Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan dan Pembagian Kit Pengendalian Tikus dan Lalat Kepada Lansia Wijayanti, Anisa Catur; Ramadhan, Irfan; Anggraeni, Devi Ayu; Berlian, Rahma Novita; Kandina, Anggin Ati; Hidayah, Avivah Ainun; Adiratna, Kun; Dzikri, Ridwan Saiful; Farida, Intan Nur; Wijaya, Cahyanita Sekar; Puspita, Widya Galih
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.181

Abstract

Latar belakang: Lingkungan merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia karena sanitasi dasar yang buruk, lingkungan fisik yang buruk, dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat. Penyakit yang berhubungan langsung dengan sanitasi yang buruk dan disebabkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan lalat. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan populasi tikus dan lalat dengan cara pemasangan lem kertas lalat dan obat tikus yang dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk KIT. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang pengendalian tikus dan lalat serta cara penggunaan alat untuk mengendalikan tikus dan lalat. Pengabdian ini juga bertujuan untuk mengajak lansia bersama-sama melakukan upaya pengendalian tikus dan lalat serta menerapkan metode pembuangan bangkai tikus dan lalat yang efektif dan higienis. Metode: Metode kegiatan pengabdian ini adalah “One Groups Pretest-Posttest Design”. Hasil: Nilai rata – rata pre-test sebelum diberikan edukasi sebesar 46,76 dan setelah edukasi nilai rata - rata pos-test meningkat 76,09 (p= 0,000).  Kesimpulan: Hasil pengecekan ulang serta monitoring dengan metode wawancara didapatkan hasil bahwa beberapa responden sudah melakukan pemasangan racun tikus terbukti efektif untuk membasmi tikus yang ada dirumah. Kata kunci: lalat, lansia, penyuluhan, tikus ______________________________________________________________________________ Abstract Background: The environment is the biggest health problem in Indonesia because of poor basic sanitation, bad physical environment, and low hygiene and healthy behavior in the community. Diseases directly related to poor sanitation and caused by rodents such as rats and flies. Efforts were made to control the population of rats and flies by installing fly paper glue and rat medicine which were distributed to the public in the form of KITs. Objective: This service aims to find out the knowledge of the elderly about controlling rats and flies and how to use tools to control rats and flies. This service also aims to invite the elderly to jointly carry out efforts to control rats and flies and apply an effective and hygienic method of disposing of dead rats and flies. Method: The method of this community service activity is "One Groups Pretest-Posttest Design". Result: The pretest average score before being given education was 46.76 and after education the posttest average score increased to 76.09 (p= 0.000). Conclusion: The results of re-checking and monitoring with the interview method showed that several respondents had installed rat poison which proved to be effective in eradicating rats in the house. Keywords: flies, elderly, counselling, rats
Analisis faktor determinan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan Wijayanti, Anisa Catur; Puspita, Widya Galih; Pratiwi, Septiani Cipta; Sahda, Renaya Amelta
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1595

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Puskesmas Trucuk II merupakan salah satu yang tertinggi di Kabupaten Klaten. Penelitian mengungkapkan status pemberian ASI, riwayat paritas, tumbuh kembang anak, stimulasi, karakteristik ibu seperti pekerjaan, pendidikan, dan usia, serta karakteristik anak seperti usia dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stunting pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Trucuk II.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 128 orang. Analisis data dilakukan dengan univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan antara status pemberian ASI (p-value: 0,131), riwayat paritas (p-value: 0,552), pekerjaan ibu (0,855), tumbuh kembang anak (p-value: 0,549). 549), stimulasi (p-value: 0,422), jenis kelamin anak (p-value: 0,394), usia anak (p-value: 0,438), pendidikan ibu (p-value: 0,448), dan usia ibu (p-value: 0,134) dengan kejadian stunting.Kesimpulan: Meskipun tidak ada hubungan antara determinan tersebut dengan kejadian stunting, tenaga kesehatan dan keluarga, khususnya ibu, diharapkan dapat memantau tumbuh kembang anak melalui beberapa program intervensi seperti pelatihan, pemberian buklet edukasi, peningkatan keterampilan menyusui, dan pendampingan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).
Skrining Penyakit Tidak Menular Sebagai Upaya Promotiv dan Preventif di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Amalia, Nita Riski; Rahma, Alfida Aulia; Puspita, Widya Galih; Melati, Anya Cahya; Pramadhana, Raihan Nafi; Arifah, Izzatul
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.256

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pengaruh globalisasi mengakibatkan berbagai dampak di Masyarakat, diantaranya adalah perubahan gaya hidup atau life style yang tidak sehat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini untuk skrining potensi penyakit tidak menular dan konseling singkat menganai penyakit tidak menular pada kedua desa kecamatan Kartasura kabupaten Sukoharjo provinsi Jawa Tengah. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilakukan melalaui beberapa tahap yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Total sasaran berjumlah 52 orang. Hasil: Hasil dari skrining yang dilaksanakan, ditemukan kategori tekanan darah tinggi terdapat 25% partisipan, kategori berat badan dibawah normal terdapat 7,7% partisipan, dan kategori obesitas terdapat 13,5% partisipan. Kesimpulan: Hasil skrining peserta yang meliputi wawancara aktifitas fisik, konsumsi buah dan sayur, status merokok, serta pengukuran tekanan darah dan indeks massa tubuh menyatakan sebagian kecil menunjukkan potensi terkena penyakit tidak menular. Peserta pengabdian dianjurkan untuk melakukan upaya perubahan perilaku hidup sehat sebagai pencegahan penyakit tidak menular.
Booklet Efforts to Improve Health Cadres' Knowledge about the Quality of Life of People with Diabetes Mellitus through Booklets Wijayanti, Anisa Catur; Puspita, Widya Galih; Pratiwi, Septiani Cipta; Sahda, Renaya Amelia; Wijaya, Chayanita Sekar
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service aimed to enhance the knowledge of health cadres on improving the quality of life of diabetes mellitus (DM) patients in the Kratonan Community Health Center area, Surakarta City, based on research identifying poor quality of life among some DM patients. The activities involved 16 health cadres and were conducted in three stages: planning, implementation, and evaluation. During implementation, cadres received educational booklets covering DM risk factors, complications, prevention efforts, and quality of life improvement, followed by pre-test, material presentation, discussion, and post-test sessions. Results showed an increase in average knowledge scores from 6.31 (pre-test) to 10.06 (post-test), indicating improved understanding among cadres. This intervention highlights the important role of health cadres in providing health information and psychological support to DM patients. Ongoing monitoring and evaluation of behavior changes linked to gained knowledge are recommended.