Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FENOMENA LINGUISTIS GADIS AUTIS DALAM FILM INNOCENT WITNESS: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Santosa, Farihanum Shania Izza; Labibah, Jihan; Herowati, Kurnia Sari
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 8 No 1 (2024): KLAUSA Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v8i1.963

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena linguistik gangguan berbahasa gadis autis dengan sindrom Asperger dalam film Innocent Witness karya Lee Han. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi tersebut, dengan pendekatan yang mencakup analisis teori Scovel tentang tahapan konseptualisasi, formulasi, artikulasi, dan pemantauan diri dalam produksi bahasa. Teknik pengumpulan data melibatkan peninjauan film,z transkripsi dialog, dan analisis isi untuk mengidentifikasi gangguan berbahasa yang dialami karakter autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kondisi autisme, khususnya sindrom Asperger, yang memengaruhi kemampuan berbahasa dan komunikasi karakter Ji-woo. Hasil penelitian mengungkapkan dominasi gangguan konseptualisasi dalam interaksi Ji-woo, menyoroti tantangan yang dihadapi individu dengan autisme dalam berkomunikasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang autisme, serta mendorong penerimaan dan inklusi yang lebih baik bagi individu dengan gangguan berbahasa dalam masyarakat.
Implikatur Percakapan dalam Program YouTube Komedi Lapor Pak! Kajian Pragmatik Labibah, Jihan; Herowati, Kurnia Sari; Santosa, Farihannum Shania Izza; Mintowati, Maria
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 5, No 1 (2025): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/eunoia.v5i1.4215

Abstract

Penelitian ini membahas implikatur percakapan dalam program YouTube Lapor Pak! menggunakan kajian pragmatik. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis implikatur konvensional dan nonkonvensional dalam percakapan program tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui simak catat. Subjek penelitian adalah episode-episode tertentu dari Lapor Pak!, sementara objeknya adalah percakapan yang mengandung implikatur. Instrumen penelitian meliputi catatan lapangan dan transkrip percakapan. Teknik analisis data menggunakan interpretasi kualitatif terhadap kutipan percakapan yang relevan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 data implikatur konvensional dalam tuturan langsung dan 9 data implikatur nonkonvensional yang memerlukan konteks sosial untuk dipahami. Temuan ini menunjukkan bahwa Lapor Pak! menyampaikan pesan sosial melalui humor dan sindiran. Kata kunci: Implikatur konvensional; implikatur nonkonvensional; implikatur percakapan; lapor pak!
IMPLIKATUR NONKONVENSIONAL DALAM KOSAKTA PADA PROGRAM YOUTUBE LAPOR PAK! EDISI 2 SEPTEMBER 2024 Herowati, Kurnia Sari; Ahmadi, Anas
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 1 (2025): KLAUSA Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i1.1131

Abstract

Bahasa merupakan media yang digunakan oleh manusia untuk saling berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perkembangan zaman, peneliti menyadari adanya suatu bentuk bahasa yang memadukan komedi dan sindiran untuk menyampaikan kritik sosial yang relevan dengan isu-isu terkini. Bahasa tersebut dapat disebut sebagai kosakta. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa implikatur nonkonvensional dalam kosakta yang terkandung dalam percakapan pada program YouTube Lapor Pak! Edisi 2 September 2024 dengan jumlah tiga episode. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implikatur nonkonvensional dalam kajian pragmatik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisa data percakapan. Metode simak dan catat diterapkan untuk mengumpulkan dan menganalisa data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebelas data percakapan yang mengandung implikatur non-konvensional. Implikatur nonkonvensional dalam kosakta pada program tersebut berfungsi sebagai kritik terhadap berbagai isu sosial dan politik dengan cara yang menarik dan menghibur.
DISKRIMINASI SOSIAL PENGANUT KEPERCAYAAN MIDAYA DALAM NOVEL TINGKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Herowati, Kurnia Sari; Fahira, Kayla Fitria; Labibah, Jihan; Septiana, Hespi
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1302

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi diskriminasi terhadap penganut kepercayaan Midaya dalam novel Tingka menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Diskriminasi dalam novel ini dikaji berdasarkan teori Leonard Newman yang mengelompokkan diskriminasi ke dalam lima kategori utama, yaitu diskriminasi verbal, penghindaran, pengeluaran, fisik, dan pembasmian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap kutipan-kutipan dalam novel yang merepresentasikan perlakuan diskriminatif terhadap penganut Midaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi dalam novel Tingka tidak hanya berupa ujaran merendahkan dan pengucilan sosial, tetapi juga mencerminkan kebijakan institusional yang tidak mengakomodasi hak-hak kelompok minoritas ini, serta tindakan kekerasan yang berujung pada pemusnahan sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa diskriminasi terhadap kelompok kepercayaan minoritas tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata, tetapi juga direpresentasikan dalam karya sastra sebagai refleksi atas ketidakadilan sosial yang masih berlangsung. Studi ini memperkaya kajian sosiologi sastra dengan menunjukkan bahwa struktur sosial dan budaya dalam masyarakat dapat memperkuat praktik diskriminasi terhadap kelompok tertentu.