Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Mengurangi Keluhan Sistem Muskuloskeletal pada Pekerja Percetakan Ratna Ayu Ratriwardhani; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Octavianus Hutapea; Merry Sunaryo; Rivani Risha Kurniati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1283

Abstract

Potensi bahaya industri percetakan terdiri dari bahaya kesehatan dan bahaya keselamatan. Contoh bahaya keselamatan seperti terjadinya kebakaran, kemudian contoh bahaya kesehatan antara lain bahaya akibat paparan bahan kimia dan bahaya akibat posisi kerja yang salah atau desain stasiun kerja yang kurang ergonomis. Dari beberapa permasalahan tersebut, maka melakukan sosialisasi ergonomi dianggap sangat penting dan efektif. Pada aktivitas kerja seringkali menimbulkan nyeri pada tulang belakang dan pinggang para pekerja, hal ini diketahui dari hasil wawancara kepada para pekerja disana. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pekerja percetakan tentang ergonomi sehingga terhindar dari risiko penyakit MSDs. Upaya mengurangi keluhan sistem muskuloskeletal dilakukan dengan melakukan training kepada para pekerja yang meliputi memberikan pengetahuan megenai MSDs dan Ergonomi, kemudian memberikan solusi bagaimana cara mencegah risiko ergonomi. Sebelumnya diukur dahulu bagaimana tingkat pengetahuan para pekerja tentang hal-hal tersebut melalui kuesioner. Kemudian setelah dilakukan training, kegiatan dilanjutkan dengan menganalisis tingkat pengetahuan para pekerja melalui post test. Kemudian 1 bulan setelah sosialisasi dilakukan akan diadakan pengambilan data dari para pekerja untuk melihat apakah keluhan-keluhan yang berkaitan dengan sistem muskuloskeketal masih dirasakan atau tidak. Dari 30 orang pekerja percetakan yang ikut dalam kegiatan ini, sebagian besar para pekerja pernah mengalami penyakit akibat kerja berupa cidera pada tulang belakang (18 orang) dan cidera pada pinggang (5 orang). Hasil identifikasi sebanyak 4 responden (17,39%) menyatakan sudah tidak merasakan Penyakit Akibat Kerja setelah 1 bulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan. Data ini diambil dari 23 responden yang sebelumnya menjawab pernah mengalami Penyakit Akibat Kerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa kegiatan pengabdian berhasil, karena telah meningkatkan pengetahuan pekerja tentang Pencegahan Risiko Ergonomi dan mengurangi Penyakit Akibat Kerja yang sebelumnya dialami oleh para pekerja.
Peningkatan Kesiapsiagaan Siswa melalui Pelatihan (P3K) di PPWNI Klang, Selangor, Malaysia. Nurianto, Hendra Dwi; Friska Ayu; Moch Sahri; Octavianus Hutapea; Zulfi Ahmad Ruhan Syah; Rafli Ivananda Zidan
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2205

Abstract

Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di PPWNI Klang, Selangor, Malaysia, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah. Program ini melibatkan 16 peserta dan menggunakan desain evaluasi pre-test serta post-test untuk menilai efektivitas kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dari rata-rata nilai pre-test sebesar 32,5% menjadi 92,5% pada post-test, dengan skor N-gain 0,89 yang termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan pertolongan pertama siswa, sejalan dengan pendekatan experiential learning (Lestari & Hartini, 2022; Putri & Yuliana, 2024). Selain meningkatkan kemampuan kognitif, pelatihan ini juga berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan dan tanggap darurat di sekolah. Oleh karena itu, pelatihan P3K disarankan menjadi program berkelanjutan yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah dasar, dengan dukungan sarana kesehatan dasar. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan keterampilan dan efektivitas program dalam jangka panjang.