Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Problematics of Increasing The Professionalism of Madrasah Ibtidaiyah Teachers Oktafiani, Dewi Ayu
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.18051

Abstract

This research was based on various challenges encountered by MI Rifa'iyah Kampil in increasing the professionalism of teachers in the madrasah, including the qualifications of educators who are not yet relevant, the limitations of teachers in understanding the curriculum and the low motivation of teachers who are still the background for formulating strategies. Madrasah head in increasing teacher professionalism at MI Rifa'iyah Kampil. The role of the madrasa head in improving the quality of education at MI Rifa'iyah Kampil is very influential on teacher professionalism. The aim of this research is to describe the increase in teacher professionalism at MI Rifa'iyah Kampil and to describe the problems of increasing teacher professionalism at MI Rifa'iyah Kampil. This research is field research with a qualitative approach..Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang ditemui oleh MI Rifa’iyah Kampil dalam meningkatkan profesionalisme guru di madrasah tersebut, di antaranya yaitu kualifikasi pendidik yang belum relevan, keterbatasan guru dalam memahami kurikulum dan masih rendahnya motivasi yang dimiliki oleh guru masih menjadi latar belakang penyusunan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Rifa’iyah Kampil. Peran kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MI Rifa’iyah Kampil menjadi sangat berpengaruh terhadap profesionalisme guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika dalam peningkatan profesionalisme guru di MI Rifa’iyah Kampil. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. 
Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauzy Oktafiani, Dewi Ayu; Khobir, Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6366

Abstract

Pendidikan anak merupakan aspek yang sangat fundamental bagi bekal kehidupan mereka kelak. Sukses tidaknya pendidikan anak tergantung pada sejauh mana peran orang tua membimbing anak dalam proses perkembangan mereka dan adaptasi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ibnu Qayyim tentang pendidikan anak dalam Islam dengan metode studi tokoh dan kajian literatur. Sebagai jenis penelitian kualitatif, studi tokoh juga menggunakan metode sebagaimana lazimnya, yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan perjalanan hidup sang tokoh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam Islam harus dimulai sejak masa prenatal (dalam kandungan). Ibnu Qayyim al-Jauzy menawarkan beberapa konsep mengenai bagaimana cara mendidik anak, di antaranya adalah bahwa sarana penunjang ilmu adalah panca indera manusia itu sendiri. Pendengaran, penglihatan dan akal fikiran merupakan sarana pendidikan. Sasaran pendidikan anak atau yang lebih tepat dikatakan sisi-sisi yang hendak digarap oleh tarbiyah menurut Murabbi yang agung ini sangat banyak macamnya, diantaranya adalah: tarbiyah imaniyyah, tarbiyah ruhiyyah, tarbiyah fikriyyah, tarbiyah khuluqiyyah, tarbiyah ijtimaiyyah, tarbiyah badaniyyah dan tarbiyah jinsiyyah. Dari konsep tersebut, orang tua mempunyai peran dan kontribusi penting dalam mendidik dan membimbing anaknya agar menjadi “insan kamil”.
DISIPLIN POSITIF SEBAGAI UPAYA MENANGGULANGI PERILAKU BERMASALAH SISWA SEKOLAH DASAR Oktafiani, Dewi Ayu; Kamal, Rahmat; Ferimeldi, Ferimeldi
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 14, No 1 MARET (2024): SHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v14i1.55807

Abstract

The developmental phase of students in Primary School is a period where the desire for freedom emerges within their surroundings. A positive environment has a positive impact on student behavior, while a negative environment can encourage problematic behavior. Problematic behavior can lead to issues both for the students themselves and those around them. Teachers play a crucial role in addressing problematic behavior with a managerial approach, but the use of punishment tends to have negative consequences. Therefore, this study aims to describe students' problematic behavior and analyze the implementation of positive discipline at SD Negeri 02 Pecakaran. This research is a case study with a qualitative descriptive approach, involving students from grades IV, V, and VI. Data were collected through observation, interviews, and checklist sheets. The results of this study indicate that problematic student behavior is identified in four situations, influenced by internal and external factors. The family environment is dominant as a trigger for problematic behavior. Positive discipline is considered an effective alternative solution. Through this approach, the school environment can build a culture that motivates students to behave positively without relying on negatively impactful punishments.
Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauzy Oktafiani, Dewi Ayu; Khobir, Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6366

