Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kebermaknaan Hidup Perempuan Bali Sebagai Calon Sentana Rajeg Devangga, I Made Krisna; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Wiriana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2955

Abstract

Di dalam kebudayaan Bali menganut ideologi patrilineal atau patriarki yang dimaknai sebagai suatu konsep bahwa status dan kedudukan kaum laki-laki lebih tinggi di bandingkan dengan kaum perempuan di dalam semua dimensi begitu juga dalam sistem pewarisan dalam sebuah keluarga, hanya pada anak laki-laki lah yang memiliki hak untuk menjadi ahli waris terhadap semua kekayaan yang dimiliki oleh keluarga, termasuk kewenangan untuk meneruskan garis keturunan. Namun dengan adanya program pemerintah yakni KB atau keluarga berencana guna membatasi jumlah keturunan keturunan di Bali, akibatnya sebagian besar keluarga di Bali cenderung membatasi jumlah keturunannya, terutama setelah memiliki satu atau dua anak laki-laki, karena dianggap sudah cukup. Kondisi ini lah yang menyebabkan kesulitan bagi perempuan Bali sebagai Sentana rajeg untuk bisa mendapatkan pasangan yang bersedia untuk nyentana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Kebermaknaan hidup perempuan Bali sebagai Sentana Rajeg yang akan menjalani perkawinan nyentana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan subjek sebanyak 3 orang perempuan Bali sebagai sentana rajeg dengan teknik pengambilan data wawancara, observasi, dan dokumentasi selanjutnya melakukan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa dari ketiga subjek dapat dikatakan memiliki makna hidupnya namun masih terdapat beberapa aspek yang belum terpenuhi setelah menyadari dirinya sebagai Sentana Rajeg yang mengharuskan untuk bisa mendapatkan sentana yakni aspek kebebasan berkendak dan hasrat hidup bermakna.
The Relationship between Sleep Quality and Emotional Intelligence among Nurses in Denpasar Kanifah, Laleatul; Hartika, Listiyani Dewi; Wiriana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3763

Abstract

This study explores the relationship between sleep quality and emotional intelligence among nurses in Denpasar. Sleep quality encompasses duration, depth, and efficiency, while emotional intelligence includes self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, and social skills. Using a quantitative correlational design, the study involved 73 nurses selected through simple random sampling. Instruments used were the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and an emotional intelligence scale based on Goleman's model. Data were analyzed using Pearson's correlation test, revealing a positive and significant relationship between sleep quality and emotional intelligence. Interestingly, even with reduced sleep quality, nurses demonstrated improved emotional intelligence, suggesting a potential adaptive response that may positively influence healthcare service quality.
Factors Influencing Procrastination of 2021 Class Student in Completing Academic Assignments at Dhyana Pura University Budiman, Sebastian Ryan; Wiriana; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3871

Abstract

Academic procrastination is a common phenomenon among college students and is influenced by various internal and external factors. This study aims to identify factors that influence students' procrastination behavior in completing academic assignments using Zimmerman's Self-Regulation Theory as an analytical tool. This study is a type of qualitative research with data collection methods through in-depth interviews. The results of the study indicate that internal factors, such as lack of self-control and anxiety about the quality of work, play a major role in encouraging students to procrastinate. Meanwhile, external factors, such as an unsupportive environment and the influence of friends who invite them to do other activities, also contribute to the habit of procrastination. To overcome procrastination, students need to build self-motivation, create effective time planning, and utilize social support from friends or partners to remind each other of assignment deadlines. This study recommends intervention strategies based on self-regulation and social support to reduce the habit of procrastination.
Penerapan Prinsip Andragogi Pada Sebuah Pusat Bahasa di Surabaya Hamida, Sonya Damairia; Setiawan, Jenny Lukito; Wiriana
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4359

Abstract

This study aims to look at the application of andragogical principles at an English language institution, including its constraints. Informans were 2 instructors and 2 participants of the institution. Data were collected through interviews and observation. Results reveal that there are several andragogical principles already implemented, such as interactive learning, reward system, and learning through activities. Those which are not yet in accordance with andragogical principles are scarcity of conducting practical and experimental tasks, difference in outcome goals between participants and instructors, lack of coordination in evaluation processes between instructors and the institution, and placing tests not yet running well. Constraining factors are lack of autonomy and learning readyness of the participants, the methods used are not running as good as what was intended, and shortage of time. Recommmendations for the institution, the instructors, as well as the participants to use more effective andragogical principles are discussed. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan prinsip andragogi pada sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris beserta hambatannya. Informan penelitian ini adalah 2 orang pembimbing dan 2 orang peserta didiknya. Metode pengambilan data meliputi wawancara dan observasi. Hasil analisis menunjukkan beberapa prinsip andragogi yang telah diterapkan, yaitu pembelajaran berjalan aktif dan dua arah, digunakannya sistem reward, dan penekanan pembelajaran pada kegiatannya. Hal-hal yang belum sesuai dengan prinsip andragogi meliputi jarangnya pemberian tugas yang bersifat praktis dan eksperimental, adanya perbedaan harapan antara peserta didik dan pembimbing, kurangnya koordinasi dalam proses evaluasi antara pembimbing dan lembaga, dan tes penempatan belum berjalan baik. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya kemandirian dan kesiapan belajar peserta didik; metode yang digunakan pembimbing tidak berjalan sesuai dengan harapan semula, dan waktu yang terbatas. Didiskusikan saran bagi lembaga, pembimbing, serta peserta lembaga pendidikan bahasa tersebut guna penerapan prinsip andragogi yang lebih efektif.