Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi Manajemen Modal Kerja dalam Peningkatan Investasi dan Nilai Usaha Rupianna Tambunan; Arif Wahyu Nur Kholid
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v5i1.192

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peluang investasi dan nilai usaha pada UMKM Pabrik Tahu Bintang Jaya di Serang melalui edukasi manajemen modal kerja guna mengatasi hambatan likuiditas operasional. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap observasi situasi, sosialisasi teori manajemen keuangan, serta workshop interaktif pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajerial pemilik usaha dalam mengelola siklus konversi kas dan efisiensi aset lancar, yang secara langsung memperkuat stabilitas finansial mitra. Kesimpulan dari program ini menegaskan bahwa tata kelola modal kerja yang teratur mampu menciptakan fleksibilitas keuangan sehingga usaha memiliki daya tarik lebih bagi calon investor. Rekomendasi utama bagi mitra adalah konsistensi dalam melakukan pencatatan transaksi harian dan evaluasi berkala terhadap posisi kas. Implikasi dari pengabdian ini diharapkan dapat mendorong kemandirian finansial UMKM dan memperkuat ekosistem investasi lokal melalui dukungan kebijakan platform digital dari instansi terkait.
Peningkatan Kinerja Pasar Perusahaan Manufaktur Indonesia dan Malaysia: Peran Kualitas Laba Arif Wahyu Nur Kholid; Rupianna Tambunan; Nistri Kusumawardani
Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jensi.v10i1.14706

Abstract

This study aims to examine the effect of interest coverage and inventory management on the market performance of manufacturing companies in Indonesia and Malaysia, as well as to analyze the moderating role of earnings quality. This research applies a quantitative approach using secondary data from manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange and Bursa Malaysia in 2024. The sample consists of 574 companies selected through purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with EViews 13. The results show that interest coverage has a positive and significant effect on market performance, while inventory management has no significant effect. Furthermore, earnings quality strengthens the effect of interest coverage on market performance but does not moderate the relationship between inventory management and market performance. These findings indicate that financial signals are more valuable to investors when supported by credible earnings quality. This study contributes to the development of signaling theory in the context of manufacturing companies in emerging markets.
PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN NILAI PERUSAHAAN: DAMPAK PANDEMI COVID-19 Arif Wahyu Nur Kholid; Hadiyan Prayoga
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/jba.v25i2.1552

Abstract

This study aims to examine the Institutional Ownership, Profitability and Pandemic Covid-19 on Firm Value. The population of this study are companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) 2018 - 2020. The sample selection in this study uses purposive sampling to obtain samples that represent the predetermined criteria. This research is included in quantitative research – secondary data. This research uses balance panel regression in processing the data. The estimation method used in this study is the Fixed Effect Model (FEM). The research data is processed using E-Views 10. The results of this study indicate that institutional ownership has a significant negative effect on firm value with and without the Covid-19 variable involved. However, the profitability variable has a significant positive effect on firm value when the Covid-19 variable is not included. After the Covid-19 variable is included, profitability does not have a significant effect on firm value. The implication of this research is that individual investors and the stock market are more wary of companies that have large institutional ownership and Signaling Theory can explain phenomena and test the value of companies during the COVID-19 pandemic. Future research is expected to be able to separate the types of institutional ownership by type such as banks, foundations, brokers, etc. because each type of institutional investor has different characteristics. And further research can expand the observation period and consider other factors that affect firm value.
Pengaruh konservatisme terhadap financial distress perusahaan manufaktur Indonesia dan Malaysia: Peran fleksibilitas keuangan Arif Wahyu Nur Kholid; Vani Vauliyanti
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.988

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konservatisme akuntansi terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur di Indonesia dan Malaysia, serta menguji peran fleksibilitas keuangan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia (BEM) tahun 2024. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan total 1.138 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak E-Views 13. Financial distress diukur dengan Interest Coverage Ratio (ICR), konservatisme diukur dengan total akrual ditambah depresiasi dibagi total aset, dan fleksibilitas keuangan diukur dengan rasio laba ditahan terhadap total aset. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, yang berarti semakin tinggi tingkat konservatisme pelaporan keuangan, semakin rendah probabilitas perusahaan mengalami tekanan keuangan. Selain itu, fleksibilitas keuangan terbukti memperkuat pengaruh negatif konservatisme terhadap financial distress. Fleksibilitas keuangan juga berpengaruh langsung negatif terhadap financial distress, sehingga merupakan variabel kuasi moderasi. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini tidak menggunakan variabel kontrol seperti ukuran perusahaan atau kualitas audit. Financial distress hanya diukur dengan proksi ICR. Penelitian hanya menggunakan data cross-section sehingga pengaruh waktu tidak diakomodasi. Penelitian tidak melakukan kontrol negara maupun pengujian split sampel antara Indonesia dan Malaysia. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur teori keagenan dengan menunjukkan bahwa efektivitas konservatisme dalam menurunkan financial distress sangat dipengaruhi oleh kondisi struktur keuangan perusahaan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen untuk menjaga kualitas konservatisme pelaporan keuangan tanpa mengorbankan fleksibilitas keuangan sebagai strategi kunci menghindari risiko financial distress dan kebangkrutan.
Pengaruh financial distress terhadap nilai perusahaan manufaktur Indonesia dan Malaysia: Peran konservatisme Vani Vauliyanti; Arif Wahyu Nur Kholid
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.992

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress terhadap nilai perusahaan dengan konservatisme akuntansi sebagai variabel moderasi dalam perspektif teori keagenan pada perusahaan manufaktur di pasar berkembang (Indonesia dan Malaysia). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Malaysia (BEM) tahun 2024. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan total 1.595 observasi. Nilai perusahaan diukur dengan Tobin's Q, financial distress diukur dengan Interest Coverage Ratio (ICR) dikalikan -1, dan konservatisme diukur dengan total akrual ditambah depresiasi dibagi total aset dikalikan -1. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan kovarians HAC (Newey-West) untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas, berbantuan perangkat lunak E-Views 13. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan (koefisien -0,0023; prob. 0,000). Konservatisme akuntansi tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan (prob. 0,3607), namun terbukti memperlemah dampak negatif financial distress terhadap nilai perusahaan (koefisien interaksi 0,0091; prob. 0,0033). Dengan demikian, konservatisme berperan sebagai pure moderator dan berfungsi sebagai governance buffer yang meredam perilaku oportunistik manajer saat tekanan keuangan meningkat. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini tidak menggunakan variabel kontrol seperti negara, ukuran perusahaan, atau kualitas audit. Nilai perusahaan hanya diukur dengan proksi Tobin's Q padahal terdapat beragam pengukur lainnya. Penelitian tidak melakukan pengujian split sample atau pengujian terpisah antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian hanya menggunakan data cross-section tahun 2024 sehingga pengaruh antar waktu tidak diakomodasi. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur teori keagenan dengan menunjukkan bahwa konservatisme bekerja sebagai variabel moderasi murni (pure moderator) yang nilainya baru terasa ketika perusahaan berada dalam tekanan keuangan, sehingga berfungsi sebagai governance buffer yang mereduksi perilaku oportunistik manajer. Secara praktis, manajemen perlu memandang konservatisme akuntansi bukan sebagai penghambat kinerja jangka pendek, tetapi sebagai strategi perlindungan nilai (value protection strategy) ketika menghadapi tekanan keuangan. Penerapan kebijakan pelaporan yang lebih hati-hati dapat mengurangi reaksi negatif pasar terhadap kondisi distress.