Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

LEGAL PROTECTION AGAINST THE OWNERS OF INSTAGRAM ACCOUNTS WHICH ARE BUYED SERVICES OF ADDING INSTAGRAM FOLLOWERS Fitri Lestari; Syarifuddin Syarifuddin; Laili Wahyunita; Tri Hidayati
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/mu.v12i2.2531

Abstract

This research is motivated by the buying and selling of Instagram followers who trade accounts without the knowledge and permission of the account owner. Followers of sellers only use a piece of software to make additions, then the Instagram account will automatically add to the Instagram buyer followers account, raising questions about the legal protection of account owners who are traded without permission. This study aims to analyze the legal protection of followers buying and selling transactions. This research uses the documentation method. The results of this study indicate that in the transaction the object being traded is an Instagram account belonging to someone else and without the knowledge of the account owner. If it is examined using repressive legal protection theory, Instagram follower sellers have violated the provisions of article 32 paragraph (1) and (2) so that according to the article, seller followers can be prosecuted by article 48 paragraph (1) and (2) ITE Law. In addition, if reviewed with the theory of preventive legal protection contained in the Regulation of the Minister of Communication and Information Number 20 the Year 2016 Article 2 Paragraphs (1) and (2) as well as the ITE Law in Article 26 paragraphs (1) and (2) this provision contains two basic legitimacy processing of personal data that is based on the consent of the person concerned and on positive legal norms or laws and regulations.
Analisis Penerapan Akad Tabarru dalam Produk Asuransi Syariah Sun Life Hijrah Sejahtera (Sahaja) Bank Muamalat Indonesia Lisa Wahyuni; Tri Hidayati
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4rfr9792

Abstract

Melalui mini Riset berusaha untuk menganalisis penerapan akad tabarru’ dalam produk asuransi syariah Sun Life Hijrah Sejahtera (SAHAJA) yang direferensikan oleh Bank Muamalat. Akad tabarru’ merupakan dasar utama dalam asuransi syariah yang mengedepankan prinsip tolong-menolong dan keadilan sosial, tanpa motif komersial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad tabarru’ dalam produk SAHAJA dikelola secara transparan, terpisah dari dana operasional, dan sesuai dengan prinsip syariah serta fatwa DSN-MUI. Pengelolaan dana dilakukan melalui akad wakalah bil ujrah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan kesesuaian syariat. Produk ini tidak hanya memberikan perlindungan jiwa, tetapi juga manfaat tambahan berupa nilai tunai dan santunan meninggal dunia. Dengan demikian, penerapan akad tabarru’ terbukti efektif dalam membangun sistem perlindungan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan sesuai dengan tujuan ekonomi Islam.
The Existence of Cheap Markets in Controlling Inflation on People's Purchasing Power Sholatiah, Sholatiah; Desi Erawati; Tri Hidayati
Agregat: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/agregat_vol9.i1/15957

Abstract

This study aims to analyze the role and existence of cheap markets in controlling inflation and its impact on people's purchasing power. Uncontrolled inflation can reduce purchasing power, especially for low-income groups, so government intervention through effective policies is needed. One policy that is often applied is the organization of cheap markets as an effort to provide basic needs at more affordable prices. This research uses a qualitative approach, focusing on case studies of cheap markets in various regions in Indonesia. The results show that cheap markets have a significant role in helping to stabilize the price of basic necessities and increase people's purchasing power, especially during periods of high inflation. This research suggests that cheap market programs should be expanded and tailored to local needs, as one of the strategies in controlling inflation and improving people's welfare
Potensi Pengembangan Wakaf Uang Di Lembaga Wakaf Mutiara Tarbiyah Kota Palangka Raya Surtiya Ningsih; Jelita; Zulkifli; Tri Hidayati
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 05 (2025): JIEI : Vol. 11, No. 05, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembanga Lembaga Wakaf Mutiara Tarbiyah (LWMT) dalam mengelola wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LWMT memiliki potensi yang besar dengan fondasi kelembagaan yang kuat, antara lain legalitas sebagai nazhir resmi dari BWI, struktur organisasi yang jelas, SDM yang tersertifikasi, serta sistem pelaporan berbasis PSAK 112. Dukungan dari Yayasan Mutiara Tarbiyah, jaringan wali murid aktif, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, FEBI IAIN Palangka Raya, dan MES, menjadi kekuatan utama lembaga ini. Di sisi lain, tantangan internal meliputi belum adanya SOP khusus pengelolaan wakaf uang, keterbatasan SDM yang fokus di bidang wakaf, serta masih rendahnya literasi masyarakat terhadap wakaf uang. Untuk itu, penelitian ini merumuskan strategi pengembangan berdasarkan pendekatan SWOT Matching, yang menghasilkan empat strategi utama: strategi SO (Strength–Opportunity), WO (Weakness–Opportunity), ST (Strength–Threat), dan WT (Weakness–Threat). Strategi tersebut menjadi panduan adaptif bagi LWMT dalam memaksimalkan potensi dan memperkuat daya saing kelembagaan di tengah tantangan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa LWMT layak dikembangkan sebagai model pengelolaan wakaf uang yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional, serta mampu berkontribusi dalam memperkuat filantropi Islam dan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi instrumen wakaf uang.
AKAD BA’I TAWARRUQ DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA MENURUT PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH Hikmah, Hikmah; Tri Hidayati
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i1.58269

