Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKAN, STATUS GIZI DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUASI SINDROM PADA REMAJA PERGURUAN THAWAIB DARUR RACHMAD  KOTA SIBOLGA TAHUN 2024 Lely Desi Uli Basana
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i1.912

Abstract

Premenstruasi sindrom merupakan suatu keadaan dimana adanya gejala yang berhubungan dengan siklus menstruasi, gejala terkadang timbul 7-10 hari sebelum menstruasi dan ketika mulai menstruasi. Di Indonesia sendiri angka prevalensi PMS dapat mencapai 85% dari seluruh populasi usia produktif yang terdiri dari 60-75% mengalami PMS sedang dan berat selain itu masalah yang dialami oleh wanita di Indonesia seputar permasalahan gangguan PMS sebesar 38,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Hubungan antara konsumsi makan, status gizi dan aktifitas fisik dengan kejadian Premenstruasi sindrom pada remaja putri kelas X Perguruan Tawaib Darur Rachmad Sibolga. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis univariat sebagai alat ukur frekuensi dan analisis bivariat menggunakan statistik uji Chi Square. Jumlah populasi dalam penelitian berjumlah 225 siswa remaja putri kelas X kemudian peneliti melakukan simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan sampel sebanyak 144 siswa remaja putri kelas X. Dari hasil uji penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen dengan hasil konsumsi makan (p-value = 0,031), status gizi (p-value = 0,004), dan aktiiftas fisik (p-value = 0,012) dengan kejadian premenstruasi sindrom. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan antara Konsumsi makan dan aktifitas fisik dengan kejadian premenstruasi sindrom dan tidak terdapat hubungan antara Status Gizi dengan dengan kejadian premenstruasi sindrom pada remaja putri kelas X Perguruan Tawaib Darur Rachmad Sibolga. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini untuk mencegah terjadinya kejadian premenstruasi sindrom diperlukan pola hidup yang sehat dan seimbang antara konsumsi makan dan aktifitas fisik dalam pola hidup sehari-hari.
Determinan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sarudik Tapanuli Tengah Tahun 2025 Lely Desi Uli Basana; Meri Srikandi Silitonga
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i7.1543

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dapat memengaruhi perkembangan janin, salah satunya risiko BBLR. Angka kejadian ibu hamil dengan KEK di Sumatera Utara terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2024 Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan daerah dengan tingkat kejadian KEK tertinggi. Metode: Observasional menggunakan desain cross sectional. Populasi 115 ibu hamil, dengan teknik yang digunakan purposive sampling sebanyak 54 ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas Sarudik dibulan Januari-Juni 2025 yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Data yang digunakan menggunakan data sekunder bersumber dari buku register KIA, rekam medis, buku kohort ibu serta analisis data ada dua yaitu univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-square. Hasil: Sebagian ibu hamil berada pada usia berisiko, paritas berisiko dengan tingkat pendidikan dasar, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mengalami anemia. Pada variabel usia nilai p-value 0,001, paritas nilai p-value 0,003, tingkat pendidikan p-value 0,002, dan status anemia p-value 0,001 sehingga ada kaitannya dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Sedangkan variabel jenis pekerjaan tidak ada kaitannya dengan kejadian KEK pada ibu hamil, nilai p-value 0,566. Kesimpulan: Determinan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Sarudik Tapanuli Tengah adalah usia, paritas, tingkat pendidikan dan status anemia ibu hamil.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SAYUR BUAH PEPAYA MUDA DAN SARI KURMA TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIBABANGUN KECAMATAN SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2023 Lely Desi Uli Basana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i8.7366

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai usia 6 bulan. Buah pepaya merupakan jenis tanaman yang mengandung laktagogum memiliki potensi dalam menstimulasi hormone oksitosin dan prolactin seperti alkolid, polifenol, steroid flavonoid dan substansi lainnya paling efektif dalam meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Sari Kurma mengandung hormone yang mirip hormon oksitosin, yakni hormon yang dihasilkan neurohipofisia seehingga memacu kelenjar air susu untuk memproduksi ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian pepaya dan sari kurma terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Two Group Pre and Post Test Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu pendekatan purposive sampling dengan sampel sebanyak 34 orang ibu menyusui yang menyusui bayi secara eksklusif. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sibabangun Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2023. penelitian ini menunjukan rata-rata kelancaran ASI sebelum diberikan pepaya adalah 3.59 dan setelah diberikan pepaya adalah 8.94 dengan hasil beda mean adalah 5.35. Pada kelompok sari kurma sebelum diberikan sari kurma adalah 3.88 dan setelah diberikan sari kurma adalah 8.12 dengan beda mean adalah 4.24. Hasil analisis bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank diperoleh terdapat perbedaan antara pemberian pepaya dengan pemberian sari kurma, dan didapatkan hasil pemberian pepaya lebih efektif untuk meningkatkan produksi ASI, dengan hasil dari post pepaya dan post sari kurma p-value 0.010 <0.05 yang berarti ada perbedaan. Diharapkan bagi masyarakat dapat memanfaatkan papaya dan sari kurma sebagai pengobatan alternatif sebelum menggunakan obat dan suplemen pelancar ASI, dan dapat mengolah varian lain dari tanaman papaya dan sari kurma yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui