Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pencegahan Kejadian Kanker Payudara Dengan Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Wanita di Kabupaten Kapuas Ruslinawati Ruslinawati; Esty Yunitasari; Yenny Okvitasari; Kristina Yuniarti; Rr.Sri Nuriaty; M Rifqi; Sumiati Sumiati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.1913

Abstract

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the prevalence of cancer in 2003 was only 221 cases, in 2008 it had tripled to 657 cases and there were 1,722 total cases in 2010-2011. As many as 60-70% of breast cancer patients come with advanced stages (stage III or IV), so almost half of the incidence of breast cancer ends in death. Breast self-examination (BSE) is very important as a first step to find out whether you have breast cancer or not. The existence of information about BSE and breast cancer is a motivation for women to increase knowledge about the breast area. This is the main basis for increasing knowledge about breast examination Purpose This activity increases understanding of how to check BSE with leafliat media. The Activity Method provides health education and distributes leaflets. Activity Results: how to know the incidence of cancer is to know early the abnormalities of the female body itself, especially the breast. Conclusion: Health education with leafeat can increase knowledge and understanding of early detection of abnormalities in the woman's own body parts.
TINGKAT KONSUMSI DAN DAMPAK EKONOMI GORENGAN DI KABUPATEN BANYUMAS M Rifqi; Eko Aji Saputro
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14298

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat konsumsi dan dampak ekonomi gorengan di Kabupaten Banyumas. Meskipun Indeks Ketahanan Pangan di wilayah ini berada pada kategori "Sangat Tahan," aspek pemanfaatan pangan masih menjadi masalah. Hal ini disebabkan oleh konsumsi minyak dan lemak yang melebihi batas ideal, yang berpotensi meningkatkan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi. Dengan menggunakan metode convinience sampling terhadap 540 responden di 27 kecamatan, penelitian menemukan bahwa gorengan menempati posisi penting dalam pola konsumsi masyarakat, setara dengan sayuran, buah-buahan, dan rebusan. Tempe Mendoan adalah gorengan favorit, dipilih oleh 76% responden, dengan rata-rata konsumsi harian 2,2 buah per orang. Menariknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pendapatan dan jumlah konsumsi. Secara ekonomi, konsumsi gorengan memiliki dampak yang signifikan, menciptakan perputaran uang tahunan hingga Rp 1,78 triliun. Hal ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap PDRB lokal, tetapi juga menciptakan rantai pasokan yang kuat dari petani hingga pedagang dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.