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas akad bai’ at-tawarruq dalam lembaga keuangan syariah dari perspektif fiqih muamalah. Tawarruq, yang berarti mencari likuiditas, merupakan transaksi jual beli di mana seseorang membeli barang secara kredit, lalu menjualnya kembali secara tunai kepada pihak ketiga. Meskipun di beberapa negara seperti Malaysia, tawarruq digunakan dalam perbankan syariah, di Indonesia akad ini masih diperdebatkan dan belum diizinkan karena dikategorikan sebagai transaksi yang cenderung makruh bahkan haram oleh sebagian ulama. Artikel ini menelaah dasar hukum tawarruq, jenis-jenisnya (tawarruq hakiki dan tawarruq al-munazzam), serta pendapat para ulama, DSN MUI, dan Fiqh Mualamah mengenai hukumnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik library research atau penelitian pustaka. Data penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari jurnal ilmiah dan artikel dari penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik yang diteliti. Akad bai’ at-tawarruq merupakan bentuk transaksi yang cukup rumit dan masih menjadi perdebatan dalam praktik perbankan syariah di Indonesia.Perbedaan pandangan di kalangan ulama dari berbagai mazhab fiqih mencerminkan kompleksitas dalam menetapkan hukumnya. Oleh karena itu, penerapan tawarruq di Indonesia harus mengedepankan prinsip transparansi serta mencegah kemungkinan penyalahgunaan yang dapat menyerupai praktik riba. Diperlukan kajian yang lebih mendalam guna menemukan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah dan kebutuhan perkembangan industri perbankan syariah nasional. Pendekatan yang menyeluruh dan seimbang antara sisi kemaslahatan dan kerugian menjadi sangat penting dalam menentukan posisi tawarruq dalam sistem keuangan syariah Indonesia. Kata Kunci: Akad ba’i tawarruq, hukum akad ba’i tawarruq, lembaga keuangan syariah   Abstract This article discusses the bai' at-tawarruq contract in Islamic financial institutions from the perspective of fiqh muamalah. Tawarruq, which means seeking liquidity, is a sale and purchase transaction in which a person buys goods on credit and then resells them in cash to a third party. Although in some countries such as Malaysia, tawarruq is used in Islamic banking, in Indonesia this contract is still debated and not permitted because it is categorized as a transaction that tends to be makruh and even haram by some scholars. This article examines the legal basis of tawarruq, its types (tawarruq hakiki and tawarruq al-munazzam), as well as the opinions of scholars, DSN MUI, and Fiqh Mualamah regarding its law. The research method used in this research is a descriptive qualitative approach with library research techniques. This research data is secondary data sourced from scientific journals and articles from previous research that are relevant to the topic under study. The bai' at-tawarruq agreement is a complicated form of transaction that is still debated in Islamic banking practices in Indonesia. The differences in views among scholars from various schools of fiqh reflect the complexity in determining the law. Therefore, the application of tawarruq in Indonesia must prioritize the principle of transparency and prevent the possibility of misuse that can resemble usury practices. A more in-depth study is needed to find an approach that is in accordance with sharia values and the needs of the development of the national Islamic banking industry. A comprehensive and balanced approach between the benefits and disadvantages is very important in determining the position of tawarruq in Indonesia's Islamic financial system. Keywords: Ba'i tawarruq contract, law of ba'i tawarruq contract, Islamic financial institutions
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI DI PAUD AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL KAJEN MARGOYOSO PATI TAHUN AJARAN 2022-2023 Tri Hidayati; Syamsul Huda Rohmadi
EL- Hayah Vol. 13 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/elha.v13i1.10377

Abstract

Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin sekolah untuk mencapai tujuan keberhasilan program yang telah di rencanakan. Dalam mengembangkan kegiatan di sekolah kepala sekolah berperan secara langsung dan sebagai penentu kebijakan di sekolah. Kepala sekolah harus melaksanakan tugas dan perannya secara maksimal dan mampu mengarahkan pendidikan yang bijak untuk sekolah supaya bisa mencapai tujuan sekolah dengan maksimal. Peneliti menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi eknik dan triangulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama : ada beberapa peran kepala sekolah dalam mengembangkan literasi di PAUD Aisiyah Bustanul Athfal Kejen : 1) peran kepala sekolah sebagai leader, 2) peran kepala sekolah sebagai educator, 3) peran kepala sekolah sebagai innovator, 4) peran kepala sekolah sebagai motivator. Kedua : Beberapa problem yang perlu di cari solusinya agar program pengembangan literasi di PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Kajen dapat mencapai hasil yang maksimal adalah : 1) kemampuan para pendidik masih terbatas terkait dengan Teknik pengajaran literasi usia dini. 2) fasilitas dan sumber daya belajar yang masih terbatas. 3) kurangnya keterlibatan orang tua dalam pengembangan literasi di rumah, karena masih banyak orang tua yang belum memahami tentang literasi dasar bagi anak-anak dan arti penting peran orang tua dalam mendukung literasi. 4) kurangnya pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran literasi dini yang inovatif dan interaktif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merkomendasikan perlu adanya langkah-langkah inovatif dan kolaboratif dalam bentuk program terkait dengan pelatihan metode pembelajaran literasi bagi tenaga pendidik, fasilitas pendukung literasi, konektivitas semua pihak dengan orang tua siswa dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Kata kunci : Peran Kepala Sekolah, Mengembangkan Literasi, PAUD
Ekonomi Digital dan Masa Depan Tenaga Kerja Lisa Wahyuni; Tri Hidayati
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3qmyxx35

