Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Fisika-Kimia Air Sumur Galian di Pesisir Kota Bengkulu Rahman Singkam, Abdul; Putri, Yananda Apriliani; Tiara Sabrina, Khairunisa; Hidayat Al-Badar, Aqilul; Anugrah, Tessa; Antina, Fesy; Puspita Sari, Juliana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i1.298

Abstract

Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia. Sebagian besar penduduk mengandalkan sumur galian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kualitas air sumur galian di pesisir Kota Bengkulu berdasarkan kondisi fisika dan kimia. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh Kecamatan wilayah pesisir Kota Bengkulu dengan 15 sampel acak per kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai salinitas, daya hantar listrik, oksigen terlarut, dan suhu semua sampel tergolong dalam baku mutu air Kelas I yang dapat digunakan untuk air minum. Nilai total partikel terlarut (TDS) menunjukkan ada enam kecamatan yang memenuhi standar baku mutu dan satu kecamatan, yaitu Kecamatan Muara Bangkahulu, yang tidak memenuhi standar baku mutu. Hasil analisis pH menunjukkan hanya air sumur di Kecamatan Sungai Serut yang memenuhi standar baku mutu air Kelas I, sedangkan air sumur di enam kecamatan lain memiliki pH yang cenderung asam. Kondisi air asam merupakan ciri khas air sumur di muara yang biasanya disebabkan penumpukan hasil dekomposisi material organik. Namun demikian, penyebab keasaman ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. pH asam yang disebabkan oleh kandungan logam berat merupakan hal yang berbahaya bagi kesehatan
Kualitas Fisika-Kimia Air Sumur Galian di Pesisir Kota Bengkulu Rahman Singkam, Abdul; Putri, Yananda Apriliani; Tiara Sabrina, Khairunisa; Hidayat Al-Badar, Aqilul; Anugrah, Tessa; Antina, Fesy; Puspita Sari, Juliana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i1.298

Abstract

Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia. Sebagian besar penduduk mengandalkan sumur galian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kualitas air sumur galian di pesisir Kota Bengkulu berdasarkan kondisi fisika dan kimia. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh Kecamatan wilayah pesisir Kota Bengkulu dengan 15 sampel acak per kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai salinitas, daya hantar listrik, oksigen terlarut, dan suhu semua sampel tergolong dalam baku mutu air Kelas I yang dapat digunakan untuk air minum. Nilai total partikel terlarut (TDS) menunjukkan ada enam kecamatan yang memenuhi standar baku mutu dan satu kecamatan, yaitu Kecamatan Muara Bangkahulu, yang tidak memenuhi standar baku mutu. Hasil analisis pH menunjukkan hanya air sumur di Kecamatan Sungai Serut yang memenuhi standar baku mutu air Kelas I, sedangkan air sumur di enam kecamatan lain memiliki pH yang cenderung asam. Kondisi air asam merupakan ciri khas air sumur di muara yang biasanya disebabkan penumpukan hasil dekomposisi material organik. Namun demikian, penyebab keasaman ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. pH asam yang disebabkan oleh kandungan logam berat merupakan hal yang berbahaya bagi kesehatan
Studi Etnobiologi Masakan Tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu Sebagai Sumber Belajar Biologi Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Anugrah, Tessa
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.2.320-328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan hewan dalam masakan tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam masakan tradisional dengan menggunakan lembar wawancara. Penelitian dilakukan di Pasar Baru koto dan Panorama, pada bulan Maret-Mei 2025. Berdasarkan hasil penelitian dari 23 masakan tradisional yang ditemukan terdapat 19 famili dari 42 spesies tumbuhan dan 4 famili dari 6 spesies hewan. Spesies tumbuhan dengan jumlah tertinggi adalah Bawang putih (Allium sativum) nilai UV sebesar 0.73 digunakan pada 17 masakan. Spesies hewan dengan jumlah penggunaan tertinggi adalah Ayam (Gallus gallus domesticus L.) nilai UV sebesar 0.34 digunakan pada 8 masakan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah buah sebanyak 12 masakan dan pada hewan yakni daging sebanyak 6 masakan.