Abstract

Pendidikan anak merupakan aspek yang sangat fundamental bagi bekal kehidupan mereka kelak. Sukses tidaknya pendidikan anak tergantung pada sejauh mana peran orang tua membimbing anak dalam proses perkembangan mereka dan adaptasi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Ibnu Qayyim tentang pendidikan anak dalam Islam dengan metode studi tokoh dan kajian literatur. Sebagai jenis penelitian kualitatif, studi tokoh juga menggunakan metode sebagaimana lazimnya, yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan perjalanan hidup sang tokoh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam Islam harus dimulai sejak masa prenatal (dalam kandungan). Ibnu Qayyim al-Jauzy menawarkan beberapa konsep mengenai bagaimana cara mendidik anak, di antaranya adalah bahwa sarana penunjang ilmu adalah panca indera manusia itu sendiri. Pendengaran, penglihatan dan akal fikiran merupakan sarana pendidikan. Sasaran pendidikan anak atau yang lebih tepat dikatakan sisi-sisi yang hendak digarap oleh tarbiyah menurut Murabbi yang agung ini sangat banyak macamnya, diantaranya adalah: tarbiyah imaniyyah, tarbiyah ruhiyyah, tarbiyah fikriyyah, tarbiyah khuluqiyyah, tarbiyah ijtimaiyyah, tarbiyah badaniyyah dan tarbiyah jinsiyyah. Dari konsep tersebut, orang tua mempunyai peran dan kontribusi penting dalam mendidik dan membimbing anaknya agar menjadi “insan kamil”.
Evaluasi Efektivitas Kurikulum Merdeka Sebagai Langkah Kritis Menuju Implementasi yang Optimal Murtadlo, Muhammad Khasib Amin; Oktafiani, Dewi Ayu; Faizah, Haizatul
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i5.7052

Abstract

Pada Penerapan kurikulum merdeka berbagai tantangan muncul, seperti kurangnya kesiapan guru dan sekolah, keterbatasan sumber daya, dukungan minim dari orang tua dan masyarakat, regulasi yang belum sepenuhnya mendukung, dan mekanisme evaluasi yang belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Kurikulum Merdeka dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah library research dengan menganalisis artikel ilmiah terindeks Sinta dan Garuda, serta sumber resmi Kemendikbudristek.Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan di Indonesia. Meskipun terdapat berbagai tantangan, tanda-tanda positif menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka dapat membawa perubahan positif bagi pendidikan Indonesia. Namun, untuk mencapai potensi tersebut, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
DISIPLIN POSITIF SEBAGAI UPAYA MENANGGULANGI PERILAKU BERMASALAH SISWA SEKOLAH DASAR Oktafiani, Dewi Ayu; Kamal, Rahmat; Ferimeldi, Ferimeldi
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 14 No. 1 (2024): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v14i1.55807

Abstract

The developmental phase of students in Primary School is a period where the desire for freedom emerges within their surroundings. A positive environment has a positive impact on student behavior, while a negative environment can encourage problematic behavior. Problematic behavior can lead to issues both for the students themselves and those around them. Teachers play a crucial role in addressing problematic behavior with a managerial approach, but the use of punishment tends to have negative consequences. Therefore, this study aims to describe students' problematic behavior and analyze the implementation of positive discipline at SD Negeri 02 Pecakaran. This research is a case study with a qualitative descriptive approach, involving students from grades IV, V, and VI. Data were collected through observation, interviews, and checklist sheets. The results of this study indicate that problematic student behavior is identified in four situations, influenced by internal and external factors. The family environment is dominant as a trigger for problematic behavior. Positive discipline is considered an effective alternative solution. Through this approach, the school environment can build a culture that motivates students to behave positively without relying on negatively impactful punishments.