Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Assertive : Islamic Counseling Journal

Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi) Nurhayati, Novida; Najlatun Naqiyah; Mochamad Nursalim
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i01.7305

Abstract

The aim of this study to provide a more completely understanding about foundations of philoshophical science in Islamic guidance and counseling by examination from viewpoint of epistemological. One of the foundations is epistemology itself. The definition of epistemology is a science. Into days context, science is needed. Epistemology itself in the science of guidance and counseling has to do with how the the process and how to obtain the right knowledge of guideance and counseling. Guidance and counseling is an independent science based on philosophy and religion. In its journey, the science of guidance and counseling comes from the development of guidance and counseling philosophy which is supported in it by sciences of education, psychology, anthropology, sociology, and culture. They integrate and strengthen each other between philosophy and the basis of a scientific discipline. And also produces a guidance and counseling philoshopy that forms the basis guidance and counseling disciplines. Guidance and counseling in Indonesia began to develop in 1960 which was later followed by created Islamic Guidance and Counseling in 1983. The research method used literature study that explores data on epistemology, Islamic guidance and counseling from various sources such of books, articles, websites and journals. The results of the study show that there are differences in viewing the epistemology from philosophy of science in counseling guidance between western and Islamic scientists. Where the truth of western science tends to be determined by the senses and ratios, while Islam relies on the truth of revelation (Al Qur’an dan Al Hadist), which also does not leave the findings of ratio and senses. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang lebih utuh tentang landasan filsafat ilmu dalam bimbingan konseling dan bimbingan konseling islam dengan mengkaji ilmu tersebut dari sudut pandang epistemologi. Salah satu landasan filsafat ilmu sendiri adalah epistemologi. Pengertian epistemologi adalah sebuah ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan. Epistemologi sendiri dalam ilmu bimbingan konseling ada hubungannya dengan bagaimana proses dan cara memperoleh ilmu bimbingan konseling yang benar. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri yang berlandaskan filsafat dan agama. Dalam perjalanannya, ilmu Bimbingan dan Konseling berasal dari perkembangan filsafat Bimbingan dan Konseling yang didukung didalamnya oleh ilmu pendidikan, psikologi, antropologi, sosiologi, budaya. Mereka saling berintegrasi dan menguatkan antara filsafat dan dasar dari sebuah disiplin ilmu. Dan juga menghasilkan filsafat bimbingan dan konseling yang menjadi dasar disiplin ilmu Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling diIndonesia mulai berkembang pada tahun 1960, yang kemudian diikuti dengan lahirnya Bimbingan dan Konseling Islam pada Tahun 1983. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan atau studi kepustakaan yang menggali data epistemologi, bimbingan konseling, dan bimbingan konseling islam dari berbagai sumber pustaka mulai dari buku, penelitian, website dan jurnal. Hasil kajian menunjukan bahwa adanya perbedaan paradigma dalam memandang epistemologi filsafat ilmu dalam bimbingan konseling antar ilmuan barat dan Islam, dimana kebenaran ilmu di Barat cenderung ditentukan oleh indera dan rasio, sedangkan Islam bersandar pada kebenaran dari wahyu (Al-Quran dan Hadist), yang juga tidak meninggalkan hasil temuan rasio dan indera.  
Model Pengembangan Media dalam Bimbingan Karier pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Era Society 5.0 (Ulasan Penelitian di Indonesia pada Tahun 2019 – 2022) Nurhayati, Novida; Purwoko, Budi
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Juli-Desember 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i2.7544

Abstract

Career media development can help high school (SMA) students understand the various career options available, including information about educational requirements, job prospects, and job demands in various fields. This allows students to make more informed decisions about the career path they wish to pursue. This research aims to explain the development model (R&D) of career guidance media for high school students in the 5.0 era. This research provides students with better knowledge and helps them plan their careers. This research uses the library research method by providing references to track research results from time to time (Review of Research in Indonesia in 2019 – 2022). The results of this research show that the high school career counseling media model provides an assessment for future researchers so that they can create more creative and successful career counseling service media models in the future. In the 5.0 era, students must always uphold their abilities, talents, and intelligence. Developing career media for high school students is important to help students explore career options, build readiness, overcome uncertainty, and prepare themselves for their future. With the right access to relevant resources and information, high school students can make better decisions about the career path they want to pursue and develop concrete steps to achieve their career goals. Pengembangan media karir dapat membantu Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) memahami berbagai pilihan karir yang tersedia, termasuk informasi tentang persyaratan pendidikan, prospek pekerjaan, dan tuntutan pekerjaan di berbagai bidang. Hal ini memungkinkan siswa untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang jalan karir yang ingin ditempuh siswa. Penelitian ini untuk menjelaskan model perkembangan (R&D) media bimbingan karir siswa SMA di era 5.0. Penelitian ini untuk memberikan siswa pengetahuan yang lebih baik dan membantu dalam merencanakan karir masa depannya. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan memberikan referensi untuk melacak hasil penelitian dari waktu ke waktu (Ulasan Penelitian Di Indonesia Pada Tahun 2019 – 2022). Hasil penelitian ini bahwa model media konseling karir SMA dan memberikan penilaian bagi peneliti selanjutnya agar dapat menciptakan model media layanan konseling karir yang lebih kreatif dan sukses di masa depan. Di era 5.0, peserta didik harus senantiasa menjunjung tinggi kemampuan, bakat, dan kecerdasannya. Pengembangan media karir bagi siswa SMA penting untuk membantu siswa menjelajahi pilihan karir, membangun kesiapan, mengatasi ketidakpastian, dan mempersiapkan diri untuk masa depannya. Dengan akses yang tepat ke sumber daya dan informasi yang relevan, siswa SMA dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang jalan karir yang ingin ditempuh dan mengembangkan langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan karirnya.