Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pandangan Islam dan Buddha tentang Nafsu Harahap, Aprilinda; Zurkarnain, Zurkarnain; Rohilah, Rohilah
TSAQOFAH Vol 4 No 2 (2024): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v4i2.2711

Abstract

This research aims to find out the similarities and differences in Islam and Buddhism related to lust, namely: first, in terms of understanding lust, these two religions have the same meaning even though they are different in terms of language but have the same meaning if taken from the Koran and Tripikata, because basically it comes from that same root. Second, they both believe that following one's desires will be very detrimental to oneself, even though it is different in terms of what it is called. Both Islam and Buddhism view lust as very dangerous. Both religions both recognize that lust can be controlled with certain methods. Islam views lust as having two characteristics, namely lust which leads to bad and which brings good. Meanwhile, Buddhism views lust as only evil. Apart from that, lust at the end of life in Islam, lust is purified from bad to clean lust, in contrast to Buddhist teachings where lust is eliminated to achieve happiness.
Case Report: Application Of Walking Activity Intervention To Reduce Pain Scale And Blood Pressure In Clients With Hypertension In Tangerang Regency Rohilah, Rohilah; Winahyu, Karina Megasari
Nursing Case Insight Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Nursing Case Insight Journal
Publisher : CV. Literasi Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63166/3v2a1b26

Abstract

Hypertension, a condition in which the blood pressure exceeds normal limit, can lead to severe complications, such as heart disease, stroke, and kidney disease. The aim of study is to describe family nursing care for Mrs. S, a Hypertension patient, with walking activity intervention against reduction of pain scale and blood pressure. The method used is a case report with descriptive technique. Based on the assessment, data was obtained that the patient had a history of hypertension twelve years ago and complained of dizziness, pain in the nape, often consuming salty food, rarely exercising, and not having a routine health check. Nursing diagnosis in patients is ineffective health management, the intervention is to monitor blood pressure on the pain scale and provide nonpharmacological techniques to lower blood pressure and pain scale by the application of walking activities. The implementation of nursing carried out is walking activities for 30 minutes on three consecutive days within a week. The results of the nursing evaluation problem were resolved. Conclusion from the application of walking activities given to clients to lower blood pressure and pain scale.
Peran Guru PIAUD sebagai Teladan Akhlak bagi Anak Usia Dini: Kajian Literatur Islami dan Psikologi Anak Anggraini, Wardah; Herdiyantika, Novi; Rohilah, Rohilah; Lestari, Eka; Sulistiara, Mila; Jamisah, Jamisah; Hikmaria, Hikmaria
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 1 (2024): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebagai teladan akhlak dalam pembentukan karakter anak usia dini berdasarkan kajian literatur Islami dan psikologi perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru yang berlandaskan konsep uswah hasanah dalam Islam memiliki pengaruh kuat terhadap internalisasi nilai akhlak pada anak. Dari sisi psikologi, anak usia dini belajar melalui proses peniruan terhadap figur yang menjadi panutan, sehingga sikap dan perilaku guru sangat menentukan perkembangan karakter anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi perilaku guru dan dukungan sinergis antara guru, lembaga pendidikan, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan akhlak anak. Implikasi praktisnya adalah perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PIAUD dalam pengembangan kompetensi akhlak dan psikologis. Temuan ini dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter berbasis nilai Islami pada usia dini.
Implementasi Prinsip Maju Bersama Sukses Semua Bahagia Selamanya Dalam Mewujudkan Kemanfaatan Sosial Bagi Masyarakat Oleh Komunitas Salik Shafai Rohilah, Rohilah; Sadiah, Lilis; Yahya, M Rizky
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/6c1tnw62

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Jalinkasih yang diselenggarakan oleh Komunitas Salik Shafai merupakan bentuk konkret implementasi prinsip Maju Bersama, Sukses Semua, Bahagia Selamanya dalam mewujudkan kemanfaatan sosial bagi masyarakat rentan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan material dan kesehatan masyarakat melalui serangkaian layanan seperti santunan anak yatim, pembagian sembako, khitan massal, pengobatan gratis, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan dasar. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan pengurus yayasan, koordinator wilayah, tenaga medis, dan relawan lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pendokumentasian kegiatan, serta wawancara informal dengan pelaksana dan penerima manfaat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program Jalinkasih tidak hanya memberikan dukungan material dan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, partisipasi warga, dan nilai spiritualitas berbasis kepedulian. Program ini berhasil mendorong pengorganisasian komunitas yang lebih terstruktur, peningkatan kualitas layanan kesehatan gratis, serta efisiensi pendistribusian bantuan melalui mekanisme pendataan yang ketat. Pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi nilai spiritual, gotong royong, dan tata kelola komunitas yang baik mampu menjadi model pemberdayaan sosial yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.