Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Wartawan dan Intervensi Perusahaan Pencemar Terhadap Keputusan Wartawan Media Online Menulis Berita Pencemaran Air di Riau: Dukungan Pemerintah sebagai Moderator Nurmalia, Denisa; Hanny Hafiar; Siti Karlina
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v10i1.11036

Abstract

Banyaknya jumlah wartawan dan kasus pencemaran perairan di Provinsi Riau tidak berbanding lurus dengan jumlah pemberitaan pencemaran di media online tempat mereka bekerja. Berbagai faktor internal dan eksternal media dapat mempengaruhi mengapa hal itu terjadi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi wartawan dan intervensi perusahaan pencemar, baik langsung maupun  dimoderasi oleh dukungan pemerintah, terhadap keputusan wartawan media online menulis berita pencemaran perairan di Riau. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 226 responden dari 546 populasi wartawan media online yang telah lulus ujian kompetensi. Penetapan jumlah responden menggunakan teknik Sample Size Calculator, sedangkan pemilihan responden menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kompetensi wartawan, dan intervensi perusahaan pencemar, memberi pengaruh sebesar 23,8% terhadap keputusan wartawan media online dalam menulis berita pencemaran perairan di Riau. Sedangkan 76,2% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak ikut diteliti. Kompetensi wartawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mereka menulis berita pencemaran perairan, sedangkan intervensi perusahaan pencemar berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara dukungan pemerintah tidak berperan sebagai pemoderasi (memperkuat atau memperlemah) pengaruh kompetensi wartawan dan intervensi perusahaan pencemar terhadap keputusan wartawan dalam menulis berita pencemaran perairan di Riau.
Kewarganegaraan Ekologis dalam Pembangunan Kota Sehat Surakarta: (Kajian Literatur Tentang Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan) Yohanes Octora Sinurat; Hasanudin Hasanudin; Siti Karlina; Wirda Rohma
Jurnal Bengawan Solo Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta Vol. 5 No. `1 (2026): Juni: Jurnal Bengawan Solo
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/7e94h325

Abstract

This study explores how the concept of ecological citizenship can strengthen collaboration between the government and society in building a healthy city in Surakarta. Using a literature review method, it examines various studies related to ecological citizenship, community participation, and sustainable urban policy. The findings show that a healthy city is not only determined by government policy and infrastructure but also by citizens’ awareness and active involvement in environmental protection. The core values of ecological citizenship such as responsibility, participation, and environmental justice help cultivate collective behavior that supports urban ecological sustainability. The government plays a vital role as a facilitator of collaboration, while citizens act as key agents of innovation through community-based activities such as waste banks, urban gardens, and neighborhood greening. However, challenges remain, including limited resources, unequal participation, and low environmental awareness among some residents. Therefore, stronger synergy between public policy, environmental education, and civic engagement is needed to foster an ecological culture. This study concludes that a sustainable healthy city can only be achieved when ecological citizenship becomes part of the collective consciousness of all urban residents.