Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Work Life Balance Pemimpin Perpustakaan Perempuan: Studi Kasus Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Wikhda, Mega Adjie; Ramadhanita Mustika Sari; Ajrun ‘Azhim Al As’hal
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 5 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v5i2.36095

Abstract

Memiliki peran yang ganda sebagai seorang ibu rumah tangga maupun pekerja tentunya membuat beban menjadi ganda pula. Agar semua berjalan dengan semestinya, maka diperlukan tatanan agar pekerjaan dengan peran sebagai ibu rumah tangga dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pada dasarnya pemimpin seringkali dikaitkan dengan seorang laki-laki, namun belakangan hal itu terpatahkan, karena mulai banyak bermunculan pemimpin perempuan. Hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan bagi seorang perempuan dalam menjadi pemimpin dinstansi, dan tentu juga bukan hal yang muda, oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi  dari work life balance pada pemimpin perpustkaan perempuan di tingkat universitas. Menggunakan sebuah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mana dalam mendapapatkan data menggunakan wawancara secara mendalam kepada tiga informan diantara kepala perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Univeristas Setia Budi Solo, serta UIN Syaifuddin Zuhri.  Hasil yang didapat ialah gambaran dari work life balance terdapat tiga aspek yang diterapkan oleh informan yaitu time balance, Involment balance, serta satisfaction balance. Dan ada lima strategi yang digunakan yaitu Outsourching, alternating, bundling, simplifying, serta techflexing. Adanya aspek serta strategi tersebut ketiga informan sudah melaksanakan tanpa mereka sadari sebelumnya.
PRAKTIK DRAMATURGI MAHASISWA SEBAGAI MUSYRIF/MUSYRIFAH DI ASRAMA MAHASISWA Lailatul Rosyidah; Ramadhanita Mustika Sari; Zulkipli Lessy
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 11: April 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i11.7674

Abstract

This research was conducted to find out the dramaturgy of students who become musyrif/musyrifah in student dormitories to be able to carry out their obligations professionally. This research is a qualitative research using the dramaturgical approach of Erving Goffman. This research is located in the University Residence student dormitory at the Muhammadiyah University of Yogyakarta. The research subjects were four students who were supervisors in the musyrif and musyrifah structures in the student dormitory who are currently still students. The data collection was done by interview and observation techniques. The results of the interviews and observations were then analyzed using Erving Goffman's theory of dramaturgy. Based on the results of the study, it was found that the dramaturgical practice of students who became musyrif/musyrifah in the student dormitory at the University Residence Muhammadiyah University of Yogyakarta through mastery of drama on the front stage was shown in the selection of characters as professional musyrif/musyrifah supervisors, through their respective leadership styles and also the way appearance. Meanwhile, perfection on the back stage is shown by hiding a number of things about the actions he chooses to cover up the fatigue that is being felt and covering mistakes that are not intentionally made.
PERSPEKTIF GENDER DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI ARIMBI MELALUI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI ADISUCIPTO YOGYAKARTA Tiana Yulianti; Ramadhanita Mustika Sari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2758

Abstract

Abstract: This study aims to examine the synergy between PT Pertamina DPPU Adisucipto and the Arimbi Women Farmers Group (KWT) in implementing the Corporate Social Responsibility (CSR) program. The program includes the provision of plant seeds, fish, farming equipment, as well as training and mentoring for KWT Arimbi members in Maguwoharjo Village, Sleman. By applying the triple bottom line principles (economic, social, and environmental), the program seeks to empower women, improve daily economic needs, enhance local food production, and strengthen the relationship between the company and the community. This research employs a literature approach by collecting databases from books, journals, articles, and documents from related institutions. Economic challenges are complex and require the involvement of all parties simultaneously and in a coordinated manner to realize the vision of community economic independence. The results show improvements in economic self-sufficiency, prevention of stunting, and business diversification. Continuous evaluation ensures the program's effectiveness and positive impact on the community. Active community participation and shifts in traditional gender roles act as catalysts for innovation, creating a more inclusive and sustainable.Keywords: Gender Perspective, Empowerment, Economy, Arimbi Women Farmers, Group (KWT), CSR Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sinergi antara PT Pertamina DPPU Adisucipto dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini mencakup pemberian bibit tanaman, ikan, peralatan budidaya, serta pelatihan dan pendampingan bagi anggota KWT Arimbi di Desa Maguwoharjo, Sleman. Dengan menerapkan prinsip triple bottom line (ekonomi, sosial, dan lingkungan), program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan, meningkatkan Penelitian ini menggunakan pendekatan literature dengan pengumpulan database buku, jurnal, artikel, dan dokumen dari lembaga terkait. Agar mampu terpenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Masalah perekonomian merupakan masalah yang sangat konpleks yang membutuhkan keterlibatan semua pihak bersamaan dan terkodinasi supaya cita-cita kemandirian ekonomi masyarakat terealisasikan. produksi pangan lokal, dan memperkuat hubungan antara perusahaan dan komunitas. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemandirian ekonomi, pencegahan stunting, dan diversifikasi usaha. Evaluasi berkelanjutan memastikan efektivitas dan dampak positif program bagi masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat dan perubahan peran gender tradisional menjadi katalisator inovasi, menciptakan struktur sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: Perspektif Gender, Pemberdayaan, Ekonomi, KWT Arimbi, CSR.