Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Ekologi Lahan Basah dan Upaya Pelestarian Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Aceh Syahrani, Lathifa Putri Wiedhya; luthfia, Luthfia; Farikha, Khotrotun Nida; Alfiyah, Lunetta Khalis; Setyawan, Ahmad Dwi
Environmental Pollution Journal Vol. 4 No. 1: April 2024
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v4i1.174

Abstract

Suaka Margasatwa Rawa Singkil memiliki peran vital dalam melindungi jasa lingkungan, khususnya sebagai kontributor utama karbon di Pulau Sumatera. Meskipun demikian, kawasan ini menghadapi ancaman serius akibat penipisan lahan gambut yang menjadi target ekspansi pertanian dan perkebunan. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik ekologi lahan basah serta memberikan gambaran terkait upaya pelestarian alam di Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Metode studi literatur digunakan untuk menganalisis data sekunder secara deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan hasil bahwa Suaka Margasatwa Rawa Singkil terdiri dari tanah gambut yang kaya akan bahan organik dan subur disertai keanekaragaman hayati yang melimpah. Kawasan ini rentan terhadap perubahan tutupan lahan dan vegetasi akibat deforestasi dan konversi lahan. Upaya konservasi melibatkan perlindungan hukum yang kuat, pengawasan, pengelolaan ekosistem, serta penyuluhan dan partisipasi masyarakat setempat.
Kandungan Kadmium (Cd) pada Jenis Beras C4 Super, C4 Raja, Mentik, dan Rojolele Agustin, Yonanda Surya; Syahrani, Lathifa Putri Wiedhya; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Arlysia, Vidda; Herbowo, Ardia Candra Fajar
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.98161

Abstract

Beras merupakan sumber pangan pokok bagi masyarakat Indonesia sehingga kualitasnya perlu diperhatikan. Salah satu zat yang menjadi kontaminan dalam beras adalah logam berat kadmium. logam ini memiliki sifat toksik bagi tubuh manusia apabila terkonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dalam 4 jenis beras yang beredar di masyarakat meliputi beras jenis C4 Super, C4 Raja, mentik, dan rajalele menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil analisis kandungan kadmium (Cd) dari keempat sampel menunjukkan indikasi kandungan logam berat kadmium dari mulai terendah sampai tertinggi yaitu jenis Menthik dengan kandungan logam berat 1,0913 mg/Kg. Kadar logam berat terendah berikutnya yaitu Rojolele dengan kandungan logam berat 1,1415 mg/Kg. Kadar logam berat C4 Super sebesar 1,147 mg/Kg dan kadar logam berat tertinggi yaitu C4 Raja 1,1568 mg/Kg. Dari hasil tersebut menunjukkan semua hasilnya diatas 0,4 mg/Kg artinya semua sampel tersebut melebihi baku mutu kandungan Cd pada beras sesuai dengan SNI 7287 : 2009. Logam berat Kadmium (Cd) memberikan dampak negatif pada aspek abiotik, biotik, dan kultural. Dampak yang timbul pada aspek abiotik dapat berupa penurunan kualitas tanah. Dampak pada aspek biotik berupa akumulasi logam berat kadmium (Cd) pada tanaman dan produk tanaman yang dihasilkan yang nantinya akan mengalami biomagnifikasi. Dampak pada aspek kultural berupa terganggunya keseimbangan biologis dan kesehatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Upaya rekomendasi yang dapat ditawarkan untuk meminimalkan potensi terjadinya cemaran logam berat kadmium (Cd) terutama di sektor pertanian adalah dengan mengganti pupuk kimia menjadi pupuk organik, menggunakan adsorben berupa arang aktif, dan memanfaatkan teknik fitoremediasi menggunakan Impatiens balsamina L. dan bunga Mirabilis jalapa L. untuk mengurangi kadar kadmium di dalam tanah.