Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai-Nilai Moral dalam Novel Assalamualaikum Calon Abi Karya Arthar Puspita Maghfiroh Khasanah, Afita Dwi; Israhayu, Eko Sri
Ruang Kata Vol 4 No 01 (2024): RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jrk.v4i01.1070

Abstract

This study aims to describe the moral values contained in the novel Assalamualaikum Calon Abi by Arthar Puspita Maghfiroh. This research uses descriptive qualitative method with moral value approach. The data source used is the novel Assalamualaikum Calon Abi by Arthar Puspita Maghfiroh with 376 pages and the data in this research is in the form of dialog, paragraphs or sentences that contain moral values. Data collection is done by reading and recording techniques and analyzed by identifying the form of moral values, classifying, and inferring or drawing conclusions from the data obtained. Based on the results of the study, there are moral values in the novel Assalamualaikum Calon Abi by Arthar Puspita Maghfiroh consisting of moral values of human relationships with themselves, moral values of human relationships with other humans, and moral values of human relationships with God.
Klasifikasi Emosi Tokoh dalam Novel Surga yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia: Kajian Psikologi Sastra Khasanah, Afita Dwi; M, Hannifia Dalia Azza; Ilawati, Ilawati; Nabilla, Jihan Ainas; Pamungkas, Onok Yayang
Suara Bahasa Vol. 3 No. 01 (2025): Suara Bahasa
Publisher : CV. Eduartpia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the classification of emotions in the novel Surga Yang Tak Missed by Asma Nadia. The method used in this research is a qualitative descriptive method with a literary psychology approach. The data source used is the novel Heaven that is Not Missed by Asma Nadia with a thickness of 300 pages and the data used is in the form of quotes or paragraphs that describe the form of emotional classification. Data was collected using reading and note-taking techniques and analyzed by identifying forms of emotional classification, grouping, and inferring or drawing conclusions from the data obtained. The results of the research show that in the novel Heaven that is Not Missed there are seven forms of emotional classification according to David Krech's perspective, namely: the emotional classification of guilt is 2 data, the feeling of buried guilt is 2 data, self-punishment is 2 data, shame is 3 data, sadness with 6 data, hatred with 3 data, and classification of emotions in the form of love with 2 data. From the research above, it can be concluded that the most dominant data is the classification of emotions in the form of sadness
Representasi Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani: Analisis Perspektif Johan Galtung Khasanah, Afita Dwi; Nurlina, Laily; Eko Suroso
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi kekerasan struktural, kekerasan kultural, dan kekerasan langsung dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani dengan menggunakan perspektif teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Kereta Semar Lembu cetakan kedua terbitan Maret 2023. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan peristiwa dalam novel yang merepresentasikan ketiga bentuk kekerasan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk kekerasan ke dalam kategori kekerasan struktural, kultural, dan langsung berdasarkan konsep segitiga kekerasan Johan Galtung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan struktural dalam novel direpresentasikan melalui ketidakadilan sistemik seperti eksploitasi tenaga kerja, penghapusan identitas pekerja, dan ketimpangan akses terhadap hak-hak dasar. Kekerasan kultural tampak dalam bentuk legitimasi nilai, stereotipe, serta normalisasi penderitaan yang membenarkan ketidakadilan dan penindasan. Sementara itu, kekerasan langsung direpresentasikan melalui tindakan fisik dan verbal seperti pemukulan, penyiksaan, dan ancaman yang dialami tokoh-tokoh dalam novel. Ketiga bentuk kekerasan tersebut saling berkaitan dan membentuk gambaran kekerasan multidimensional yang merefleksikan realitas sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Kereta Semar Lembu tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium kritik sosial terhadap praktik kekerasan dan ketidakadilan struktural dalam kehidupan masyarakat.