Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam membentuk Multicultural Personality di SDN 1 Desa Balun Putri, Mutammimah Putri; Faisal Rahmatullah; Muhammad Naufal Wavi
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 02 (2023): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.332

Abstract

SDN I Balun is a school located in Balun Village, Turi District, Lamongan Regency. This school is unique because its students come from three different religions: Islam, Christianity and Hinduism, and many families are even multi-religious. The leadership style applied by the principal in forming a multicultural personality at SDN 1 Balun Village is a democratic-multicultural leadership pattern. The driving factors for forming a multicultural personality at SDN 1 Balun Village are the high state of multiculturalism in the Balun Village community and the motivation and awareness of the SDN 1 Balun Village school regarding the urgency of forming a multicultural personality for students. Meanwhile, the inhibiting factors are the different levels of intelligence of students, the lack of adequate facilities and infrastructure, and the lack of slogans/posters about tolerance
Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam membentuk Multicultural Personality di SDN 1 Desa Balun Putri, Mutammimah Putri; Faisal Rahmatullah; Muhammad Naufal Wavi
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 02 (2023): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.332

Abstract

SDN I Balun is a school located in Balun Village, Turi District, Lamongan Regency. This school is unique because its students come from three different religions: Islam, Christianity and Hinduism, and many families are even multi-religious. The leadership style applied by the principal in forming a multicultural personality at SDN 1 Balun Village is a democratic-multicultural leadership pattern. The driving factors for forming a multicultural personality at SDN 1 Balun Village are the high state of multiculturalism in the Balun Village community and the motivation and awareness of the SDN 1 Balun Village school regarding the urgency of forming a multicultural personality for students. Meanwhile, the inhibiting factors are the different levels of intelligence of students, the lack of adequate facilities and infrastructure, and the lack of slogans/posters about tolerance
INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) STUDI KASUS MI BAITURROHMAH NGAGLIK KOTA BATU LISASI NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) STUDI KASUS MI BAITURROHMAH NGAGLIK KOTA BATU  Muhammad Naufal Wavi; Maya Dwi Iriantika; Nabillah Putri Ma’arif; Zeid B. Smeer
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/ws725m09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana siswa MI Baiturrohmah Ngaglik di Kota Batu menginternalisasi prinsip-prinsip moderasi beragama ketika mereka mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana kurikulum SKI memengaruhi sikap dan perilaku siswa dalam lingkungan multikultural melalui penggabungan prinsip-prinsip moderasi beragama seperti keadilan, keterbukaan, dan toleransi. peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan informasi melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan adanya proses tiga langkah yakni transformasi nilai, transaksi nilai, dan trans-internalisasi nilai dalam proses asimilasi prinsip-prinsip moderasi beragama melalui SKI. Toleransi, keterbukaan terhadap keberagaman, dan kerukunan siswa sangat ditingkatkan melalui pembelajaran SKI. Selain itu , nuansa multikultural MI Baiturrohmah mendorong pengembangan perspektif yang seimbang dan rasa hormat terhadap keberagaman. Mengingat keberagaman agama di Indonesia, hasil ini dapat membantu merancang program pendidikan agama yang lebih baik yang menekankan moderasi beragama.