Komitmen organisasional merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Namun, berbagai studi mutakhir menunjukkan adanya penurunan komitmen karyawan yang ditandai dengan meningkatnya turnover intention, rendahnya keterikatan kerja, serta melemahnya loyalitas, khususnya pada organisasi yang menghadapi disrupsi nilai dan perubahan lingkungan kerja. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada dimensi spiritual dan moral. Dalam konteks ini, kepemimpinan spiritual Islami dipandang sebagai pendekatan yang memadukan nilai transendental Islam dengan praktik manajerial modern. Artikel ini bertujuan mengkaji peran kepemimpinan spiritual Islami dalam memperkuat komitmen organisasional melalui studi pustaka terhadap literatur ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025, mencakup jurnal nasional dan internasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual Islami mampu meningkatkan tiga dimensi komitmen organisasional, yaitu afektif, normatif, dan kontinuan. Nilai-nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah menjadi dasar moral yang memperkuat kepercayaan, tanggung jawab, serta keterikatan karyawan terhadap organisasi. Keterbatasan kajian ini terletak pada penggunaan metode literatur review tanpa pengujian empiris langsung, sehingga hasilnya belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi organisasi secara kontekstual.