Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Teorema Pythagoras Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Permatahati, Indah; Rahmawati, Noviana Dini; Aini, Aurora Nur
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 5 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i5.10996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika materi teorema pythagoras di tinjau dari kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang dan rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes tertulis dan wawancara. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa SMPN 14 Semarang kelas IX-F diantaranya satu siswa berkemampuan berpikir kritis tinggi, satu siswa berkemampuan berpikir kritis sedang, dan satu siswa berkemampuan berpikir kritis rendah. Teknik analisis dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dengan membandingkan hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian di peroleh (1) Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis tinggi mampu memenuhi semua tahapan polya seperti memahami masalah (Understanding the problem), memikirkan rencana (Devising a plan), melaksanakan rencana (Carrying out the plan), dan memeriksa kembali jawaban (Looking back). (2) Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis sedang hanya mampu memenuhi beberapa tahapan polya seperti memahami masalah (Understanding the problem), memikirkan rencana (Devising a plan), sedangkan pada melaksanakan rencana (Carrying out the plan) kurang memenuhi dan memeriksa kembali jawaban (Looking back) tidak memenuhi. (3) Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis rendah memenuhi satu tahapan polya seperti memahami masalah (Understanding the problem) kemudian untuk tahap kedua yaitu memikirkan rencana (Devising a plan) tidak memenuhi sedangkan pada melaksanakan rencana (Carrying out the plan) kurang memenuhi, dan memeriksa kembali jawaban (Looking back) tidak memenuhi.
Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik melalui Pembuatan Ecobrick di Lingkungan Sekolah Dasar Desa Rejasari, Banjarnegara Indriyani; Riady, Reza Muhammad; Lestari, Puji; Permatahati, Indah; Ramadhan, Rifanty Wahyu; Rahmawati, Dewi; Melati, Sara; Fadlola, Muhammad Gus Solhan
Artha Imperium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Artha Genetikalab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/3a2vam82

Abstract

Sampah plastik merupakan jenis sampah anorganik yangsulit terurai dan hingga saat ini masih menjadipermasalahan di berbagai daerah. Sebagai upaya dalampengelolaan sampah plastik, diperlukan edukasi sertapemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilaiguna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untukmemberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran,khususnya di kalangan anak-anak, mengenai pentingnyapengelolaan limbah plastik melalui metode kreatif sepertipembuatan Ecobrick. Metode yang digunakan dalamkegiatan ini meliputi survei lokasi, penyampaian materisosialisasi, demonstrasi pembuatan Ecobrick, sertaevaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan di SD NegeriRejasari menunjukkan bahwa sosialisasi pengelolaansampah menjadi produk bernilai guna mampumeningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadappentingnya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.Berdasarkan hasil evaluasi, 25 dari 30 siswa (83,3%)mampu menjawab minimal 5 dari 7 pertanyaan yangdiajukan oleh tim pengabdi dengan benar, yangmenunjukkan bahwa sebagian besar siswa telahmemahami materi yang disampaikan. Selain itu, kegiatanedukasi pembuatan ecobrick juga dapat diikuti denganbaik oleh para siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasilobservasi praktik, di mana 27 siswa (90%) mampumempraktikkan tahapan pembuatan ecobrick denganbenar, mulai dari pemilahan sampah plastik hingga prosespemadatan plastik ke dalam botol. Hasil kegiatan tersebutjuga menghasilkan satu buah kursi mini yang disusun dariecobrick sebagai bentuk pemanfaatan sampah plastikmenjadi produk yang bernilai guna.