsons yaitu menilai evaluasi dari dua sisi yakini output dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek output, telah terealisasi 10 program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca benacana di Kabupaten Kepahiang, keterlaksanakan program yang sesuai dengan SOP, anggaran yang hampir 100% terealisasikan, namun untuk SDM dan fasilitas masih tergolong kurang, masih minimnya SDM baik dari segi kualitas maupun kuantitas sementara, untuk Outcome sudah menunjukkan respon yang baik dari masyarakat dengan program-program yang sudah mampu membantu masyarakat dalam beraktivitas pasca bencana dan partsipasi masyarakat terlihat dari aktivitas gotong royong, namun untuk pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk ikut serta secara aktip dalam upaya penyelenggaraan penanganan bencana termasuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tergolong masih rendah. Adapun rekomendasi untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepahiang agar menambah dan melatih SDM yang ada, menambah sarana prasarana, mengadakan sosialisai terkait pemahaman masyarakat terhadap penanganan bencana guna menambah pemahaman masyarakat dan menjalin kerja sama dengan mitra swasta dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Pasca Bencana di Kabupaten Kepahiang.