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah membawa transformasi signifikan terhadap struktur dan dinamika pasar tenaga kerja global, termasuk di Indonesia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menciptakan peluang baru sekaligus tantangan, terutama dalam hal otomatisasi pekerjaan tradisional dan meningkatnya kebutuhan keterampilan digital. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak ekonomi digital terhadap tenaga kerja dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti laporan industri, artikel akademik, dan studi terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi menyebabkan berkurangnya permintaan terhadap pekerjaan konvensional, sementara jenis pekerjaan baru berbasis teknologi seperti analis data dan pengembang perangkat lunak semakin diminati. Selain itu, keterampilan teknis seperti pemrograman dan analisis data menjadi sangat penting, meskipun keterampilan non-teknis tetap relevan. Temuan lainnya menunjukkan bahwa ekonomi digital juga memberikan peluang inklusif bagi kelompok marginal melalui platform daring. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga Pendidikan/pelatihan diperlukan dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif dan siap menghadapi era digital.
Pendidikan Jarak Jauh Sebagai Upaya Pemanfaaatan Teknologi Digital Untuk Memperluas Sumber Belajar Gurita Aedi, Weni; Lisda Fitriana Masitoh; Enggar Prasetyawan; Tri Hidayati; Ersam Mahendrawan; Ni Nyoman Sugi Widiastithi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i2.68

Abstract

Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini dapat memperluas sUmber belajar yang berkualitas agar mahasiswa dapat mengambil sks di luar program studi dalam Perguruan Tinggi maupun pembelajaran di luar Perguruan Tinggi. Digital learning atau bisa disebut e-learning dapat digunakan untuk perluasan pendidikan seluruh masyarakat Indonesia termasuk daerah pelosok. Namun tentunya juga harus memperhatikan kualitas pembelajaran meskipun dilakukan secara daring. Seperti pembelajaran jarak yang di lakukan oleh Universitas Pamulang yang bekerjasama dengan Universitas Sembilanbelas November Kolaka yang tetap memperhatikan kualitas pembelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh melibatkan 127 mahasiswa Universitas Sembilanbelas November Kolaka yang bagi menjadi 4 kelas. Setiap kelas diampu oleh Dosen yang berkompeten dalam bidang Informatika. Pelaksanaan pendidikan jarak jauh ini menggunakan E-learning di Universitas Pamulang, yang dilaksanakan dengan dua skema yaitu asynchronous dan synchronous.
Analisis Teori Max Weber Pada Preferensi Perilaku Konsumsi Mahasiswa di Platform E-Commerce (Perspektif Ekonomi Syariah) Maulidayati; Muhsin Aseri; Tri Hidayati
Journal of Economic and Business Law Review Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Economic & Business Law Review
Publisher : Pusat Kajian Hukum Perbankan Fakultas Hukum Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advancement of digital technology has transformed student consumption patterns, particularly through e-commerce platforms like Shopee and Tokopedia. This article analyzes student consumption behavior using Max Weber's social action theory and an Islamic economic perspective. Employing a qualitative, descriptive-analytical method, data were gathered through in-depth interviews with students who actively use e-commerce. The study reveals that student consumption is influenced not only by instrumental rationality but also by social, cultural, and religious values. From an Islamic economic viewpoint, some behaviors—such as excessive consumption, use of paylater services, and neglect of halal product considerations—do not align with ethical consumption principles. The findings highlight the need for increased Islamic economic literacy that extends beyond fiqh muamalah to encompass social ethics and awareness in digital transactions. Keywords: Action Theory, student consumption, e-commerce
Impelentasi UU Cipta Kerja Sebagai Instrumen Perwujudan Kesejahteraan Rakyat Perspektif Teori Perjuangan Kelas Karl Marx Nor Alia; Muhsin Aseri; Tri Hidayati
Journal of Economic and Business Law Review Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Economic & Business Law Review
Publisher : Pusat Kajian Hukum Perbankan Fakultas Hukum Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article analyzes the implementation of the Job Creation Law as a tool to achieve public welfare through Karl Marx’s conflict theory, focusing on historical materialism and class struggle. Intended to boost investment, employment, and ease of doing business, the law has sparked controversy and widespread protests. Although enacted, it was declared unconstitutional by the Constitutional Court in November 2021. Using a descriptive qualitative method and library research, this study draws on articles, books, and online sources, analyzed through Marxist theory. Findings suggest that while the law aimed to support economic recovery post-pandemic, several of its regulations still require collective attention to truly realize its goal of public welfare.