Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Strada Journal of Radiography

Analisis Variasi Kilovolt (kV) terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) pada Pemeriksaan Ankle Proyeksi Lateral dengan Menggunakan Image-J Djuli Pontjowijono; Vanessa Pingky Enjellina; Anggi Tiur Maduma; Sentot Alibasah
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.66

Abstract

Kualitas radiografi ditentukan oleh struktur anatomi yang dipengaruhi oleh faktor eksposi seperti kV, mA, dan s. Pemeriksaan ankle joint dengan proyeksi lateral bertujuan memeriksa fraktur, dislokasi, dan efusi sendi. Sebanyak 20% populasi mengalami cedera ankle. Untuk citra radiografi ankle yang akurat, diperlukan analisis kualitas citra menggunakan software Image-J yang mampu mengukur kontras dan ketajaman gambar melalui fitur histogram, dengan parameter utama Signal-to-Noise Ratio (SNR). Tujuan penelitian ini menganalisis variasi tegangan (kV) 50, 55, 60, 65, 70, 75 terhadap SNR pada pemeriksaan ankle proyeksi lateral dengan menggunakan Image-J. Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif menggunakan metode histogram dan SNR pada Image-J. Subjek penelitian phantom ankle dan objek penelitian ini adalah citra foto phantom ankle yang di proyeksikan Lateral, diekspos sebanyak 6 variasi tegangan (kV), dan dilakukan penyinaran 3 kali. Citra radiograf diolah menggunakan Image- J melalui tahapan editing, transfer file DICOM, dan analisis histogram. Citra difokuskan pada anatomi Talus dengan Region Of Interest (ROI) yang sama untuk menghitung rata-rata nilai piksel dan standar deviasi sebagai perhitungan SNR. Hasil penelitian diperoleh kV 50 nilai SNR 20, kV 55 nilai SNR 21,574, kV 60 nilai SNR 22,769, kV 65 nilai SNR 24,706, kV 70 nilai SNR 25,090, dan kV 75 dengan nilai SNR 27,510. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh variasi tegangan (kV) tersebut layak untuk evaluasi diagnostik, dengan kontras yang baik, noise yang rendah, dan detail anatomi yang cukup jelas, khususnya struktur halus seperti celah sendi, korteks tulang, dan fraktur. Hasil optimal terdapat pada kV 65 – 75.
Teknik Radiografi Shoulder dengan Diagnosa Dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul Anggi Tiur Maduma; Zidda Kamalia
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.70

Abstract

Shoulder joint atau biasa disebut dengan sendi glenohumeral merupakan sendi bola dan soket antara scapula dan humerus. Ini adalah sendi utama yang menghubungkan tungkai atas ke batang tubuh. Pemeriksaan shoulder joint ada beberapa proyeksi yaitu antero- posterio external dan internal rotation, inferosuperio axial, antero-posterio, scapular Y view, dan axillaris view. Salah satu patologi yang sering terjadi di shoulder joint adalah dislokasi. Dislokasi merupakan suatu kondisi di mana tulang bergerak menjauh dari sendi atau pindah dari posisinya. Dislokasi umumnya terjadi karena gerakan sendi yang tiba-tiba atau adanya benturan keras pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan shoulder joint dengan klinis dislokasi akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini yaitu Proyeksi Anteroposterior (AP) merupakan proyeksi utama dalam pemeriksaan shoulder joint pada klinis trauma dikarenakan menampakkan anatomi shoulder joint secara keseluruhan sehingga dapat mendiagnosa apabila terdapat dislokasi atau fraktur kemudian. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu di Instalasi Radiologi RSUD Simpang Lima Gumul hanya menggunakan proyeksi Antero-Posterio (AP) dan tidak menggunakan proyeksi tambahan seperti Y View atau axillary view. Proyeksi Y View atau axillary view adalah proyeksi tambahan jika diperlukan dan menyesuaikan keadaan pasien.