Muhammad Ariyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat Melalui Pengkajian Beck Depression Inventory Pada Lansia Di Pengajian Ar-Rahman Semangat Dalam Handil Bakti Kalimantan Selatan Novia Heriani; Ayu Indah Lestari; Muhammad Ariyanto; Nessa Anggun Permata Sari; Putri Harni Damayanti; Sri Nopita Sari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.3218

Abstract

Depresi di kemudian hari merupakan masalah yang signifikan dan terus berkembang. Perbedaan terkait usia dalam jenis dan tingkat keparahan gangguan depresi terus dipertanyakan dan tentu saja penilaian metode penilaian dan strategi pengobatan yang berbeda. Sejumlah tindakan geropsikiatri telah dikembangkan untuk tujuan diagnostik, untuk menilai tingkat keparahan depresi, dan mempertahankan kemajuan pengobatan. Tinjauan literatur ini mencakup pengukuran depresi yang dilaporkan secara umum dan saat ini digunakan dalam praktik geropsikologi. Masing-masing ukuran yang disertakan dipertimbangkan menurut sifat psikometriknya. Khususnya, informasi tentang ambiguitas; konvergen, divergen, dan bukti validitas faktorial berdasarkan data dari sampel klinis dan nonklinis orang lanjut usia; dan tersedianya norma-norma yang sesuai dengan usia beserta kekuatan dan kelemahan masing-masing ukuran. Hasil penelitian : menyoroti bahwa pada pasien dengan gangguan kognitif utuh atau ringan di atas 65 tahun, Skala Depresi Geriatri dan Skala Depresi Geriatri-15 saat ini tampaknya menjadi instrumen yang lebih disukai. Fungsi psikometrik dari Beck Depression Inventory-II dan Pusat Studi Epidemiologi Depresi Skala, sebaliknya, tercampur dalam populasi ini. Yang paling penting, Kata “depresi” dan “ubikuitas” sering ditemukan dalam yang sama, dan Organisasi Kesehatan Dunia mengklaim bahwa pada tahun 2020 depresi akan menyebabkan nomor dua penyakit di seluruh dunia. Selain itu, depresi tampaknya meningkat seiring bertambahnya usia, mungkin disebabkan oleh penurunan dan kelemahan fisik dan mental, yang mengakibatkan terbatasnya aktivitas dan rendahnya rasa mengendalikan kehidupan dan nasib sendiri.
Investment Risks in Commodity Futures Trading from a Sharia Economic Perspective Muhammad Ariyanto; Tri Hidayati
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3038

Abstract

Commodity Futures had become a rapidly growing investment instrument in Indonesia since the enactment of Law Number 10 of 2011. Data from the Commodity Futures Trading Regulatory Agency indicated a significant upward trend in trading volume, highlighted by a major surge in 2022 reaching 14.97 million lots. While offering substantial opportunities for investors through hedging functions and price discovery, futures trading also carries high risks due to market volatility and speculative tendencies. Accordingly, financial literacy particularly from a Sharia economic perspective plays a crucial role in strengthening public understanding of associated market risks. This article aims to analyze commodity futures trading within the framework of Islamic economics, emphasizing principles of justice, transparency, and the prohibition of riba (interest), gharar (uncertainty), and maysir (gambling). The National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) Fatwa No. 96/2015 on Sharia hedging serves as a key reference in assessing the conformity of PBK practices with Islamic law. This research employs a literature study method by reviewing relevant academic sources, regulations, and fatwas. The findings show that futures trading is permissible under Sharia principles as long as it supports real economic needs, ensures transparency, and remains free from harmful speculative practices. Thus, increasing Sharia-based financial literacy and risk comprehension is essential in encouraging prudent public participation while safeguarding Sharia compliance and supporting sustainable economic development.