Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TOKO KELONTONG TERHADAP TOTAL PENDAPATAN KELUARGA di DESA SINGKUP, KECAMATAN PASAWAHAN – KABUPATEN KUNINGAN Akbari, Safitri; Suwandi, Suwandi; Turini, Turini; Eka Septian, Willy; Umar Fakhrudin, Mohammad
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal) Vol 22 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/js.v22i1.218

Abstract

Singkup Village. Pasawahan District – Kuningan Regency is a Village Fostered by the Academic Community of Catur Insan Cendekia University, Cirebon City. The purpose of this study was to conduct an assessment of how big the contribution of grocery shop business income is to total income in Singkup Village, Pasawahan District - Cirebon Regency. The research method that the authors use in this research is descriptive method. The population in this study were 42 heads of families, this research was a population study. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The collected data is then analysed in tabular form (percentage). The results of this study indicate that: (1) the main occupation of the head of the Singkup Village family is as a farmer, construction worker, teacher, breeder, driver and private employee, (2) the average main income of the head of the Singkup Village family is Rp. 2,703,500 per month, (3) the average profit from the grocery shop business is Rp. 1,763,000.- per month, (4) the average percentage contribution of grocery shop business income to total family income is 39.47%. The contribution resulting from this research is to add insight to lecturers and students according to their field of knowledge, the campus has provided an analysis of the income contribution of grocery stalls in the Foster Village, especially those who have a grocery shop business in Singkup Village. The novelty of this research is the author's suggestion to grocery shop entrepreneurs to be able to increase their business income.
PENGEMBANGAN SISTEM IOT DALAM PEMBERIAN PAKAN OTOMATIS UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE PADA SISTEM AKUAPONIK DI GRIYA KARYA HARAPANKU CIREBON Arief Prasetya, Muhammad; Kusnadi, Kusnadi; Eka Septian, Willy
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 6 (2024): JATI Vol. 8 No. 6
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i6.11387

Abstract

Internet of Things (IoT) telah menjadi inovasi penting di sektor pertanian, termasuk di Griya Karya Harapanku Cirebon, lembaga di bawah HIS Foundation yang mendukung anak-anak berkebutuhan khusus. Penerapan IoT di sana melibatkan sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung, dengan tantangan utama dalam memastikan pemberian pakan ikan yang tepat dan konsisten. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan sistem pemberi pakan ikan lele otomatis berbasis IoT yang dilengkapi dengan pengatur waktu otomatis, aplikasi monitoring dan controlling yang dapat diakses oleh mentor, serta fitur tambahan seperti mode pengaturan ukuran pakan dan verifikasi pengeluaran pakan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi pemberian pakan, pengurangan risiko overfeeding, dan peningkatan produksi ikan lele, sambil memberikan pengalaman belajar teknologi IoT bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk memastikan solusi yang dikembangkan efektif, identifikasi masalah dilakukan dengan fokus pada keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan minat anak-anak terhadap teknologi serta sistem akuaponik, serta tantangan dalam pengawasan pemberian pakan oleh mentor. Studi literatur dan survei lapangan membantu mengidentifikasi masalah ini secara lebih mendalam, memberikan dasar yang kuat untuk tahap analisis dan perancangan. Dalam proses analisis dan perancangan, data dikumpulkan dan diolah untuk merancang sistem yang sesuai menggunakan software Arduino IDE dan NodeMCU ESP8266. Sistem ini dirancang untuk membaca waktu dari Real-Time Clock (RTC) dan mendeteksi jarak pakan dengan sensor ultrasonik. Ketika waktu yang ditentukan tercapai, servo akan bergerak untuk memberikan pakan, dan notifikasi ketersediaan pakan akan ditampilkan pada LCD. Sistem juga dapat berfungsi secara offline dengan mode pemberian pakan yang diatur melalui push button.
PERANCANGAN SISTEM IOT UNTUK PEMANTAUAN DAN PENYIRAMAN BIBIT CABAI JABLAY BERBASIS ANDROID DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DESA SARWADADI KAB. CIREBON Fadillah, Daffi; Kusnadi, Kusnadi; Eka Septian, Willy
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 6 (2024): JATI Vol. 8 No. 6
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i6.11989

Abstract

Pertanian merupakan sektor penting bagi kelangsungan hidup manusia, terutama di Indonesia. Namun, pengelolaan lahan sering dilakukan secara tradisional, yang berdampak pada hasil panen. Tanaman cabai, yang bernilai ekonomi tinggi, menghadapi fluktuasi harga, terutama menjelang bulan puasa. Optimalisasi lingkungan tumbuh, seperti kelembaban tanah dan suhu, menjadi tantangan dalam budidaya cabai. Penerapan Internet of Things (IoT) di pertanian dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan. Di Desa Sarwadadi, Kelompok Wanita Tani (KWT) berfokus pada pemberdayaan perempuan, tetapi seringkali terjadi permasalahan yang muncul seperti kondisi tempat tanaman bibit cabai yang terlalu kering atau terlalu basah lalu kelalaian dalam menyiram dan memantau kondisi tanaman bibit cabai karena keterbatasan waktu dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem IoT untuk memantau kondisi lingkungan dan mengatur penyiraman tanaman cabai jablay secara otomatis. Dengan menggunakan sensor untuk mengukur kelembaban tanah, suhu, dan tingkat air, data akan diproses oleh mikrokontroler NodeMCU ESP8266 untuk mengendalikan pompa air sesuai kebutuhan. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, khususnya anggota KWT di Desa Sarwadadi, Kabupaten Cirebon, serta memberikan solusi inovatif dalam pengelolaan pertanian berbasis teknologi.
Implementation of DSS for the Selection of MSME Financing Based on Financial Performance and Growth Potential Eka Septian, Willy; Sari, Maya Permata; Adam, Rinaldi; Ibrahim, Muhammad; Maharani, Silvia; Magdalena, Lena
Jurnal Informatika Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ji.v13i1.11151

Abstract

Many businesses have difficulty choosing a funding scheme that suits their financial condition and their company's growth potential. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method and the Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) technique are combined to create the right Decision Support System (DSS). This research collected data through surveys and interviews with experts in 30 relevant agency-assisted MSMEs, but the data that will be displayed in this journal are as many as 5 MSME data that we have selected. Then, using AHP to determine how important financial criteria and business prospects are, and using the TOPSIS method to compare alternative financing such as people's business loans, fintech loans, and venture capital. Research outputs include a prototype of a system that can generate scientific publications, policy inputs, and objective financing advice for financial institutions. It is hoped that with this DSS, the financing selection process will be more measurable and accurate, and will support the sustainable growth of MSMEs. This resualt shows that  the Analytical Hierarchy Process (AHP) method  is able to produce a consistent criterion weight with  a Consistency Ratio (CR) value of < 0.1, where business duration (0.22) and income (0.17) are the most dominant factors in assessing the feasibility of MSME financing. Furthermore, the TOPSIS method  was used to produce an objective MSME ranking, with Krh Kreasikus Production obtaining the highest preference value (Ci = 0.6911) and Nainay Salted Egg Producer obtaining the lowest value (Ci = 0.2259), demonstrating the ability of this method in distinguishing at-risk MSMEs and MSMEs with better growth potential. Overall,  the AHP-TOPSIS-based Decision Support System model has proven to be effective in helping financial institutions evaluate MSMEs in a more systematic, transparent, and data-based manner  compared to conventional methods.