Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FRAMING CALON PRESIDEN ANIES BASWEDAN PADA MEDIA TEMPO.CO JELANG PILPRES 2024 Haru, Aprianus; Bataona , Mikhael Rajamuda; Satu, Innosensia E. I. Ndiki
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i1.291

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Framing Pemberitaan calon presiden Anies Baswedan pada Media Online Tempo.Co  Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Periode 1 Mei-30 Juni 2023”. Pemilihan presiden 2024 akan menjadi kontestasi terpanas dalam pemilu 5 tahunan yang diikuti tiga pasangan capres. Peranan media dalam kontestasi pilpres 2024 sangat urgen. Hal ini dikarenakam media mempunyai peran penting dalam pembentukan opini publik tentang gagasan dari para capres. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan penulis adalah agenda setting dan menggunakan metode penelitia deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk melakukan pengumpulan data, penulis menggunakan framing Robert N Entman untuk melihat framing pemberitaan calon presiden Anies Baswedan pada  media online Tempo.co. Framing Robert N Entman tersebut meliputi Define Problems, Diagnoses Causes, Make moral Judgement , dan Treatment recommendation. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada framing  pemberitaan calon presiden Anies Baswedan jelang pilpres pada media online Tempo.co, peneliti menemukan media online Tempo.co  menonjolkan citra buruk terhadap calon presiden Anies Baswedan jelang pemilihan umum 2024. Hal tersebut terdapat di beberapa berita yang telah dilakukan analisis.  Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa media online Tempo.co  melakukan pembingkaian terhadap calon presiden Anies Baswedan  memihak. Framing yang dilakukan Media online Tempo.co tampak lebih banyak menampilkan sisi negatif terhadap Calon presiden Anies Baswedan.
Hubungan Karateristik Orang Tua Dan Pengetahuan Gizi Dengan Konsumsi Sayur Dan Buah Siswa Di Sma Kristen Mercusuar Kupang Haru, Aprianus; Zogara, Asweros Umbu; Demu, Yohanes Don Bosko
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 6 No. 2 (2025): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period between childhood and adulthood, known as adolescence, is marked by a number of social, mental, and physical changes. Rapid increases in height and weight are indicators of adolescent physical development. Due to changes in body composition and nutrient excess or deficiency, nutritional needs increase during this phase. To determine the relationship between parental characteristics and nutritional knowledge with students' consumption of vegetables and fruits at Mercusuar Kupang Christian High School, the research instruments were questionnaires and the study was quantitative research using the observational method with a cross-sectional design. To see the relationship between parental characteristics and nutritional knowledge with students' vegetable and fruit consumption, the data was analyzed using the Chi-Square Test. The results of the univariate analysis showed that 53 students (43.8%) had good knowledge, 55 students (45.5%) had sufficient knowledge, and 13 students (10.7%) had poor knowledge. The most common educational background of the fathers was high school graduates, with 60 people (49.6%), while the most common educational background of the mothers was high school graduates, with 58 people (47.9%). Regarding the parents' occupations, the most common occupation for fathers was self-employed, with 53 people (43.8%). For mothers, the most common occupation was homemaker, with 53 people (43.8%). Based on bivariate analysis, there was no significant correlation between the mother's education level and vegetable consumption (p-value 0.937), no significant correlation between the father's education level and vegetable consumption (p-value 0.127), and no significant correlation between nutrition knowledge and vegetable consumption (p-value 0.137) and fruit consumption (p-value 0.137). However, for fruit consumption (p-value 0.885), there was a relationship between the father's occupation and vegetable consumption (p-value 0.005 ≤0.05), but there was no relationship with fruit consumption (p-value 0.682). There was no significant relationship between the mother's occupation and vegetable consumption (p-value 0.997), while for fruit consumption (p-value 0.434). Suggestion: For Mercusuar Kupang Christian High School, continue to provide education and motivation to adolescents so they can apply existing nutrition knowledge more effectively. The results of this research are expected to be used as a consideration for making policies on school children's nutrition services, such as establishing a canteen at school that offers affordable vegetables and fruits.Keywords: Student knowledge, Education, Parental occupation
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Haru, Aprianus; Gambe, Fransis Pieta; Zogara, Asweros Umbu; Demu, Yohanes Don Bosko; Awang, Mariana Ngundju; Sine, Juni Gressilda L.; Loaloka, Meirina Sulastri
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2060

Abstract

Masa remaja adalah proses peralihan dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial. Remaja memerlukan asupan zat gizi yang cukup, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, untuk mendukung pertumbuhannya. Salah satunya adalah vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai April 2025 di SMA Kristen Mercusuar Kupang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 121 orang. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan orang tua, serta pengetahuan gizi remaja. Data penelitian diuji menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menemukan ada hubungan antara pekerjaan ayah dengan konsumsi sayur (p-value = 0,005), sedangkan variabel-variabel yang tidak berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah, yaitu pengetahuan gizi, pendidikan orang tua dan pekerjaan ibu. Remaja perlu dukungan orang tua agar mampu memenuhi konsumsi sayur dan buah dalam sehari.