Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Dampak Lingkungan Praktek, Pengalaman, dan Tingkat Pendidikan Perawat dalam Mengambil Keputusan Triage di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pulau Lombok Baiq Fitrihan Rukmana; Muhammad Amrullah; Erwin Wiksuarini; Hamdan Hariawan
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/teacher.v5i2.3048

Abstract

Abstract : Triage is an important thing to do in emergency unit installation. It is used to determine priority of emergency management to allow medical team handling patients whom need quick management accurately and being capable of improving life opportunity of the patient. Triage begins since a patient enters emergency unit where its nurses assess based on subjective and objective reviews quickly and accurately. However, this process requires supportive knowledge, experience, education, and working environment in determining priority of the patients. This research aims to identify factors correlating to triage decision making of the nurses in Lombok Nusa Tenggara Barat emergency unit. It is an analytic observational research with cross sectional approach by taking 135 respondents. The findings showed correlation among knowledge, experience, education, and working environment to triage decision making with each p score is 0.000. The most influential variable is knowledge with coefficient B 5.204. Knowledge, experience, education, and working environment influenced triage decision making. It is also expected to have standard requirement for nurses working in triage room so triage may run maximally.
CORRELATIONAL ANALYSIS BEHAVIOR OF GIVING MP-ASI WITH NUTRITIONAL STATUS OF INFANTS (6-24 MONTHS): BEHAVIOR OF GIVING MP-ASI WITH NUTRITIONAL STATUS OF INFANTS (6-24 MONTHS): CORRELATIONAL ANALYSIS Muhammad Amrullah; Baiq Fitrihan Rukmana; Ulfaturrohmi Ulfaturrohmi
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.334

Abstract

Latar belakang : Setiap bayi harus mendapatkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kebutuhan bayiakan nutirisi semakin meningkat seiring bertambahnya usia bayi, hal ini dikarenakan proses tumbuh kembang bayi, sedangkan terkadang ASI yang dihasilkan ibunya kurang memenuhi kebutuhan gizi bayi. Peran petugas kesehatan diharapakan lebih aktif untuk memberikan edukasi dan konsultasi kepada calon dan memeriksakan kehamilannya secara rutin. Orang tua sebaiknya memperhatikan kebutuhan nutrisi dini anaknya dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bayinya diposyandu atau layanan kesehatan setempat. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orangd dengan menggunakan analisa uji statistic korelasi spremen rank. Hasil penelitian : uji Spremen rank Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi bayi (624 bulan) di Dusun Dasan Baru Kecamatan Pringgarata tahun 2023 menunjukkan bahwa hasil Asymp. Sig. (2-sided) sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa Asymp. Sig. (2-sided) kurang dari 0,05 (taraf kesalahan 5%), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi bayi (6-24 bulan) di Dusun Dasan Baru Kecamatan Pringgarata tahun 2023. Kesimpulan : keadaan perubahan status gizi pada bayi dan anak disebabkan karena pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya penyediaan pangan, tetapi juga pendekatan yang komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu, umur pertama kali pemberian MP-ASI sangat penting dalam menentukan status gizi bayi. Makanan preklaktal maupun MP-ASI dini mengakibatkan kesehatan bayi menjadi rapuh dikarenakan sistem pencernaan bayi yang belum siap untuk menerima makanan.
Combination Therapy of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) with Deep Breathing Relaxation to Decrease Pain Scale in Mothers Post Sectio Caecarea (SC) Surgery: Array Muhammad Amrullah; Fuji Khairani; Baiq Fitrihan Rukmana; Hamdan Hariawan; Erwin Wiksuarini
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 2 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i2.417

Abstract

Delivery with Sectio Caesaria causes severe pain in the incision area caused by tissue tears in the abdominal wall and uterine wall. Pain that is not handled properly can cause interference with patients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) combination therapy with deep breath relaxation on reducing the intensity of pain in patients after Sectio Caesaria surgery. This study used a Quasi Experiment design with a One Group Pretest Posttest Design approach. With the study subjects were all postoperative cesarean section patients on the first day of treatment totaling 35 people, samples were taken using the Acidental Sampling technique. Assessment of pain scale using observation sheet universal pain assessment tool. Statistical tests use the Wilcoxon test with an error rate of 5%. From the results of this study there was a decrease in pain levels before the intervention was carried out from controlled severe pain as many as 25 respondents then there was a decrease in the intensity of controlled severe pain to 14 respondents after the intervention. The results of the Wilcoxon test obtained a p value of 0.000, meaning that SEFT combination therapy with deep breath relaxation had a significant impact on reducing pain sensitivity in post op SC patients. The conclusion of this study is that SEFT therapy with deep breath relaxation can be applied as a nursing self-intervention to reduce pain.