Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Motivasi Remaja Unggulan Di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 (Bersama SMA Tunas Markatin) Yopy Ratna Dewanti; Dingot Hamonangan Sitanggang; Kania Farida; Arifin Setiabudi; M. Ferdinansyah; Ahmad Fadli
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 1 (2023): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i1.660

Abstract

Istilah Industri 4.0 pertama kali digemakan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi. Mengutip dari laman Forbes, revolusi industri generasi keempat bisa diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI. Salah satu bentuk perubahan yaitu Society 5.0. Society 5.0 adalah manusia yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 dan berpusat di teknologi. Society 5.0 sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pemerintahan Jepang pada tahun 2019. Society 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedangkan Society 5.0 memfokuskan kepada komponen teknologi dan kemanusiannya. Di Society 5.0 yang akan dihadapi nanti, tidak hanya dibutuhkan literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki kemampuan problem solving. Serta memiliki karakter yang mencerminkan pancasila yaitu, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya. Masyarakat diharapkan mampu untuk menyelesaikan berbagai tantangan serta permasalahan sosial yang memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah lahir di revolusi industri 4.0.
THE EFFECTIVENESS OF USING INTERPALS TO SUPPORT STUDENTS IN THEIR LANGUAGE LEARNING Sudirman; M. Ferdinansyah; Ridwansyah, Muhammad; Parlindungan, Edison; Setiabudi, Arifin
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 3 No. 3 (2025): JOLADU: Journal of Language and Education
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v3i3.874

Abstract

The study is aimed at finding insights into the effectiveness of using Interpals as a language learning tool and inform educators on how to better support students in their language learning activities. The methodology to collect data is study literature reviews on the topic. By gathering information from multiple sources, the research aims to provide a comprehensive understanding of the role of Interpals in language learning and its potential impact on students' linguistic and cultural development. Interpals provides a unique and valuable opportunity for language learners to practice and improve their language skills through interactions with native speakers. By actively engaging with users from different cultural backgrounds and utilizing the language exchange features on the platform, users can enhance their language learning experience and gain a deeper understanding of different cultures. Through consistent practice and meaningful conversations with native speakers, users can improve their language skills and build lasting connections with individuals from around the world. By immersing themselves in authentic language exchanges, users can gain insight into different perspectives and broaden their cultural knowledge. Ultimately, Interpals offers a unique opportunity for language learners to not only improve their language proficiency but also foster meaningful cross-cultural relationships.
Motivasi Remaja Unggulan Di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 (Bersama SMA Tunas Markatin) Yopy Ratna Dewanti; Dingot Hamonangan Sitanggang; Kania Farida; Arifin Setiabudi; M. Ferdinansyah; Ahmad Fadli
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 1 (2023): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i1.660

Abstract

Istilah Industri 4.0 pertama kali digemakan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi. Mengutip dari laman Forbes, revolusi industri generasi keempat bisa diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI. Salah satu bentuk perubahan yaitu Society 5.0. Society 5.0 adalah manusia yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 dan berpusat di teknologi. Society 5.0 sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pemerintahan Jepang pada tahun 2019. Society 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedangkan Society 5.0 memfokuskan kepada komponen teknologi dan kemanusiannya. Di Society 5.0 yang akan dihadapi nanti, tidak hanya dibutuhkan literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki kemampuan problem solving. Serta memiliki karakter yang mencerminkan pancasila yaitu, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya. Masyarakat diharapkan mampu untuk menyelesaikan berbagai tantangan serta permasalahan sosial yang memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah lahir di revolusi industri 4.0.
ANALISIS INTEGRASI MANAJEMEN LOGISTIK BAHAN MAKANAN TERHADAP PENCATATAN AKUNTANSI KEUANGAN UMKM PADA RUMAH MAKAN XXX Sutriyadi, Riko; Sakti, Hendry Eka; M. Ferdinansyah
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL LENTERA AKUNTANSI, November 2025
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrakt.v10i2.2149

Abstract

Financial statements serve as a vital instrument in analyzing a company's financial performance, providing a comprehensive overview of assets, liabilities, and equity positions that form the strategic foundation for economic decision-making. However, limited financial literacy and recording systems remain major obstacles for SME players. This research aims to bridge this gap by designing a computer-based accounting system specifically engineered to simplify the financial reporting process for small business owners. This research approach utilizes a quantitative descriptive method to map operational and technical needs in the field. The integration of computerized accounting aspects ensures that transaction data is not only recorded digitally but also generates accurate, real-time information with minimal risk of human error. From a business administration perspective, the implementation of this system aims to strengthen internal management governance. With structured reports, SMEs can control cash flow, manage inventory, and monitor operational expenses more professionally, thereby creating efficiency in business sustainability. Furthermore, from an international business administration perspective, technology-based standardization of financial statements is the first step for SMEs to penetrate the global market. Accountable and transparent reports make it easier for business actors to meet cross-country regulatory standards, access international financing, and build credibility in the eyes of investors and foreign trading partners.". The results of this study conclude that digital transformation in financial reporting provides tangible benefits for SMEs in determining their precise financial condition. Therefore, collective efforts are required to foster a culture of disciplined financial recording. The implications of this research are expected to formulate a concept for cultivating financial reporting that integrates sophisticated accounting technology with modern business management practices, in order to create an SME ecosystem that is resilient, accountable, and competitive on the international stage