p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nady al-Adab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moderasi Islam, Salafisme, dan Reformasi Kerajaan Arab Saudi oleh Muhammad Bin Salman Zulifan, M Zulifan
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 21 No. 2 (2024): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v21i2.35055

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan istilah moderat dan moderasi Islam dalam berbagai isu sosial dan politik di dunia Islam, khususnya di Arab Saudi. Istilah moderasi Islam (wasathiyah) menjadi populer setelah peristiwa 9/11 pada tahun 2001 yang mengubah peta gerakan Islam kontemporer. Dalam konteks kekuasaan, istilah moderasi Islam digunakan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai salah satu strategi kekuasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui media sosial di dunia Islam yang dianalisis secara kritis sebagai diskursus (wacana). Teori Governmentality Foucault (1980) digunakan sebagai alat analisis untuk menelaah penggunaan istilah moderasi Islam dalam berbagai kepentingan kekuasaan. Penelitian ini menemukan bahwa istilah moderasi Islam digunakan sebagai strategi kekuasaan oleh pemerintah Arab Saudi yang dijalankan oleh Muhammad bin Salman (MBS). Dengan wacana moderasi Islam, MBS dapat mengontrol kekuasaan termasuk meminggirkan ulama yang tidak sepaham dengannya. MBS juga menggunakan wacana moderasi Islam untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, khususnya dari kalangan yang awalnya mungkin skeptis terhadap agenda reformasi dalam Visi Saudi 2030. Kata kunci: Moderasi Islam, Arab Saudi, Visi Saudi 2030, Governmentality
Kebebasan Perempuan dalam Islam; Governmentality MBS dalam Reposisi Perempuan Arab Saudi Zulifan, M Zulifan
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 23 No. 1 (2026): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v23i1.50043

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep kebebasan perempuan dalam Islam dan relevansinya dengan kebijakan reformasi yang digagas oleh Muhammad bin Salman (MBS) melalui Visi Saudi 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: (1) apakah gagasan kebebasan perempuan yang diusung MBS selaras dengan konsep kebebasan perempuan dalam hukum Islam otoritatif, dan (2) bagaimana posisi perempuan dalam ranah sosial menurut praktik masyarakat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga generasi ulama fikih. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka teori governmentality yang diadaptasi untuk membaca strategi kekuasaan MBS, artikel ini menelaah kebijakan pemberdayaan perempuan Saudi—seperti perluasan akses kerja, mobilitas publik, dan partisipasi dalam posisi strategis—sebagai bagian dari rasionalitas pemerintahan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Islam sejak masa Nabi Muhammad Saw telah memberikan ruang partisipasi sosial bagi perempuan dalam batas-batas etika syariat, sebagaimana terlihat dalam praktik sahabiyah dan pandangan ulama fikih klasik. Reformasi MBS dalam beberapa aspek—terutama peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik—memiliki titik temu dengan prinsip-prinsip tersebut. Dalam perspektif governmentality, kebijakan tersebut sekaligus merepresentasikan strategi kekuasaan yang bekerja melalui normalisasi peran gender baru, produksi diskursus moderasi, serta integrasi perempuan ke dalam struktur ekonomi-politik negara. Dengan demikian, reformasi perempuan dalam Visi Saudi 2030 tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk emansipasi normatif, tetapi juga sebagai instrumen rasionalitas pemerintahan yang mengarahkan konfigurasi peran perempuan sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan stabilitas politik negara. Kata Kunci: Kebebasan Perempuan; Visi Saudi 2030; Governmentality; Muhammad bin Salman