Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengenalan Penyakit Busuk Batang pada Tanaman Jeruk di Desa Awan Kecamatan Kintamani Javandira, Cokorda; Pratiwi, Ni Putu Eka; Ramdhoani; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Yuniti, I Gusti Ayu Diah
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 1 No. 2 (2023): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v1i2.957

Abstract

Jeruk siam adalah komoditas hortikultura penting dan bernilai ekonomis. Mitra pengabdian masyarakat adalah Kelompok Tani Tegal Sari di Desa Awan, Kecamatan Kintamani, Provinsi Bali yang Bertani jeruk Siam. Mitra memiliki masalah produktivitas rendah pada budidaya buah jeruk Siam akibat serangan penyakit busuk batang (Botryodiplodia theobromae). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pengetahuan dan mendampingi  mitra desa Awan dalam mengetahui gejala, tanda dan jenis-jenis penyakit diplodia serta memberikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman jeruk Siam. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra desa Awan terhadap gejala, tanda dan jenis-jenis penyakit diplodia serta memberikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman jeruk Siam. Juga, mitra dapat menambah peralatan pengendalian penyakit untuk pertanian jeruk Siam. Siamese orange is an important horticultural commodity and has economic value. The community service partner was the Tegal Sari Farmers Group in Awan Village, Kintamani District, Bali Province. Mitra has a problem of low productivity in Siam citrus fruit cultivation due to stem rot disease (Botryodiplodia theobromae). This community service activity aims to introduce knowledge and assist Awan village partners in knowing the symptoms, signs and types of diplodia disease and provide efforts to prevent and control stem rot disease in Siam citrus plants. The results of the community service activities showed an increase in the knowledge of Awan village partners regarding the symptoms, signs and types of diplodia disease and provided efforts to prevent and control stem rot disease in Siam citrus plants. Also, partners can add disease control equipment to Siam citrus farms.
Pendampingan Pascapanen Jeruk Siam untuk Mempertahankan Mutu di Desa Awan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Pratiwi, Ni Putu Eka; Cokorda, Javandira; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Ramdhoani
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 2 No. 2 (2024): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v2i2.1215

Abstract

Produksi jeruk tertinggi di Bali terdapat di Kabupaten Bangli dengan 93.162,3 ton per tahun, tetapi pemasaran jeruk dari desa Awan mengalami kendala daya simpan yang pendek saat pengiriman. Berdasarkan beberapa permasalahan yang dialami perlu dilakukan pendampingan terkait penanganan pascapanen Jeruk Siam yang ideal untuk mempertahankan mutu dan daya simpan hingga ditangan konsumen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelaku usaha Jeruk Siam Desa Awan Kintamani telah berusaha menerapkan teknik pascapanen untuk meningkatkan mutu dan daya simpan jeruk. Mereka melakukan pemanenan tepat waktu, pembersihan dengan metode basah dan kering, penyortiran sesuai standar mutu, serta pengemasan dan penyimpanan pada suhu dan kelembaban ideal. Selain itu, moda transportasi yang aman digunakan untuk menjaga kondisi Jeruk Siam hingga ke pasar dan konsumen. The highest orange production in Bali is in Bangli Regency with 93,162.3 tons per year, but the marketing of oranges from Awan village is constrained by short shelf life during shipping. Based on several problems experienced, it is necessary to help relate to the ideal post-harvest handling of Siamese Oranges to maintain quality and shelf life until they reach consumers. The results of the community service show that Siamese Orange entrepreneurs in Awan Kintamani Village have tried to apply post-harvest techniques to improve the quality and shelf life of oranges. They harvest on time, clean using wet and dry methods, sort according to quality standards, and package and store at ideal temperatures and humidity. In addition, safe transportation modes are used to maintain the condition of Siamese Oranges until they reach the market and consumers.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOENZYME BERBASIS LIMBAH BAWANG MERAH PADA KELOMPOK TANI TELAGA, DESA KEDISAN KINTAMANI BANGLI Ramdhoani; Luh Putu Yuni Widyastuti; Ni Putu Eka Pratiwi
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.7949

Abstract

This community service program aimed to enhance the understanding and skills of members of the Kelompok Tani Telaga in Kedisan Village, Kintamani, Bangli, in managing shallot waste into an environmentally friendly product in the form of ecoenzyme. The partner’s main problem was the high volume of post-harvest shallot waste that had not been optimally utilized and posed a potential threat of environmental pollution. The implementation methods included socialization, hands-on training in ecoenzyme production, and mentoring for product quality evaluation. The results of the program showed an 80.83% increase in participants’ knowledge based on pre-test and post-test results, as well as the successful production of ecoenzyme that can be used as organic liquid fertilizer and biopesticide. In addition, the partners acquired new skills in processing agricultural waste into value-added products, thereby supporting sustainable agricultural practices in the area.
Efektivitas Kompos Baglog Jamur Tiram Sebagai Pupuk Organik Pada Komoditas Cabai Merah (Capsicum frutescens L.) Ramdhoani; Ni Putu Eka Pratiwi; Komang Dean Ananda
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.136-143

Abstract

Limbah baglog jamur tiram merupakan media tanam bekas budidaya jamur yang kaya akan unsur hara seperti nitrogen (0.6%), fosfor (0.7%), kalium (0.02%), dan karbon organik (49%). Potensi nutrisi tersebut menjadikan limbah baglog sebagai bahan baku pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompos baglog jamur tiram sebagai pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil cabai merah (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilaksanakan pada April sampai Oktober 2024 di Agro Learning Center, Denpasar, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan komposisi pupuk organik dan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah bunga, dan jumlah buah. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun perbedaan antar perlakuan tidak signifikan secara statistik, perlakuan P4 (20% tanah subur + 80% kompos baglog) menghasilkan jumlah bunga dan buah tertinggi secara deskriptif. Temuan ini menunjukkan potensi besar kompos baglog sebagai alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.