Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH TLOGOSURYO KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Hasanudin Hasanudin; Vita Maryah Ardiyani; Pertiwi Perwiraningtyas
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.41 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.870

Abstract

DataWorld Health Organization tahun 2008 menunjukkan di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% mengidap hipertensi dengan perbandingan pria dan wanita 1:1.Hipertensi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktoryang mempengaruhi terhadap kejadian hipertensi yaitu aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada masyarakat penderita hipertensi di wilayah Tlogosuryo Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Metode penelitian ini menggunakan desain korelasidan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat penderita hipertensi yang ada di wilayah Tlogosuryo, Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang sebanyak 104 orangdan sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 51 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah baecke questionnairedan observasi (pengukuran tekanan darah menggunakan spignomanometer aneroid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisiksebagian besar responden dikategorikan kadang-kadang yaitu sebanyak 31 orang (60,78%), dantekanan darah hampir seluruhnya responden dikategorikan stadium 1 yaitu sebanyak 41 orang (81,39%), selanjutnya data dianalisis menggunakan uji speraman rankdan didapatkan nilai Sig.= 0,005(α ≤0,05). Artinya ada hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada masyarakat penderita hipertensi di wilayah Tlogosuryo, Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Diharapkan masyarakat melakukan akivitas fisik atau berolahraga secara rutin sehingga dapat menurunkan atau menstabilkan tekanan darah.
Pengaruh Penerapan Metode Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) Terhadap Hasil Belajar Fiqih Materi Tatacara Pengurusan Jenazah Hasanudin Hasanudin; Mu’arif Mu’arif
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.288 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v5i2.603

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kurang efektifnya pembelajaran Fiqih di kelas X MA Nurul Huda Sukaraja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) terhadap hasil belajar Fiqih materi Tatacara Pengurusan Jenazah peserta didik kelas X MA Nurul Huda Sukaraja. Dilihat tingkat eksplanasi termasuk jenis penelitian eksperimen menggunakan desain quasi eksperiment. Sampel penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IPA dan X MAK MA Nurul Huda Sukaraja yang berjumlah 56 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi sedangkan uji hipotesis dilakukan menggunakan uji t polled varian. Sebagai kegiatan akhir analisis data penelitian dapatlah disimpulkan Pertama: Hasil l belajar Fiqih materi Tatacara Pengurusan Jenazah peserta didik yang pembelajarannya menerapkan metode Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) di kelas X MA Nurul Huda Sukaraja Kecamatan Buay Madang adalah sedang. Kedua: Hasil belajar Fiqih materi Tatacara Pengurusan Jenazah peserta didik yang pembelajarannya menerapkan metode ceramah di kelas X MA Nurul Huda Sukaraja Kecamatan Buay Madang adalah sedang. Ketiga: Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan metode Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) terhadap hasil belajar Fiqih materi Tatacara Pengurusan Jenazah peserta didik kelas X MA Nurul Huda Sukaraja Kecamatan Buay Madang.
KERUKUNAN MASYARAKAT MULTIKULTUR DI DESA BANUROJA, GORONTALO hasanudin hasanudin
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.59 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.465

Abstract

Banuroja merupakan sebuah desa yang mempunyai keunikan dan paling khas dibandingkan desa-desa lainnya di Provinsi Gorontalo, bahkan di seluruh Indonesia. Penduduk Desa Banuroja berasal dari sembilan etnik yaitu Bali, Jawa, Sasak, Gorontalo, Sunda, Minahasa, Bugis, Betawi, dan Batak. Keragaman etnis menyebabkan penduduknya memeluk agama, Islam, Hindu, Kristen Protestan, dan Khatolik. Pada umumnya untuk ukuran suatu desa di Provinsi Gorontalo, Desa Banuroja termasuk masyarakatnya yang heterogen, dan menjadi wadah yang mempertemukan berbagai macam agama, etnik, dan budaya. Masyarakat Banuroja dengan komposisi agama dan kultur yang majemuk, menjadi sampel yang representatif untuk memahami masyarakat multikultur dalam membangun solidaritas.Kerukunan yang terbangun di Banuroja adalah kerukunan dan toleransi dari paradigma pluralisme. Masyarakat Banuroja menerima berbagai agama dan etnis dengan upaya menata keragaman dalam membina kerukunannya. Berdasarkan pembagian lima kategori multikulturalisme oleh Bikhu Parekh, maka masyarakat Banuroja termasuk kategori dalam multikulturalisme otonomis, yaitu masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima.Terdapat tiga faktor menjadi pendorong terbangunnya kerukunan umat beragama yaitu rasa persatuan dari berbagai agama dan suku dalam bentuk toleransi, para tokoh masyarakat baik dari tokoh agama maupun tokoh etnik dapat menjaga keseimbangan dan kesetaraan dalam kehidupan masyarakat, dan peran Pesantren Salafiyah Syafiiyah dalam menjaga kerukunan. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka, dalam rangka memahami kerukunan masyarakat Banuroja. 
The Effect of Inflation, Exchange, SBI Interest Rate and Dow Jones Index on JCI on IDX 2013 – 2018 Hasanudin Hasanudin
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1896

Abstract

This analysis aims to display inflation, exchange rates of currencies, SBI, and the Dow Jones Index on IHSG and IDX from 2013 to 2018. Quantitative testing approaches using the SmartPLS 3 technology and Structural Equation Modeling (SEM) analysis techniques. Inflation has a large positive effect on the JCI. Which indicates that as inflation rises, the JCI value falls. Exchange rates significantly impact the JCI. Therefore, the exchange rate indicator directly affects the path of the high exchange rate, which reduces the JCI figure. The SBI rate has no Impact and negative on JCI. This means JCI would not be affected by the increased number of SBI interest rates. For the Dow Jones Index, the JCI is significantly positive. Which suggests that the Dow Jones index's rise has an effect on the JCI. The Dow Jones Index has the most impact on work motivation, at 0.982, in contrast to the inflation, exchange rate, and SBI interest rate variables against the IHSG of IDX from 2013 to 2018.
The Impact of the Price Earnings Ratio (PER), the Debt to Equity Ratio (DER), and the Dividend Payout Ratio (DPR) on the Price Book Value (PBV) of Trading Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2015 to 2019 Hasanudin Hasanudin
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.4148

Abstract

PER, DER, and DPR (dividend payout ratios) on Price Book Value (PBV) in Indonesian Stock Exchange-listed trading companies are all examined for the years 2015–2019 in this study (IDX). Secondary data are used in this investigation. Purposive sampling was used to obtain the sample. The results of multiple linear analysis indicate that 1) PER has a positive and statistically significant effect on PBV in trading companies listed on the IDX. (2) DER has a severe negative impact on the PBV of trading companies listed on the IDX. (3) DPR has a major negative influence on the PBV of companies in the trading sector that are listed on the IDX.
MEMBANGUN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BISNIS KULINER A. A Gede Ajusta; Lydia Salvina Helling; Hasanudin Hasanudin; Endang Wahyudi
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2021): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v6i2.1466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Membangun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk usaha kuliner. Kedapannya penelitian ini sebagai role model atau panduan untuk membuat SOP bisnis kuliner yang ada di Indonesia, sehngga perusahaan dapat dijalankan dengan profesional.Sehingga akan muncul lebih anyak lagi pelaku Binis Kuliner di Indonesia, bahkan bisa menggembangkan usahanya sehingga go internasional. Metode Penelitian yang digunakan Metode Kualitatif dengan mengacu pada 7 hal pokok dalam SOP yang meliputi efisiensi, konsisten, meminimalisasi kesalahan, penyelesaiaan masalah dan batasan pertahanan. Informan penelitian sebanyak 5 orang yaitu: 1 Manajer HRD dan 4 Karyawan yaitu dibidang keuangan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan perusahaan sejenis dan pakar SOP. Hasil analisis menunjukkan bahwa minimal ada 6 SOP yang harus dibuat untuk membuat rancanga SOP Bisnis Kulier yaitu SOP Penerimaan Kas, SOP Makan Ditempat, SOP Delivery Order, SOP Pengeluaran Kas, SOP Produksi dan SOP Penggajian Karyawan . Adapun tentang hal pokok dalam SOP memiliki beberapa kekurangan diantaranya penyelesaiaan masalah, perlindungan tenaga kerja dan peta kerja.
Penelitian Rekayasa Pembuatan Alat Celup Benang Tenun Bentuk Hank Hasanudin Hasanudin; Djumala Machmud
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i16.1073

Abstract

Proses pengerjaan benang tenun bentuk hank dengan alat celup tradisional (bak) dapat ditingkatkan efisiensi dan kualitas hasilnya apabila ditambah peralatan yang lebih efektif dan mempunyai kestabilan yang mantap. Teknologi penggulungan benang, pencelupan dan pengerjaan bahan logam dan pengetahuan tentang elemen mesin merupakan landasan yang dipergunakan dalam perencanaan rekayasa peralatan. Kegiatan penelitian meliputi pembuatan desain, bagian peralatan, suku cadang, perakitan dan uji coba. Kemudian dilakukan pengujian ketidakrataan warna serta pengamatan jalannya proses.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peralatan dapat berfungsi dengan baik dan selama uji coba terjadi kekusutan benang sebanyak satu kali untuk warna biru dan dua kali pada warna merah dengan hasil kerataan kedua warna mempunyai koefisien variasi dibawah satu persen.Proses pengerjaan benang tenun bentuk hank dengan alat celup tradisional (bak) dapat ditingkatkan efisiensi dan kualitas hasilnya apabila ditambah peralatan yang lebih efektif dan mempunyai kestabilan yang mantap. Teknologi penggulungan benang, pencelupan dan pengerjaan bahan logam dan pengetahuan tentang elemen mesin merupakan landasan yang dipergunakan dalam perencanaan rekayasa peralatan. Kegiatan penelitian meliputi pembuatan desain, bagian peralatan, suku cadang, perakitan dan uji coba. Kemudian dilakukan pengujian ketidakrataan warna serta pengamatan jalannya proses.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peralatan dapat berfungsi dengan baik dan selama uji coba terjadi kekusutan benang sebanyak satu kali untuk warna biru dan dua kali pada warna merah dengan hasil kerataan kedua warna mempunyai koefisien variasi dibawah satu persen.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Oksidasi Pada Proses Pencelupan Batik Kain Kapas Dengan Zat Warna Indigosol Hasanudin Hasanudin
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i16.1066

Abstract

Pencelupan batik dengan zat warna indigosol memerlukan energi sinar matahari untuk membangkitkan warnanya (oksidasi), karenanya pencelupan batik bentuk panjang dengan alat celup BLC mengalami kesulitan agar batik bentuk panjang (dengan alat Bf, C) dapat dicelup dengan zal warna indigosol, maka dilakukan penelitian untuk mengganti energi matahari dengan larutan oksidasi panas. Mengingat sifat Iilin batik yang melunak pada suhu tinggi, maka oksidasi dilakukan pada suhu 40°C dan 50°C selama 1, 2 dan 3 menit. Hasil penelitian diuji kekuatan tarik dan ketuaan warnanya. Dari evaluasi dapat diketahui bahwa kekuatan tarik arah lusi terendah sebesar 19,81 kg/cm2 lebih tinggi dari standar (Standar SII 13,55 kg/cm2) dan arah pakan terendah sebesar 12,70 kg/cm2 lebih tinggi dari standar (Standar SIl 10,39 kg/cm2). Untuk ketuaan warna, warna Grey IBL dan Green I3B lebih tinggi dari warna hasil celupan tradisional, sedangkan warna Pink R berada I tingkat di bawah hasil celupan tradisional.Pencelupan batik dengan zat warna indigosol memerlukan energi sinar matahari untuk membangkitkan warnanya (oksidasi), karenanya pencelupan batik bentuk panjang dengan alat celup BLC mengalami kesulitan agar batik bentuk panjang (dengan alat Bf, C) dapat dicelup dengan zal warna indigosol, maka dilakukan penelitian untuk mengganti energi matahari dengan larutan oksidasi panas. Mengingat sifat Iilin batik yang melunak pada suhu tinggi, maka oksidasi dilakukan pada suhu 40°C dan 50°C selama 1, 2 dan 3 menit. Hasil penelitian diuji kekuatan tarik dan ketuaan warnanya. Dari evaluasi dapat diketahui bahwa kekuatan tarik arah lusi terendah sebesar 19,81 kg/cm2 lebih tinggi dari standar (Standar SII 13,55 kg/cm2) dan arah pakan terendah sebesar 12,70 kg/cm2 lebih tinggi dari standar (Standar SIl 10,39 kg/cm2). Untuk ketuaan warna, warna Grey IBL dan Green I3B lebih tinggi dari warna hasil celupan tradisional, sedangkan warna Pink R berada I tingkat di bawah hasil celupan tradisional.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika pada Materi Perbandingan Menggunakan Model Pembelajaran Aktif Tipe Snow Ball bagi Siswa Kelas VII Hasanudin Hasanudin
JPMP Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v5i1.1702

Abstract

Model pembelajaran yang menarik dan dapat memacu siswa untuk ikut serta secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar yaitu model pembelajaran aktif. Pada dasarnya, pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Dimana peserta didik diajak untuk turut serta dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran aktif yang dapat mengatasi permasalahan di atas yaitu tipe snow ball. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa dengan penggunaan model pembelajaran aktif tipe snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Maka hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran aktif tipe snow ball sangat membantu dalam usaha peningkatan prestasi belajar matematika siswa. Suasana belajar yang ditimbulkan dalam pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa belajar secara berkelompok dari kelompok kecil kekelompok yang lebih besar sehingga meminimalisasi rasa bosan dan jenuh dalam belajar matematika.
Social Entrepreneurship Growth Model among Tanjungpura University Students in Supporting the Smart Village in West Kalimantan Province M. Irfani Hendri; Hasanudin Hasanudin; Syahbandi Syahbandi
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5609

Abstract

This paper aims to describe the profile of villages in West Kalimantan Province and then design a synergistic model in the growth of solopreneurs in supporting the smart village 4.0 program in West Kalimantan Province. The approach used in this research is a qualitative approach. The type of this research is a case study (case study). The collection of data and information needed for the purposes of analysis is carried out by means of: 1) documentation studies; 2) field observations; 3) interview technique and 4) focus group discussion (FGD). The development of sociopreneurship, especially among the younger generation, is very important considering that Indonesia, including in West Kalimantan Province, has a population with a very high productive age. This population of productive age will certainly have a very good potential if it can be managed and directed to support development programs in West Kalimantan Province, especially the 2031 village development program into smart villages (Desa 4.0) which is the flagship program of the West Kalimantan Provincial Government. The young generation of West Kalimantan, especially students at Tanjungpura University, who are increasingly aware of technology and innovation will spur the progress of renewable resources based industries that are widely available in villages. By utilizing relevant technology, it will spur the emergence of creativity and innovation so that it can become a competitive advantage. Therefore, it would be better to combine sociopreneurship with digital start-ups into one form of subject with the student creativity program (PKM) and the Holistic Village Development and Empowerment Program (PHP2D) as outputs in the lecture.