Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Edukasi Perayaan Tahun Baru Masehi Dalam Perspektif Islam Bagi Peserta Didik Sma Muhammadiyah 8 Ciputat Shofiyah, Siti; Fitriansyah, Mahliga; ., risdianto
Jurnal Pengabdian ADPIKS Vol 1 No 1 (2023): Volume 1 No 1 Tahun 2023
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial (ADPIKS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perayaan tahun baru merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan khususnya oleh masyarakat di Indonesia. Tahun baru yang diiringi oleh liburan panjang membuat aktivitas perayaan semakin meriah. Namun dalam Islam perayaan tahun baru merupakan tasyabbuh atau menyerupai kebiasaan masyarakat Non-Muslim. Kebiasaan tasyabbuh ini dilakukan oleh berbagai usia di masyarakat, baik anak-anak, remaja sampai dewasa. Hal ini menjadi dasar untuk melakukan sosialisasi edukasi tentang perayaan tahun baru dalam perspektif Islam bagi peserta didik SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, Tangerang Selatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk melakukan sosialisasi edukasi pemahaman peserta didik di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat tentang perayaan tahun baru masehi dalam perspektif Islam.
Edukasi Tata Cara Berzakat bagi Jamaah Masjid Jamik Darussalam Pondok Aren, Tangerang Selatan ., Risdianto; Maulan, Rikza; Shofiyah, Siti; Fitriansyah, Mahliga
Jurnal Pengabdian ADPIKS Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 Tahun 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial (ADPIKS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kemiskinan menjadi tantangan dalam misi dakwah Islam di Indonesia. Umat Islam harus bertanggung jawab mengatasi kemiskinan di negara kaya sumber daya alam ini. Umat Islam sangat terkena dampak kemiskinan karena mereka dianggap bersaudara dan harus saling mencintai. Pengentasan kemiskinan harus menjadi tantangan bersama bagi umat Islam Indonesia. Kita tidak bisa berpangku tangan dan menuntut pemerintah untuk memerangi kemiskinan yang meningkat. Program pengentasan kemiskinan pemerintah dapat menggunakan infrastruktur seperti penguatan infak, zakat, sedekah, dll. Penyebab kemiskinan dapat diatasi dengan memperkuat lembaga zakat yang profesional. Hal yang perlu diajarkan kepada lembaga zakat adalah menjaga keimanan kepada Allah agar umat Islam bisa bersinergi dalam mengatasi kemiskinan. Penerima zakat juga harus yakin bahwa tanggung jawabnya adalah kepada Allah dan perlu memperluas pendapatan usahanya sesuai petunjuk penerima zakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan dukungan zakat bagi jamaah Masjid Jamik Darussalam di Kelurahan Perigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel.
Pengaruh Sarana Prasarana dan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VI Terhadap Hasil Belajar IPAS Vina Inayatul Matin; Saepur Rijal; Kholifah Dwi Dianti; Mochammad Daffa Putra Anggrianto; Fitriansyah, Mahliga
Indonesian Journal of Education and Learning Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v9i1.3306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris seberapa besar pengaruh parsial dan simultan antara sarana prasarana dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran IPAS pada 37 siswa kelas VI A SDN Babakan 02 Tangerang Selatan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan utama, yaitu kurangnya ketersediaan alat peraga IPAS dan rendahnya tingkat kemandirian belajar siswa, yang keduanya menghambat efektivitas pembelajaran berbasis eksperimen. Menggunakan pendekatan kuantitatif jenis asosiatif dengan teknik saturated sampling (sampel jenuh), data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda (uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi) dengan program SPSS. Hasil utama menunjukkan bahwa secara parsial, baik Sarana Prasarana (Sig = 0,040 < 0,05) maupun Kemandirian Belajar (Sig = 0,010 < 0,05) terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPAS, yang mana temuan kemandirian belajar konsisten dengan Teori Self-Regulated Learning (SRL). Hasil terpenting adalah secara simultan, kedua variabel ini memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS (Fhitung = 4,506 dengan Sig = 0,018 < 0,05). Temuan ini didukung oleh Teori Kognitif Sosial dan menyimpulkan bahwa capaian akademik IPAS yang optimal adalah hasil dari sinergi antara dukungan lingkungan (Sarana Prasarana) dan kontrol diri individu (Kemandirian Belajar). Implikasinya, penelitian merekomendasikan strategi intervensi ganda terpadu: investasi fasilitas harus diimbangi dengan penanaman keterampilan regulasi diri dan metakognitif yang eksplisit.
“Golput” dalam Pemikiran Politik Al Mawardi dan Korelasinya terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tahun 2009 Risdianto, Risdianto; Kartika, Rini Fatma; Alfarisi, Usman; Fitriansyah, Mahliga
POLITEA Vol 6, No 2 (2023): Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v6i2.22200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas Fatwa MUI tahun 2009 tentang kewajiban memilih pemimpin pada pemilihan umum. Fatwa tersebut menggunakan dalil nash al-Qur’an dan al-Hadis serta kaedah fikih dan pendapat ulama seperti al Mawardi. Pemikiran Al Mawardi menjadi studi kritik yang dilakukan. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, dan menjadikan fatwa MUI Tahun 2009 tentang larangan Golput sebagai sumber penelitian. Hasilnya, Fatwa MUI Tahun 2009 tentang larangan golput sejalan terhadap pendapat al Mawardi. Bagi al Mawardi, umat Islam wajib memilih, seperti memilih anggota legislatif sebagai perwakilan. Pendapat al-Mawardi sejalan dengan pendapat ulama lain, yaitu al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Hazm yang menyatakan bahwa mengangkat satu kepala negara menjadi satu hal yang dharuri (penting) guna mewujudkan negara dan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai. Namun, pendapat al Mawardi dan fatwa MUI tersebut berbeda dengan penjelasan dalam undang-undang pemilu nomor 17 tahun 2017 dan undang-udang No. 39 tahun 1999 tentang HAM yang mengemukakan golput adalah hak warga negara Indonesia. Pada akhirnya, Fatwa MUI tahun 2009 tentang Larangan Golput bisa dipakai atau diterapkan apabila jumlah golput lebih banyak dari yang tidak golput. Sebaliknya, jika prosentase masyarakat yang golput lebih sedikit, maka fatwa MUI hanya sebagai anjuran ataupun pilihan semata.